2-3 TAHUN
3 Agustus 2020

Perkembangan Anak 2 Tahun, Apakah Sudah Sesuai dengan Si Kecil?

Memastikan perkembangan Si Kecil sesuai milestones itu penting, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms, ternyata penting memastikan perkembangan kemampuan anak usia 2 tahun sesuai dengan milestones yang seharusnya.

Studi yang dimuat di jurnal Pediatrics pada Juli 2016 membuktikan bahwa usia mencapai milestones motorik bisa menjadi dasar penting dari berbagai aspek perkembangan anak kelak.

Menurut penelitian tersebut, keterlambatan yang berarti dalam mencapai milestones motorik di masa bayi merupakan gejala prodromal penting dari gangguan berat seperti ketidakmampuan intelektual.

Begitupun sebaliknya. Mencapai milestones motorik kasar lebih awal daripada teman-teman seumurannya dapat memberikan efek baik terhadap keterampilan beradaptasi dan performa kognitif Si Kecil di sekolah.

Ketahui seperti apa perkembangan anak 2 tahun

Baca Juga: 7 Aktivitas Ini Dapat Merangsang Kemampuan Motorik Halus Anak

Kemampuan Anak 2 Tahun

perkembangan anak 2 tahun

Foto: pixabay.com

Untuk anak usia ini, pakar perkembangan anak fokus terhadap milestones yang berhubungan dengan bahasa, kognisi, bicara, kemampuan motorik kasar dan halus, serta perilaku sosial-emosional.

Moms bisa mengonsultasikan perkembangan anak kepada ahlinya jika Moms khawatir. Namun, jangan banding-bandingkan Si Kecil dengan anak lain.

"Jelas ada rentang yang luas terkait kapan anak-anak menguasai beragam milestones," kata Catherine Workman, MD, seorang ahli perkembangan anak di Amerika Serikat, seperti dilansir What to Expect.

Untuk Moms yang memiliki anak usia dua tahun, ini beberapa aspek yang perlu menjadi fokus Moms untuk Si Kecil.

1. Literasi

Literasi merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki anak usia 2 tahun. Untuk menstimulasinya, Moms bisa menyanyikan lagu ABC bersama Si Kecil, tapi tidak perlu memaksanya menghafalkan alfabet.

"Beberapa anak mungkin menunjukkan minat memelajari huruf atau angka, tapi tidak harus," ujar Workman.

Ia menambahkan, Moms sebaiknya fokus memupuk kecintaan membaca pada Si Kecil. Caranya adalah berbagi buku dengannya setiap hari, atau dengan membacakan cerita.

2. Matematika

Saat Si Kecil bermain dengan puzzle, blok, dan mainan seperti Lego, mereka tidak hanya sekadar bersenang-senang, melainkan juga membangun keterampilan matematika dini.

Kemampuan matematika ini yang juga perlu dimiliki Si Kecil sebagai bentuk perkembangan anak usia dua tahun.

"Balita belajar menyortir dan membedakan objek berdasarkan bentuk, warna, atau ukuran, dan bisa mulai menyelesaikan puzzle sesuai umurnya. Mereka juga belajar konsep ukuran dan volume. Misalnya, mana yang lebih besar dan tumpukan mana yang memiliki blok lebih banyak," jelas Workman.

3. Bicara

Di usia sekitar dua tahun, perkembangan kemampuan Si Kecil harus berbicara sekitar 50 kata secara spontan, atau dengan kata lain ia tidak sekadar mengulangi ucapan orang lain.

"Mereka juga mulai menggabungkan kata-kata yang memiliki dua konsep terpisah, seperti 'kunci ibu' atau 'dadah ayah'," kata Workman.

Di usia dua tahun, minimal setengah perkataan Si Kecil harus dapat dipahami orang lain, sedangkan di umur tiga tahun, sebanyak 75 persen omongannya harus bisa dimengerti.

4. Kognisi

Untuk tahapan perkembangan kemampuan anak usia 2 tahun, Si Kecil biasanya memahami lebih banyak daripada yang bisa mereka ekspresikan secara verbal.

"Di tahap ini mereka harus dapat menunjuk beberapa gambar objek familiar di buku saat ditanya serta dapat mengikuti perintah sederhana dua tahap, seperti 'ambilkan kunci di meja dan bawakan ke Mama'," ucap Workman.

5. Menulis

Mengajarkan anak menulis sejak dini bisa lewat perlengkapan menggambar dan mewarnai, Moms. Coretan-coretan Si Kecil membantu menguatkan tangannya untuk menulis huruf di TK kelak.

"Di usia dua tahun, kebanyakan anak akan mencorat-coret dengan spontan saat diberikan krayon atau pulpen dan kertas. Di umur 2-3 tahun, Si Kecil akan berkembang dari sekadar mencorat-coret ke membuat garis, lingkaran terbuka, dan titik-titik di kertas," kata Workman.

