BALITA DAN ANAK
22 September 2019

Awas! Ini 5 Dampak Jangka Panjang Sleep Apnea Pada Balita

Berdampak negatif pada perkembangan fisik, kognitif, dan emosional
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Kondisi sleep apnea pada balita rupanya cukup umum terjadi lho, Moms. Menurut American Academy of Family Physician, sekitar 1 sampai 3% balita mengalaminya.

Moms mungkin sudah tahu, kalau yang dimaksud dengan sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi akibat saluran udara terhambat sehingga napas jadi sering terhenti.

Gejalanya adalah mengorok, bernapas dari mulut, dan sering terlihat kehabisan napas saat tidur.

Sleep apnea pada balita sebenarnya tidak boleh diabaikan dan perlu segera diatasi, karena bisa menimbulkan berbagai dampak panjang seperti berikut ini:

Baca Juga: Ternyata Ini 3 Alasan Anak Sering Mengigau Saat Tidur

1. Obesitas

Awas Dampak Jangka Panjang Sleep Apnea Pada Balita 1.jpg

Parents.com

Banyak orang tua mengira sleep apnea pada balita adalah fase normal pertumbuhan yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia.

Namun menurut American Sleep Apnea Association, banyak studi ilmiah membuktikan kalau membiarkan sleep apnea pada balita bisa meningkatkan resiko obesitas Si Kecil di masa depan.

Ini bisa terjadi karena stress tubuh akibat sleep apnea mengubah fungsi metabolisme, sehingga balita jadi lebih suka mengonsumsi makanan tidak sehat, kurang energi untuk bergerak aktif, serta mengalami masalah lain yang berujung pada naiknya berat badan.

2. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Awas Dampak Jangka Panjang Sleep Apnea Pada Balita 2.jpg

Homesleepllc.com

Studi yang dilakukan oleh profesor kedokteran anak David Gozal MD. dan para peneliti dari University of Chicago Section of Pediatric Sleep menemukan sleep apnea di masa balita yang diabaikan dapat membuat fungsi sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah.

Itu artinya Si Kecil jadi lebih beresiko mengalami penyakit peradangan yang bisa merusak organ tubuh.

3. Masalah Perilaku

Awas Dampak Jangka Panjang Sleep Apnea Pada Balita 3.jpg

Sleepingshouldbeeasy.com

Kalau Moms perhatikan, balita dengan sleep apnea sering terlihat gelisah dan setengah terbangun saat sedang tidur.

Kondisi ini disebut dengan fragmentasi tidur, yaitu transisi antara tahapan tidur dalam (deep sleep) dan tidur ringan (light sleep).

Fragmentasi tidur tadi diketahui dapat mengurangi fokus dan konsentrasi, serta memicu masalah perilaku seperti hiperaktivitas, sulit diatur, ataupun gejala kecemasan dan depresi.

Baca Juga: Kenapa Anak Susah Tidur?

4. Nilai IQ Lebih Rendah

Awas Dampak Jangka Panjang Sleep Apnea Pada Balita 4.jpg

Go.harveynorman.ie

Tidak disangka, sleep apnea pada balita rupanya juga dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan kecerdasan anak lho, Moms.

Dari studi lain yang dilakukan oleh dokter David Gozal, diketahui kalau dampak jangka panjang dari sleep apnea pada balita yang diabaikan bisa mengurangi nilai IQ sebanyak 10 poin.

5. Pertumbuhan Tidak Optimal

Awas Dampak Jangka Panjang Sleep Apnea Pada Balita 5.jpg

Verywellfamily.com

Seperti dikutip dari situs verywellhealth.com, masalah tidur akibat gangguan pernapasan seperti sleep apnea rupanya bisa melambatkan laju pertumbuhan anak dan balita.

Dampak jangka panjang ini dipercaya terjadi karena fragmentasi tidur menganggu produksi berbagai hormon yang penting bagi pertumbuhan normal, termasuk HGH (human growth hormone).

Melihat dampak jangka panjangnya yang merugikan, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter bila melihat gejala sleep apnea pada balita ya, Moms.

Nah, apa Moms tahu apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah sleep apnea pada balita?

(WA)

Artikel Terkait