BALITA DAN ANAK
12 September 2019

Apa Benar Gen Orang Tua Pengaruhi Gemuk pada Anak?

Seberapa besar pengaruh gen orang tua?
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Carla Octama

Para wanita memang sangat peduli dengan penampilan, mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut, semua harus terlihat sempurna dan menarik.

Makanya jangan heran jika banyak dari mereka yang tidak segan-segan mengeluarkan uang berjuta-juta untuk perawatan diri. Semuanya demi penampilan.

Jerawat muncul sedikit saja, langsung konsultasi dengan dokter klinik kecantikan. Badan gendut sedikit saja, langsung panik nggak ketulangan dan langsung melakukan diet ini dan itu demi badan yang ramping.

Tapi bagaimana jika gendut ini adalah bawaan sejak lahir dari orang tua? Apa benar gemuk pada anak itu dipengaruhi oleh gen ibu juga?

Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak Dengan 6 Cara Ini

Badan Gemuk

badan gemuk, kelebihan berat badan

Foto: blogs.spectator.co.uk

Banyak anak-anak sekarang yang memiliki tubuh gemuk. Sebenarnya memiliki tubuh gemuk itu wajar-wajar saja, apalagi pada anak-anak karena mereka memang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Tapi jika badan gemuk ini berlanjut hingga remaja dan dewasa, bagaimana ya? Bisa jadi hal ini disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat.

Terlalu banyak makan makanan berlemak dan mengandung kalori tinggi, lalu jarang olahraga, bisa jadi salah satu pemicunya.

Jika memang pola hidup kita seperti ini, maka jangan heran jika badan gemuk adalah hasil yang didapatkan.

Ada juga yang beranggapan badan gemuk disebabkan karena faktor genetik. Faktanya, tidak selalu semua kegemukan disebabkan oleh faktor genetik, tetapi bisa jadi salah satu faktor penyebab.

Sebuah penelitian sebagaimana dikutip dari nytimes.com telah membuktikan bahwa di antara anak-anak usia di bawah 10 tahun, memiliki orang tua yang berbadan gemuk, secara tidak sadar juga menggandakan risiko si anak untuk tumbuh dengan badan gemuk.

''Kami terkejut melihat betapa eratnya hubungan ini di masa kanak-kanak,'' kata Dr. William H. Dietz dari New England Medical Center di Boston, sekaligus salah satu penulis penelitian ini. ''Hal ini jauh lebih menonjol dibandingkan dengan berat badan anak,” sambungnya.

Baca Juga: Apakah Gula Dapat Menambah Berat Badan Anak Secara Sehat dan Aman?

Banyak penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak yang kelebihan berat badan cenderung tumbuh menjadi orang dewasa dengan badan gemuk. Tetapi studi baru mencoba untuk menentukan pengaruh berat badan anak itu sendiri dan pengaruh orang tua.

Ditemukan bahwa pada tahun-tahun awal, berat badan anak itu tidak lebih penting daripada orang tua dalam menunjukkan tanda-tanda berat badan. Tetapi mendekati remaja, berat badan anak muda menjadi faktor yang sangat penting.

Mengutip dari The New York Times, obesitas atau kelebihan berat badan terjadi dalam keluarga karena anak-anak memiliki kecenderungan genetik untuk menjadi gemuk. Selain itu dalam keluarga terjadi pola makan yang sama dan cara berolahraga yang membuat anak memiliki kelebihan berat badan.

Hasil dari penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa faktor genetik memang menjadi penyebab awal anak memiliki kelebihan berat badan di awal, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pola hidup juga mengambil peran yang sangat besar.

Studi ini juga menyediakan sebuah hasil positif untuk menenangkan orang tua, bahwa mereka tidak perlu khawatir bahwa bayi yang gemuk akan tumbuh menjadi kelebihan berat badan.

''Orang tua dengan berat badan normal tidak perlu khawatir tentang balita mereka yang tumbuh besar menjadi berbadan gemuk,'' kata Dr. Robert C. Whitaker dari Children's Hospital Medical Center di Cincinnati.

Artikel Terkait