Di umur tiga tahun, barulah Si Kecil memiliki kemampuan yaitu bisa menguasai membuat lingkaran dan mulai membuat beberapa huruf di usia 2 tahun.

"Membiarkan Si Kecil bereksperimen kreatif dengan peralatan seni seperti krayon, spidol, dan pensil akan mendorong keterampilan ini," tambah Workman.

6. Permainan Imajinatif

Pada perkembangan anak 2 tahun, Si Kecil umumnya mulai mengambil bagian dalam permainan kreatif yang meniru kehidupan sebenarnya. Misalnya, berpura-pura menyuapi boneka atau menyetir mobil.

"Seiring anak tumbuh besar, ide-ide mereka semakin rumit. Mengajak Si Kecil dalam permainan kreatif terbuka adalah cara yang baik untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan keterampilan bermain kolaboratif," ucap Workman.

Baca Juga: Anak Bermain dengan Teman Imajinasi, Bolehkah?

Stimulasi Anak 2 Tahun

perkembangan anak 2 tahun

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, tonggak perkembangan (developmental milestones) adalah hal-hal yang dapat dilakukan kebanyakan anak pada usia tertentu.

Anak-anak mencapai tonggak sejarah dalam cara mereka bermain, belajar, berbicara, berperilaku, dan bergerak (seperti melompat, berlari, atau menyeimbangkan).

Di satu sisi, semakin banyak perkembangan yang dimiliki anak menandakan keinginan Si Kecil yang semakin besar untuk mandiri. Namun, ini bisa menjadi waktu yang menyenangkan bagi orang tua dan balita.

Balita akan mengalami pemikiran besar, pembelajaran, perubahan sosial, dan emosional yang akan membantu mereka menjelajahi dan memahami dunia baru.

UNICEF membagikan beberapa bentuk stimulasi untuk perkembangan anak usia 2 tahun yang bisa dilakukan di dalam rumah. Berikut ini bentuk-bentuk stimulasi yang bisa dilakukan.

1. Mobil Kardus

Temukan kotak/kardus kosong, taruh beberapa selimut lembut dan letakkan Si Kecil di dalamnya agar ia tetap aman dan nyaman. Kemudian, tarik kotak di sekitar sambil membuat suara mobil: "vroom vroom!"

Si Kecil akan bersenang-senang berjalan-jalan di rumah dengan mobil kardusnya, dan Moms juga akan berolahraga ketika menarik dan mendorong anak mengelilingi rumah.

2. Bermain Drum dengan Perkakas Dapur

Balikkan perkakas dapur seperti mangkuk, panci, dan wajan yang tahan pecah untuk membuat satu set drum langsung dari dapur. Untuk stik drum, ambil beberapa sendok kayu.

Bermain drum menggunakan peralatan dapur dan alat makan bisa menjadi bentuk stimulasi bagi perkembangan Si Kecil usia 2 tahun yang mudah dilakukan di rumah.

Tidak hanya membuat Si Kecil terhibur menjelajahi semua suara berbeda yang bisa ia buat, permainan stimulasi ini juga bagus untuk membantunya mengembangkan keterampilan motorik halusnya.

3. Menggambar Bebas

Menggambar bebas juga bisa menjadi bentuk stimulasi untuk perkembangan anak di usia 2 tahun.

Beri Si Kecil beberapa krayon dan kertas, lalu biarkan Si Kecil mengeluarkan imajinasinya. Ini akan memungkinkan anak melepaskan kreativitasnya dan menikmati permainan kreatif yang mandiri.

Setelah selesai, bicarakan dengan Si Kecil tentang berbagai warna dan bentuk yang digunakan dan digambar. Moms mungkin akan terkejut dengan pemikirannya yang kreatif tanpa batas.

4. Mengoper Bola

Moms bisa mengambil bola yang lembut dan gulingkan ke depan dan ke belakang kepada Si Kecil. Kegiatan ini bisa dilakukan di dalam rumah, atau di taman.

Operan bola secara bolak-balik ini sangat bagus untuk membangun kepercayaan diri dan mengajari Si Kecil bahwa Moms akan merespons tindakannya.

Untuk membuat kegiatan stimulasi perkembangan anak ini jadi lebih menyenangkan, coba tambahkan bola lain dan ajak bicara tentang bola yang dipilihnya.

Baca Juga: 4 Cara Mengenalkan Konsep Matematika Kepada Balita dalam Keseharian, Seru!

