KESEHATAN
23 April 2018

Bagaimana Cara Agar Bayi Lancar Menyusu di Malam Hari?

Bagaimana Cara Agar Bayi Lancar Menyusu di Malam Hari?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Tanya:

Saya ibu baru dengan 1 anak perempuan. Saat ini bayi saya berumur 5 bulan 3 minggu. Sejak beberapa bulan yang lalu, bayi saya mulai mengenal hisapan jempol.

Kalau tidur malam hari, sebelum kenal jempol, bayi saya biasanya ngulet-ngulet kalau merasa haus sampai saya terbangun.

Tapi setelah kenal isap jempol, walaupun jempolnya saya ganti dengan ASI, dia malah berontak, dan lebih sering jadi terbangun tengah malam.

Sampai 1 bulan yang lalu, berat badan bayi saya hanya naik 0.2 ons. Saya jadi pasang alarm per 2 jam sekali untuk menyusui, tapi bayi kadang hanya mengempeng saja ketimbang menyusu.

Bagaimana ya supaya bayi saya bisa menyusui pada malam harinya lancar? (Astri Setianingrum)

Jawab:

Aktivitas memasukkan jari ke dalam mulut merupakan aktivitas yang normal dilakukan oleh bayi, karena saat ini bayi berada pada fase oral di mana ia suka memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya karena pada fase ini pusat kenikmatan terletak di daerah mulut.

Secara psikologis ketika bayi memasukkan jari ke dalam mulutnya pertanda lapar, namun juga kebutuhan mengisap memang sudah aja sejak bayi lahir. Moms tidak perlu khawatir karena kebutuhan mengisap ini akan hilang dengan sendirinya.

Jangan terlalu memaksakan bayi untuk berhenti mengisap jempolnya karena akan membuatnya merasa marah dan justru bayi akan semakin intens untuk mengisap jempol untuk melampiaskan rasa marahnya.

Coba berikan toleransi kepada bayi ketika ia mengisap jempol agar kebutuhan mengisapnya terpenuhi. Moms juga perlu perhatikan ketika memberikan ASI kepada bayi apakah ia sudah merasa lapar atau belum.

Coba dekatkan puting susu Moms ke mulut bayi, jika ia menolak jangan dipaksa karena akan menimbulkan trauma bagi bayi. Moms juga bisa mencoba memerah ASI-nya dan berikan ke bayi dengan menggunakan sendok.

Dijawab oleh Nidya Dwika Puteri, M. Psi

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Artikel Terkait