KEHAMILAN
31 Agustus 2019

Alasan Tahu dan Tempe Menjadi Makanan Terbaik untuk Kehamilan

Kandungan dalam tahu dan tempe konon bisa membahayakan kesehatan dan perkembangan janin lho
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms yang gemar menyantap tahu dan tempe tentu akan bertanya-tanya apakah kedua makanan ini aman dikonsumsi saat hamil. Ada yang bilang, konsumsi kedelai, bahan baku tahu dan tempe, berlebihan tidak baik untuk kesehatan.

Sebenarnya apakah kedelai aman selama kehamilan? Kedelai adalah sumber protein rendah lemak, tetapi beberapa ahli memperingatkan bahwa terlalu banyak dapat membahayakan kesehatan dan perkembangan bayi di dalam kandungan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kaddungan isoflavon, yang merupakan fitoestrogen, atau bahan kimia yang meniru hormon estrogen dalam tubuh, dapat membahayakan kesehatan dan bahkan secara negatif memengaruhi perkembangan bayi selama kehamilan.

Penelitian lainnya menemukan bahwa legum dalam kedelai sebagai sumber protein rendah lemak dibutuhkan ibu hamil untuk menumbuhkan bayi yang sehat. Mendapatkan protein yang cukup selama kehamilan, terutama bagi vegetarian. Sehingga banyak ibu hamil mencari kedelai untuk meningkatkan asupan protein mereka.

"Selain protein berkualitas tinggi, kedelai juga menyediakan folat, zat besi, kalsium, seng dan mineral," kata Elizabeth Somer, M.A., R.D., Salem, Ore. Penulis Eat Your Way to Happiness (Harlequin) yang berbasis di Ore. Menurutnya, kedelai juga kaya serat, dan mereka sumber asam lemak omega-3.

Menghadapi informasi yang saling bertentangan, banyak ibu hamil yang tidak yakin seberapa banyak kedelai yang aman untuk dikonsumsi. Moms juga tentu bingung apakah boleh mengonsumsi tahu dan tempe saat hamil.

Untuk menjawab kebingungan Moms soal konsumsi tahu dan tempe saat hamil, yuk simak fakta dan ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: Bisa Turunkan Kolesterol, Ini 5 Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Yang Baik dan Buruk

images (8).jpg

Foto: Cookinglight.com

Kedelai mengandung asam fitat, zat tumbuhan alami yang berikatan dengan mineral. Asam fitat dapat menghalangi penyerapan beberapa logam berat, seperti merkuri, timbal, kadmium, dan uranium, yang sangat bagus.

"Tetapi juga dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti niasin, kalsium, magnesium, besi dan seng, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin," kata Brandon Horn, Ph.D., JD, L.Ac., seorang profesor kedokteran reproduksi di Universitas Pengobatan Tradisional Cina Yo-San di Los Angeles dan profesor di Fakultas Kedokteran Universitas California, Los Angeles, David Geffen.

Selain itu, makan kedelai dapat menyebabkan pubertas awal, siklus menstruasi yang tidak teratur, dan masalah kesuburan pada anak perempuan dan meningkatnya insiden cacat lahir urologis pada anak laki-laki.

Penelitian pada hewan telah mengaitkan kedelai dengan hasil seperti itu, dan penelitian mulai muncul bahwa kedelai dapat memiliki efek yang sama pada manusia.

Baca Juga: 3 Resep Olahan Tahu untuk Anak yang Pasti Disuka

Moderasi adalah Kunci

images (9).jpg

Foto: Thrilist.com

"Selama kehamilan, satu atau dua porsi kedelai setiap hari baik-baik saja," kata Somer, yang mencatat bahwa satu porsi adalah setengah cangkir tahu atau satu cangkir susu kedelai.

Beberapa ahli merekomendasikan produk kedelai fermentasi, seperti tempe dan miso, daripada susu kedelai dan tahu.

"Fermentasi membantu menetralkan asam fitat dalam kedelai, membuat nutrisi lebih mudah diserap tubuh," kata Jonny Bowden, Ph.D., C.N., co-penulis 100 Makanan Sehat untuk Makan Selama Kehamilan yang diterbitkan Fair Winds Press.

Apa pun bentuk kedelai yang dipilih ibu hamil, makanlah makanan utuh, bukan camilan olahan. Bowden mengatakan, bahwa banyak makanan kedelai yang dipasarkan sebagai makanan sehat sebenarnya hanya makanan cepat saji.

Baca Juga: Resep Tempe Orek untuk Sahur, Praktis!

Jadi tahu dan tempe tentu sangat baik semasa hamil, namun dengan takaran yang tepat dan tidak berlebihan ya Moms. Lengkapi juga kebutuhan nutrisi dengan sumber gizi lainnya.

(TPW)

Artikel Terkait