Makanan Penambah Berat Badan Anak 2 Tahun

makanan penambah berat badan anak

Foto: Orami Photo Stock

Anak usia 2 hingga 5 tahun mungkin tampak kecil secara fisik, tetapi mereka tumbuh dan membutuhkan energi (kalori) dan nutrisi yang berasal dari makanan yang bervariasi dan seimbang.

Karena itu, jika Si Kecil kekurangan berat badan, ini berarti ia mungkin tidak mendapatkan kalori yang cukup. Hal ini bisa memengaruhi perkembangan kemampuan anak.

Jika Moms khawatir Si Kecil kekurangan berat badan atau tidak tumbuh secara normal, konsultasikan ke dokter karena penyebab berat badan rendah bisa terjadi karena beragam alasan.

Moms juga bisa memberikan beberapa makanan yang dapat menaikkan berat badan Si Kecil secara sehat. Mengutip National Health Service, semua anak butuh energi (kalori) dan nutrisi yang berasal dari makanan bervariasi dan gizi seimbang.

Sebagai catatan, bila Si Kecil kekurangan berat badan, mungkin Moms tergoda untuk memberikan makanan berkalori tinggi yang tidak sehat, seperti permen, cokelat, kue, minuman manis, dan makanan berlemak. Tetapi pola makan gizi seimbang dan bervariasi adalah kunci kenaikan berat badan anak yang sehat.

Berikut ini beberapa tips pola makan yang bisa menambah berat badan Si Kecil untuk mendukung perkembangan anak 2 tahun.

1. Makan 5 Porsi Buah dan Sayur Setiap Hari

Buah dan sayuran mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat. Ada baiknya memperkenalkan Si Kecil dengan banyak jenis sayuran dan buah yang berbeda sejak kecil, baik itu sayuran segar, beku, kalengan atau kering.

Hal ini agar Si Kecil dapat menikmati tekstur dan rasa baru. Usahakan memastikan buah dan sayuran termasuk dalam setiap makanan.

Apalagi, ragam buah dan sayuran mengandung vitamin dan mineral yang berbeda-beda, jadi semakin banyak jenis yang dimakan Si Kecil, semakin baik dalam menaikkan berat badannya.

2. Karbohidrat Tepung

Makanan karbohidrat yang bertepung seperti kentang, ubi, roti, nasi, dan pasta juga bisa menjadi makanan untuk menaikkan berat badan Si Kecil dan juga menyediakan energi, nutrisi, serta serat.

Moms bisa memberikan Si Kecil makanan gandum, seperti roti gandum, pasta, dan nasi merah. Tapi bukan ide yang baik jika hanya memberikan makanan bertepung gandum kepada anak di bawah 2 tahun.

Sebaiknya, setelah usia 2 Moms dapat secara bertahap memperkenalkan lebih banyak makanan gandum kepada Si Kecil untuk pola makan sehat dan menambah berat badannya.

3. Minuman Susu dan Alternatifnya

Susu dan bentuk alternatif susu lainnya seperti minuman kedelai dan yoghurt dapat menjadi pilihan makanan untuk berat badan dan juga opsi yang lebih rendah lemak dan rendah gula.

Susu murni dan produk susu penuh lemak merupakan sumber kalsium yang baik, untuk membantu Si Kecil mengembangkan tulang dan gigi yang kuat. Susu dan produknya juga mengandung vitamin A, yang membantu tubuh melawan infeksi dan diperlukan untuk kulit dan mata yang sehat.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, ikan, telur, daging, dan protein lainnya merupakan sumber protein dan zat besi untuk membantu Si Kecil tumbuh dan berkembang, serta menambah berat badannya.

Kacang juga mengandung protein, tetapi kacang utuh, termasuk kacang tanah, tidak boleh diberikan kepada anak di bawah usia 5 tahun karena ada risiko tersedak.

Direkomendasikan bahwa anak laki-laki tidak boleh makan lebih dari 4 porsi ikan berminyak (seperti makarel, salmon dan sarden) dalam seminggu, dan anak perempuan tidak lebih dari 2 porsi seminggu.

Ini karena ikan berminyak dapat mengandung polutan tingkat rendah yang dapat menumpuk di dalam tubuh.

Baca Juga: 8 Manfaat Berenang bagi Perkembangan Bayi, Bisa Meningkatkan Fungsi Kognitif!

Tabel Berat Badan Anak 2 Tahun

Moms mungkin bertanya-tanya tentang berat badan yang ideal untuk anak usia dua tahun. Cari tahu lewat data Child Growth Standards Weight-for-Age dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berikut ini.

Tabel Berat Badan Anak Laki-laki 2 Tahun

tabel berat badan anak 2 tahun-laki-laki.png

Foto: Organisasi Kesehatan Dunia

Berikut ini merupakan tabel berat badan anak laki-laki usia 2 tahun hingga 2 tahun 11 bulan. Angka berat badan yang tertera pada tabel menggunakan skala kilogram (kg).

