KESEHATAN
16 Oktober 2019

Air Demineral dan Air Mineral Bagi Tubuh, Mana yang Lebih Baik?

Moms, bagus mana air yang harus diminum? Air mineral atau demineral?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Air adalah komponen utama tubuh kita. Makanya, asupan air sangat penting bagi tubuh. Tanpa air, tubuh akan sulit melakukan proses metabolisme dan kesehatan pun akan terganggu. Air sangat mendukung berbagai proses dalam tubuh, entah itu air mineral ataupun air demineral.

Yang disebut air mineral adalah air yang mengandung mineral atau bahan-bahan larut lain yang mengubah rasa atau memberi nilai-nilai terapi. Mineral yang terdapat dalam air mineral jumlahnya bisa banyak ataupun sedikit. “Komponen mineralnya bisa bermacam-macam, seperti zink, zat besi, kalsium, dan magnesium,” kata Dr Charles Mayo dari Mayo Clinic.

Moms, banyak yang menganggap bahwa air minum biasa sama dengan air mineral. Padahal, air minum juga ada yang demineral, yang artinya mineral-mineral yang terkandung dalam air tersebut sudah didistilasi. Air demineral ini juga sering disebut sebagai air murni.

Baca Juga: Khasiat Air Mineral untuk Kesehatan

Manfaat Air Mineral

mineralwatercover.jpg

Foto: tapp.com

Tubuh manusia tidak mampu memproduksi mineral. Oleh karena itu, kita harus mendapatkannya dari luar tubuh, yang salah satunya adalah dengan mengonsumsi air mineral.

Kandungan mineral dalam air diklaim penting untuk membantu fungsi kerja beberapa bagian tubuh. “Air mineral didapat dari sumber air kaya mineral atau biasanya dapat pula ditambahkan mineral ke dalamnya,” ucap Dr Mayo.

Lebih lengkapnya, manfaat air mineral bagi tubuh antara lain:

  • Menurunkan berat badan
  • Meningkatkan kesehatan tulang
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL)
  • Menyehatkan pencernaan
  • Menjaga kinerja otot
  • Menjaga keseimbangan elektrolit
  • Mengurangi risiko batu ginjal
  • Menjaga kecantikan kulit

Baca Juga: Ini Manfaat Hebat Air Mineral untuk Tubuh

Manfaat Air Demineral

minum-air.jpg

Berbeda dengan air mineral, air demineral merupakan air yang tidak mengandung mineral. Air jenis ini diperoleh melalui proses pemurnian seperti distilasi (pemisahan zat-zat kimia), deionisasi (menetralisasi ion positif dan negatif), reverse osmosis (pemurnian), atau proses lain yang setara dan aman diminum. Pada zaman dulu, orang mendapakan air jenis ini dengan meminum air embun kala sakit untuk tujuan penyembuhan.

“Tubuh manusia membutuhkan mineral organik yang bisa didapat dari sayur, buah, maupun daging. Sementara mineral yang ada dalam air biasa adalah mineral anorganik yang sebetulnya tidak dibutuhkan tubuh. Mineral jenis ini membuat sel tubuh bekerja lebih berat. Karenanya, minum air yang tidak mengandung mineral atau sedikit mineral akan lebih bermanfaat bagi kesehatan,” ungkap Dr Mayo.

Sementara Dr. Allan E. Bani lewat bukunya Your Water and Your Health, mengatakan kalau mengonsumsi air non mineral tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan, melainkan bermanfaat ganda, karena tidak menambah kadar mineral anorganik yang sudah lama tertimbun dalam jaringan tubuh, dan membantu membersihkan mineral anorganik yang terdapat di dalam tubuh.

Meski dua pendapat di atas mengindikasikan bahwa air demineral lebih sehat ketimbang air mineral, tapi berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, serangan jantung, dan hipotiroid. Selain itu, hilangnya elektrolit dalam air dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Baca Juga: Pentingnya Minum Air untuk Menghindari Batu Ginjal

Nah, Moms, sekarang Moms jadi bisa mempertimbangkan mana yang lebih baik di antara air mineral dan air demineral, kah?

(RYO/DIN)

Artikel Terkait