KESEHATAN
20 Juni 2019

5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Lupus

Hati-hati ya Moms!
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh Intan Aprilia

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang misterius. Penyebabnya tidak diketahui hingga saat ini. Gejalanya bisa berupa nyeri sendiri, ruam, sensitif terhadap cahaya matahari, pembengkakan kelenjar, dan lain-lain.

Meski tidak ada diet khusus untuk penderita lupus, makanan bisa berpengaruh pada kualitas hidup pasien. Memang tidak ada makanan yang dapat menyembuhkan lupus, tapi menghindari makanan tertentu bisa menjauhkan Moms dari kambuhnya gejala lupus.

Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita lupus!

Baca Juga: Waspadai Gejala Lupus, Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

1. Alkohol

penderita lupus

Meminum segelas wine atau bir sesekali mungkin tidak masalah. Namun, menenggak alkohol selama dalam pengobatan lupus bisa jadi berbahaya, lho, Moms.

Hal ini bisa meningkatkan kecemasan, memperburuk peradangan, merusak hati, memperparah rasa sakit, serta menimbulkan dehidrasi dan gangguan tidur.

Berdasarkan laporan Cincinnati Children's Hospital Medical Center, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen yang berinteraksi dengan alkohol bisa meningkatkan risiko perdarahan lambung.

Alkohol juga dapat mengurangi efektivitas obat warfarin dan meningkatkan potensi efek samping obat methotrexate terhadap organ hati.

2. Bawang Putih

penderita lupus

Penderita lupus memiliki sistem daya tahan tubuh yang terlalu aktif. Karena itu, Moms sebaiknya menghindari makanan yang mengandung bawang putih.

Sebab, kandungan bawang putih seperti allicin, ajoene, dan thiosulfinates akan semakin mengaktifkan sistem imunitas dan memunculkan gejala-gejala yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Tips Merencanakan Kehamilan Bagi Penderita Lupus

3. Garam

penderita lupus

Lupus meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan merusak ginjal. Jadi, sebaiknya penderita lupus mengurangi asupan garam yang dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Membatasi konsumsi sodium juga dapat mencegah retensi cairan, pembengkakan, serta ketidakseimbangan elektrolit.

4. Kecambah Alfalfa

penderita lupus

Kecambah alfalfa mungkin tidak familiar di kuliner Indonesia, tapi kita bisa menemukannya sebagai hiasan hidangan di hotel berbintang, campuran salad, atau isi sandwich.

“Penderita lupus harus menghindari kecambah alfalfa, sebab mengandung asam amino L-canavanine yang bisa memicu gejala lupus seperti sakit otot, kelelahan, serta ketidaknormalan fungsi ginjal dan sistem kekebalan tubuh di beberapa pasien,” ujar David Zelman, MD, ahli penyakit dalam dan rematologi, sekaligus anggota American College of Rheumatology.

Baca Juga: Ternyata 6 Selebritis Dunia Ini Mengidap Lupus

5. Lemak Trans dan Lemak Jenuh

penderita lupus

Lemak trans bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang sudah tinggi pada penderita lupus. Lemak berbahaya ini biasanya terdapat pada junk food, makanan olahan atau kemasan, dan makanan yang digoreng.

Penderita lupus juga sebaiknya menghindari lemak jenuh yang sering terdapat pada keju, daging merah, dan makanan berbahan krim. Sebab, sebagian penderita lupus sulit memetabolisme lemak jenuh sehingga mereka mengalami gejala lupus yang lebih parah.

Selain itu, pengobatan steroid untuk penderita lupus bisa meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan kenaikan berat badan. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh hanya akan memperburuk hal ini.

Artikel Terkait