Moms bisa melihat ada keterangan skor -3 SD, -2 SD, -1 SD, Median, 1 SD, 2 SD, dan 3 SD. Sebagai informasi, SD mengacu pada skor Standar Deviasi (simpangan baku).

Keterangan:

  • Kurang dari -3 SD: Risiko gizi buruk
  • -3 SD s/d kurang dari -2 SD: Risiko kurang gizi
  • -2 SD s/d 2 SD: Normal
  • Lebih dari 2 SD: Risiko obesitas

Sebagai contoh, bila Si Kecil menginjak usia 2 tahun 1 bulan atau 25 bulan, dengan berat badan 11,5 kg, ini menandakan berat badannya berada di antara -1 SD dan Median. Menandakan berat badan Si Kecil normal.

Sementara, jika Si Kecil dengan usia 2 tahun 6 bulan atau 30 bulan, dengan berat badan 17 kg, ini berarti anak memiliki risiko berat badan obesitas karena skor angkanya lebih dari 2 SD. Sebaiknya, konsultasikan ke dokter.

Tabel Berat Badan Anak Perempuan 2 Tahun

tabel berat badan anak 2 tahun-perempuan.png

Foto: Organisasi Kesehatan Dunia

Pada tabel pengukuran berat badan anak perempuan 2 tahun memiliki angka berat badan yang sedikit berbeda dari berat badan anak laki-laki. Tetapi, cara pengukurannya tetap sama.

Sebagai contoh, bila Si Kecil menginjak usia 2 tahun 3 bulan atau 27 bulan, dengan berat badan 9 kg, ini menandakan berat badannya berada di antara skor -3 hingga kurang dari -2. Menandakan Si Kecil ada risiko kurang gizi.

Baca Juga: 10 Bahan Makanan untuk Menambah Berat Badan Anak

Mainan Edukatif Anak 2 Tahun

mainan edukatif anak 2 tahun

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa permainan edukatif bagi anak usia 2 tahun yang bisa dilakukan bersama Si Kecil. Apalagi, mengingat ia akan mengalami beberapa perubahan intelektual, fisik, sosial, dan emosional, di masa tumbuh kembangnya.

"Tahapan tumbuh kembang usia 2-3 itu adalah hal utama karena kemampuan bahasanya mulai berkembang," kata Robert Myers, Ph.D., psikolog anak dan remaja dan asisten profesor klinis Psikiatri dan Perilaku Manusia di University of California, mengutip Parents.

1. Puzzle

Mainan puzzle adalah salah satu permainan yang paling sulit, tetapi mendidik dan menarik sebagai mainan edukatif untuk anak usia 2 tahun.

Dengan memperbaiki dan membentuk gambar lewat serpihan-serpihan tak teratur, permainan puzzle akan melatih kemampuan anak tentang ingatan mereka.

Selain akan meningkatkan daya ingat dan daya imajinasi anak, bermain puzzle juga untuk melatih kesabaran dan tekad dengan mencoba menyelesaikan potongan-potongan untuk menjadikan gambar yang utuh.

2. Mainan Blok

Mainan blok dengan bermacam-macam bentuk dan warna dapat menjadi mainan edukatif anak usia 2 tahun yang menyenangkan untuk kreativitasnya. Si Kecil dapat membuat bentuk apa saja sesuai imajinasinya.

Mengutip Good Housekeeping, mainan blok sangat bagus untuk membantu mengembangkan keterampilan motorik kasar dan meningkatkan kreativitas anak yang tanpa batas.

3. Mainan Tentang Makanan

Mainan yang berhubungan dengan makanan dapat menjadi mainan edukatif anak usia 2 tahun yang cocok.

Dengan menggunakan jenis mainan ini, Si Kecil dapat dengan mudah menentukan jenis makanan melalui mainan, serta warna dan tekstur dari makanan yang ia pilih.

4. Mainan yang Melibatkan Fisik

Tidak selalu dengan mainan, Moms bisa mengajak Si Kecil bermain di luar ruangan untuk permainan edukatif sekaligus perkembangan fisiknya. Misalnya bermain bola, berlari, melempar, dan menendang.

Ajak Si Kecil bermain bersama, sehingga ia tidak melulu memainkan gadget dan anak tetap bergerak aktif.

Apalagi, dalam studi Journal American Medical Association (JAMA) Pediatrics, dikatakan bahwa paparan televisi memiliki dampak negatif pada kemampuan bahasa anak.

Itu dia Moms, perkembangan untuk anak usia 2 tahun dan mainan edukasi anak yang dapat dicoba untuk membantu tumbuh kembang Si Kecil. Semoga Si Kecil tumbuh dengan sehat.

Artikel Terkait