TRIMESTER 3
22 Juli 2019

5 Cara Memutuskan Warisan Emosi Negatif saat Hamil

Masa kehamilan adalah perubahan yang besar dalam kehidupan rumah tangga.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Apa yang Moms rasakan ketika pertama kali mengetahui tengah mengandung? Pastinya bahagia, deg-degan, dan timbul rasa haru yang mendalam, ya!

Apalagi jika calon bayi tersebut adalah buah hati pertama Moms dan pasangan, tentunya pengalaman pertama menjadi momen-momen yang tidak ingin dilewatkan.

Masa kehamilan adalah perubahan yang besar dalam kehidupan rumah tangga.

Dimulai dari trimester pertama, yaitu masa-masa penyesuaian bagi ibu untuk menerima diri sedang hamil.

Moms mudah merasa mual dan muntah, indera penciuman yang sangat peka, terkadang juga disertai rasa lemas dan mudah merasa kelelahan.

Semua hal tersebut dapat membuat Moms mengalami stres selama trimester pertama.

Memasuki trimester kedua, Moms akan merasa lebih nyaman dan terlepas dari semua kepenatan.

Baca Juga: Ini Pengaruh Hormon Kehamilan pada Tubuh di Tiap Trimester, Moms

Bisa disebutkan bahwa pada trimester ini adalah momen-momen menyenangkan untuk Moms menikmati masa kehamilan.

Pada trimester ini, Moms juga lebih mudah mengatur emosi.

Perubahan suasana hati dan kondisi psikis Moms akan kembali banyak berubah ketika memasuki trimester ketiga.

Wajar saja, karena pada trimester ini, tubuh seorang ibu hamil akan mempersiapkan diri untuk melakukan proses persalinan.

Rasa cemas dan khawatir juga kerap Moms rasakan. Pada trimester ini, dibutuhkan dukungan dari pasangan dan juga keluarga terdekat.

Melihat banyak perubahan yang dialami ibu hamil, baik fisik maupun psikis, dapat dikatakan bahwa kondisi psikis sangat berpengaruh pada kondisi bayi.

Kestabilan emosi ibu ternyata mempengaruhi kondisi kestabilan emosi sang anak. Lalu, bagaimana caranya memutuskan warisan hal negatif tersebut.

“Sadari bahwa tidak ada yang salah dengan emosi. Baik emosi positif atau negatif memiliki peran penting dalam pembentukan karakter setiap manusia. Hal yang perlu dipahami adalah kepercayaan apa yang hadir bersama emosi negatif saat hamil tersebut,” ungkap Astrid Hendrawati yang sudah berpengalaman lebih dari 3 tahun di bidang Awareness Meditation Facilitator Stress Release - Forgiveness Therapy.

Nah, apa kepercayaan yang muncul tentang diri sendiri ketika emosi negatif saat hamil hadir?

Baca Juga: Apakah Kualitas Tidur dan Suasana Hati Mempengaruhi Kerja Memori?

Moms, kepercayaan-kepercayaan negatif itu yang perlu disadari untuk kemudian dilepaskan dan dimaafkan agar tidak menurun kepada anak.

Kondisi ini yang dinamakan memutuskan warisan negatif pada anak saat hamil.

Cara Memutuskan Warisan Emosi Negatif saat Hamil

5 Cara Memutuskan Warisan Emosi Negatif saat Hamil 01.jpg

Foto: babycentre.com

Pada dasarnya, tips untuk memutuskan warisan emosi negatif saat hamil pada anak dilakukan dengan pengakuan diri dan kemauan untuk memaafkan orang lain terutama pasangan dan keluarga terdekat kita.

“Memaafkan pasangan, orangtua, dan terlebih lagi memaafkan diri sendiri adalah cara untuk memutuskan warisan negatif saat hamil. Sehingga nantinya tidak ada kepercayaan negatif yang menurun pada anak,” ujar Astrid, saat bincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Jumat (14/6) lalu.

Menurut Astrid, ini tips yang bisa Moms ikuti agar mampu memutuskan warisan emosi negatif saat hamil, yaitu:

  1. Maafkan orangtuamu dalam hal apa pun. Sadari bahwa apa pun yang mereka lakukan adalah dasar cinta untukmu.
  2. Maafkan pasanganmu. Maafkan ketika ia tidak bisa memahami perasaanmu, karena laki-laki dan perempuan pada dasarnya memang berbeda.
  3. Maafkan dirimu. Berhenti untuk menyalahkan diri sendiri, berhenti untuk berpikir bahwa diri sendiri tidak cukup baik atau tidak cukup cantik, dan lainnya. Terima diri sendiri, kelebihan dan kekurangannya.
  4. Temukan anugerah terindah dari orangtua. Coba tulis itu di sebuah kertas dan sampaikan kepada mereka.
  5. Sampaikan juga hal-hal yang kamu syukuri dan cintai dari pasanganmu.

Baca Juga: Afirmasi Positif, Kunci Agar Tidak Mudah Cemas dan Selalu Bahagia

Menyampaikan hal-hal baik seperti di atas dapat mengaktifkan kembali energi positif untuk diri sendiri dan juga janin dalam kandungan.

Selamat mencoba, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait