2-3 TAHUN
20 Juni 2019

4 Cara Melatih Anak Menyelesaikan Pertengkaran Tanpa Kekerasan

Perkenalkan bagaimana bersikap mengalah untuk menghadapi permasalahan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Dina


Meski masih kecil, anak-anak seringkali terlibat pertengkaran dengan teman maupun saudaranya. Hal yang menjadi pemicunya tak jarang adalah masalah-masalah kecil, namun berujung dengan pertengkaran yang mengandung kekerasan.

Tak jarang saat sedang emosi mereka memukul atau melempar lawan mereka dengan barang. Hal ini tentunya sangat tidak baik bila menjadi kebiasaan sejak kecil.

Mulailah mendidik anak untuk menyelesaikan pertengkaran tanpa kekerasan dengan beberapa langkah sederhana berikut:

1. Menjadi Contoh

Jangan lupakan peran Moms sebagai seorang ibu yang akan selalu menjadi sosok yang paling dekat untuk mereka tiru. Dengan memberikan contoh yang baik dalam segala hal, Si Kecil juga akan menirukannya salah satunya cara menyelesaikan masalah.

Bila anak berbuat kesalahan, jangan pernah didik mereka menggunakan kekerasan karena akan mereka akan melampiaskan hal yang sama pada orang lain. Tak hanya itu, hal tersebut juga akan mereka bawa hingga dewasa nantinya.

Baca Juga : Mengenalkan Arti Persahabatan pada Anak

2. Bangun Karakter Positif

Bangun karakter positif pada diri Si Kecil sejak dini, Moms harus dapat memperkenalkan bagaimana bersikap mengalah untuk menghadapi sebuah permasalahan, cara menyampaikan pendapat, dan berbagai karakter positif lainnya.

Memang bukan hal yang mudah, namun bukan berarti mustahil untuk menyampaikan hal-hal tersebut dan membuat mereka mengerti. Jika sampai terlibat pertengkaran pun, anak akan mudah menyelesaikan pertengkaran tersebut.

3. Biasakan Minta Maaf

Saat Si Kecil bertengkar dengan temannya, meskipun ia tak salah namun tak salah bila Moms menanamkan sifat terbiasa meminta maaf dan memaafkan.

Jelaskan pada mereka, meminta maaf tak berarti mereka kalah atau salah. Meminta maaf adalah jiwa yang dimiliki setiap orang-orang besar.

Dengan demikian, mereka akan dengan mudahnya meminta maaf bahkan menghindari pertengkaran sebelum hal tersebut terjadi.

Baca Juga : Anak Bermain dengan Teman Imajinasi, Bolehkah?

4. Jauhkan Dari Tontonan yang Mengandung Kekerasan

Selain dari apa yang mereka temukan sehari-hari di rumah dan lingkungan, mungkin saja mereka terpicu melakukan kekerasan karena adanya contoh dari apa yang mereka saksikan dalam film atau video lainnya.

Upayakan Moms selalu tahu apa yang tonton, tak jarang lho Moms tayangan anak-anak mengandung unsur kekerasan yang berujung membuat mereka berpikir bahwa hal tersebut sah saja untuk ditiru.

Si Kecil masih belum dapat membedakan mana yang boleh dan tidak mereka lakukan. Karenanya, itulah tugas Moms untuk memilah mana yang pantas dan tidak mereka saksikan sesuai usianya.

Baca Juga: Menang Atau Kalah Itu Biasa, Begini 5 Cara Ajarkan Sportivitas pada Anak

Itulah hal yang bisa Moms lakukan untuk mengajarkan anak menyelesaikan pertengkaran.

(MDP)

Artikel Terkait