3-5 TAHUN
19 Juli 2019

Ajarkan 4 Kebiasaan Sehat Ini Pada Anak Sejak Dini

Mengetahui tata cara bersin adalah salah satunya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Salah satu tanggung jawab sebagai orang tua adalah mengajari agar Si Kecil memiliki kebiasaan sehat. Waktu terbaik untuk mulai mengenalkannya adalah ketika mereka masih muda. Penting juga bagi Moms dan Dads untuk memberikan contoh yang baik.

Memberitahu anak-anak apa yang harus dilakukan tidak akan selalu berhasil. Mereka perlu melihat Moms dan Dads melakukan kebiasaan yang sehat juga.

Anak juga harus belajar tentang kebiasaan sehat yang harus dia miliki. Mulailah dengan menjelaskan bahwa kuman bertanggung jawab atas perasaan buruk yang didapatnya ketika dia sakit. Kemudian ajarkan dia tentang kebiasaan sehat.

Kami memiliki beberapa tips lain yang mungkin bisa jadi referensi kebiasaan sehat untuk anak!

Baca Juga: Memilih Perlengkapan Makan dan Minum yang Tepat Bagi Kesehatan Anak

1. Aturan Makan

kebiasaan sehat untuk anak

Kebiasaan sehat untuk anak yang pertama dilakukan saat makan. Salah satu pengaruh terbesar pada kebiasaan makan Si Kecil adalah Moms. Jadi sangat penting untuk bisa menjadi contoh yang baik. Ahli diet Caitlin Rabel mengatakan, jangan ajarkan anak untuk menjadi picky eater.

"Tidak ada makanan yang secara intrinsik 'baik' atau 'buruk'. Hiduplah tanpa makanan dibatasi, kecuali karena alasan medis yang diperlukan. Ini akan membantu menciptakan hubungan yang sehat dengan semua makanan," ujarnya.

Ciptakan hubungan yang sehat dengan makanan dan fokus dengan keluarga saat berkumpul di meja makan.

Tidak makan di depan TV juga membantu fokus tetap pada makanan. “Ini memungkinkan anak-anak tetap sadar akan kelaparan dan isyarat kenyang,” tambah dia.

Baca Juga: 7 Makanan Untuk Membantu Menjaga Kesehatan Gigi Anak

2. Ajarkan Mencuci Tangan

kebiasaan sehat untuk anak

Mencuci tangan menjadi prioritas utama kebiasaan sehat untuk anak-anak karena satu alasan sederhana, yakni melakukannya dengan sering dan benar akan mencegah penyebaran kuman yang dapat menyebabkan flu dan infeksi lainnya.

Bahkan seorang bayi dapat melihat kebiasaan sehat ini saat menonton Moms dan Dads membersihkan tangan. Dan ketika dia cukup umur, ajarkan dia untuk mengikuti arahan sederhana. Gunakan air hangat dan sabun dan buatlah banyak busa.

Gosok setidaknya selama 20 detik sambil menyanyikan lagu favoritnya. Gosok bagian depan dan belakang tangan, dan di antara setiap jari, bilas sampai bersih, dan keringkan.

3. Kebiasaan Saat Bersin

kebiasaan sehat untuk anak

Apa lagi kebiasaan sehat untuk anak? Ketika Si Kecil bersin dan tidak ada tisu yang terlihat, tunjukkan padanya bagaimana menutup mulut dan hidungnya ke bagian dalam sikunya, bukan ke tangan atau udara.

Saat bersin, 100.000 kuman terbang keluar dari saluran hidung Anda dengan kecepatan sekitar 100 mil per jam. Tapi menahan bersin dengan mencubit hidung atau menutup mulut bukanlah ide yang baik, dan cenderung berbahaya menurut audiolog UAMS Dr. Aliison Catlett Woodall.

"Jika bersin dilakukan dengan menjepit hidung atau menutup mulut, udara bertekanan ini dipaksa kembali melalui pipa Eustachius dan masuk ke rongga telinga tengah,” kata Woodall.

Dengan cara ini, kuman tidak akan berakhir di jari-jarinya. Karena, 80 persen kuman ditransfer melalui sentuhan atau udara. Kebiasaan sehat ini juga berlaku saat Si Kecil batuk.

Baca Juga: 5 Cara Asyik Mengajarkan Anak Makanan Sehat, Yuk Disimak!

4. Jangan Berbagi Barang Tertentu

kebiasaan sehat untuk anak

Barang-barang tertentu dapat mengandung kuman dan hal-hal menjijikkan lainnya, sehingga anak harus belajar bahwa beberapa hal tidak dimaksudkan untuk dibagikan.

Jelaskan kepada anak bahwa walaupun menyenangkan membiarkan teman bermain dengan mainan, ada hal-hal yang harus dia simpan sendiri. Seperti sisir, kuas, topi sikat gigi; gelas, garpu, sedotan, peluit, dan tentu saja tisu.

Mengajarkan hal sederhana seperti ini memang membutuhkan waktu. Hal itu agar Si Kecil menjadi terbiasa dengan sendirinya. Namun, jika anak berhasil melaluinya dengan baik, orang tua mana yang tidak bahagia.

(FAR)

Artikel Terkait