BALITA DAN ANAK
22 Mei 2020

Lemak, Gula, dan Garam Tidak Selalu Buruk untuk Si Kecil. Ini Alasannya!

Apakah benar? Simak ya Moms penjelasannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Memaksa anak untuk makan tidak akan membuahkan hasil. Begitu juga melarangnya makan. Semakin dilarang memakan sesuatu, anak akan semakin menginginkan makanan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk anak maupun orang dewasa untuk bisa menikmati semua makanan dan minuman dalam porsi yang tepat.

Dikutip dari situs resmi Healthy Children milik American Academy of Pediatrics, mengonsumsi makanan yang mengandung lemak dan gula tidak akan berdampak buruk. Asalkan, semua itu itu tidak dikonsumsi secara berlebihan. Begitu pun soal garam yang selama ini dikatakan memiliki dampak buruk yang lebih besar ketimbang dampak baik.

“Studi kami yang dilakukan dengan mengumpulkan banyak bukti memberikan hasil bahwa konsumsi sodium dalam porsi yang moderat kemungkinan memiliki manfaat untuk kesehatan jantung. Akan tetapi, berpotensi memiliki dampak yang lebih buruk jika konsumsi terlalu banyak atau terlalu sedikit. Intinya, tubuh kita membutuhkan nutrisi penting seperti sodium, tetapi pertanyaannya adalah berapa banyak kebutuhan tersebut,” ujar Prof. Andrew Mente dari Population Health Research Institute of Hamilton Health Sciences and McMaster University and Colleagues.

Alasan Mengapa Lemak, Gula, dan Garam Tidak Selalu Buruk

Artinya, ada alasan mengapa lemak, gula, dan garam tidak selalu buruk. Terutama untuk Si Kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan.

1. Lemak Mengandung Kalori yang Penting untuk Pertumbuhan

Lemak, Gula, dan Garam Tidak Selalu Buruk untuk Si Kecil 1.jpg

Foto: britannica.com

Lemak merupakan sumber kalori yang dibutuhkan anak-anak dalam pertumbuhan. Kalori tersebut akan mengalami proses pembakaran dan menjadi sumber energi untuk tubuh Si Kecil saat beraktivitas.

Sebagai pedoman umumnya, lemak harus kurang dari 30% dari total kalori di dalam diet Si Kecil. Lemak sendiri dikategorikan menjadi dua yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

Secara umum minyak dan lemak yang berasal dari hewan adalah lemak jenuh. Sedangkan lemak tidak jenuh adalah lemak non-hewani yang berbentuk cair di dalam suhu ruangan termasuk minyak sayuran.

Karena itu, Moms bisa pertimbangkan untuk lebih banyak memasukkan lemak tidak jenuh ke dalam diet Si Kecil.

Baca Juga: 4 Sumber Lemak Terbaik untuk MPASI Bayi

2. Garam Mengandung Sodium Klorida yang Dibutuhkan untuk Pertumbuhan

Lemak, Gula, dan Garam Tidak Selalu Buruk untuk Si Kecil 2.jpg

Foto: economictimes.com

Garam mengandung senyawa sodium klorida yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan elektrolit di dalam tubuh. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan garam sama sekali, maka tubuh Si Kecil akan mengalami dehidrasi dan begitu juga sebaliknya.

Maka dari itu, tubuh Si Kecil tetap membutuhkan asupan garam dengan kadar yang tepat setiap harinya. Terlebih apabila Si Kecil sering melakukan aktivitas di luar ruangan yang membuatnya banyak mengeluarkan keringat.

Baca Juga: Kapan Gula Garam Boleh Ditambahkan pada Makanan untuk Bayi?

3. Gula dalam Daftar Diet Si Kecil Bukan Hanya Sebagai Pemanis

Lemak, Gula, dan Garam Tidak Selalu Buruk untuk Si Kecil 3.jpg

Foto: labellord.eu

Gula dalam makanan, entah itu alami atau buatan, memberikan kalori bagi tubuh Si Kecil. Kalori ini menjadi bahan bakar yang membentuk energi penting untuk aktivitasnya sehari-hari.

Pemanis berkalori bervariasi mulai dari gula sederhana, seperti fruktosa dan glukosa, sampai gula meja yang umum, seperti contohnya madu. Selain memberikan rasa, konsumsi gula yang cukup artinya kalori dalam tubuh Si Kecil cukup untuk kesehariannya.

Akan tetapi, Moms harus tetap ingat bahwa kalori yang berasal dari gula bisa meningkat dengan sangat cepat dan seiring berjalannya waktu, ini bisa menyebabkan diabetes pada Si Kecil. Terlalu banyak gula juga bisa menjadi salah satu penyebab gigi berlubang.

Baca Juga: Bolehkah Anak di Bawah 1 Tahun Diberikan Gula dan Garam?

Yang pasti, Moms juga harus ingat bahwa ada baiknya Si Kecil dibiasakan untuk memiliki pola makan yang sehat sejak usia dini. Setiap asupan nutrisi dari lemak, gula, dan garam tetap dibutuhkan asalkan takarannya sesuai. Karena, apapun yang berlebihan selalu memiliki dampak buruk bagi tubuh.

Artikel Terkait