PERNIKAHAN & SEKS
22 Oktober 2019

Apa Sebenarnya Squirting pada Wanita Saat Rangsangan dan Hubungan Seksual?

Biasanya dibarengi dengan menyemburnya cairan dari dalam vagina
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bagi para pria, orgasme identik dengan ejakulasi. Sedangkan ketika wanita mengeluarkan cairan dari vagina sepanjang hubungan seks, masih menjadi perdebatan apakah itu termasuk orgasme atau bukan.

Hal ini masih menjadi perdebatan, bahkan selama berabad-abad. Ada istilah squirting pada wanita, tapi apakah itu termasuk tanda orgasme?

Keluarnya cairan dari dalam vagina yang biasa disebut squirting ini masih belum bisa dipastikan, apakah itu cairan urin, pelumasan dari dinding vagina, atau apakah semburan itu sebenarnya cairan dari salah satu kelenjar peri-uretra?

Dalam The Journal of Sexual Medicine, Dr. Zlato Pastor meninjau segala studi tentang fenomena ini.

Dari temuan Dr. Pastor, dilaporkan bahwa antara 10-54 persen wanita mengungkapkan adanya cairan yang menyembur selama rangsangan, dan kebanyakan mereka menggambarkan bahwa ejakulasi mengacu pada hal itu.

Dalam penelitiannya, Dr. Pastor kemudian membagi kemungkinan keluarnya emisi dan terjadinya squirting pada wanita itu sebagai hasil dari tiga fenomena. Apa saja itu?

Cairan Keputihan

Apa Sebenarnya Squirting Saat Rangsangan dan Hubungan Seksual 1.jpg

Foto: pixabay.com

Bisa jadi semburan kecil saat proses rangsangan itu merupakan keluarnya cairan keputihan dari kelenjar kecil di dekat uretra, yang disebut kelenjar peri-uretra.

Kadang kelenjar ini juga disebut sebagai 'prostat wanita'.

Baca Juga: Gangguan pada Vagina bisa Menghambat Kehamilan Sejauh Apa?

Urin dari Kandung Kemih

Apa Sebenarnya Squirting Saat Rangsangan dan Hubungan Seksual 2.jpg

Foto: tofros.com

Urin yang dikeluarkan dari kandung kemih dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, urin pada wanita yang punya masalah dengan inkontinensia secara umum, termasuk selama aktivitas seksual.

Kedua, wanita yang mengeluarkan urin hanya selama orgasme saja.

Urin yang disemprotkan hanya selama orgasme biasanya oleh para wanita tidak diidentifikasikan sebagai urin, karena memang jauh lebih encer.

Urin ini tidak berbau ataupun tampak seperti urin, meskipun itu keluar dari kandung kemih.

Baca Juga: Mengenal Pediatrik Hidronefrosis: Pembengkakan Ginjal Akibat Penumpukan Urin Pada Bayi

Kombinasi Dua Hal di Atas

Apa Sebenarnya Squirting Saat Rangsangan dan Hubungan Seksual 3.jpg

Foto: pexels.com

Perkiraan terakhir, bisa saja squirting pada wanita itu mengeluarkan dua cairan seperti disebut di atas secara bersamaan saat proses rangsangan seksual.

Namun hal ini pun masih belum bisa dipastikan juga kebenarannya.

Sesungguhnya, bicara soal squirting pada wanita ini memang lebih sulit untuk dipelajari, mengingat penelitian lebih sering dilakukan pada para wanita yang secara random menjawab pertanyaan tentang dari mana cairan itu berasal.

Mereka hanya bercerita berdasarkan apa yang mereka alami dan rasakan, bukan konfirmasi secara visual.

Dalam Everyday Heath dituliskan bahwa para ahli sepakat kalau banyak wanita yang mengalami 'ejakulasi pada wanita'.

Cukup banyak ilmuwan yang meyakini bahwa ejakulasi pada wanita ini berasal dari kelenjar pelumas.

Sementara sang penulis, Lauren Streicher, MD yang merupakan Associate Clinical Professor of Obstetrics and Gynecology di sekolah medis Northwestern University, The Feinberg School of Medicine yakin bahwa hal itu tidak benar.

Menurutnya, wanita mengeluarkan berbagai cairan selama aktivitas seksual dan orgasme.

Lauren Streicher menyimpulkan bahwa jika Moms merasa ada semburan cairan sepanjang aktivitas seksual, hal itu tak perlu dikhawatirkan atau dijadikan beban pikiran.

Jika tidak terjadi squirting maupun semburan itu pun, Moms juga tak perlu merasa harus ada yang diperbaiki dari hubungan seksual yang sudah berjalan selama ini.

Sekarang, sudah terjelaskan apa itu squirting pada wanita, bukan?

Baca Juga: Tak Selalu dengan Hadiah, Coba 5 Posisi Seks Ini untuk Merayakan Ulang Tahun Suami

(DEW/DIN)

Artikel Terkait