TRIMESTER 1
10 Desember 2019

Dehidrasi Saat Hamil, Ini 3 Bahaya yang Harus Diwaspadai

Dehidrasi adalah kondisi yang berbahaya bagi setiap orang, termasuk ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, tahukah kamu bahwa tubuh manusia dewasa hampir 65% terdiri dari air? Hal ini membuktikan bahwa asupan cairan sangat penting untuk keberlangsungan hidup seseorang.

Dilansir dari American Pregnancy Association, ibu hamil membutuhkan lebih banyak air putih dibanding orang biasa. Sebab air putih berpengaruh pada perkembangan bayi, termasuk untuk pembentukan plasenta.

Ketika tubuh kekurangan cairan, maka kondisi ini disebut dehidrasi. Dehidrasi bukan kondisi yang bisa dianggap sepele karena dapat membahayakan kesehatan seseorang.

Terlebih lagi jika saat ini Moms sedang mengandung, kondisi dehidrasi bisa membahayakan kesehatan ibu dan juga anaknya.

Faktanya, dehidrasi memang rentan terjadi pada ibu hamil. Dehidrasi disebabkan karena janin membutuhkan nutrisi yang lebih dan ketika Moms tidak dapat mencukupinya, maka Moms tidak mendapatkan nutrisi yang cukup termasuk cairan dalam tubuh.

Dehidrasi juga dapat disebabkan kurang minum air sedangkan aktivitas yang dilakukan banyak sehingga tubuh kekurangan cairan.

Baca Juga: Apa Penyebab Ibu Hamil Mengalami Morning Sickness?

Selain itu, kondisi morning sickness yang rentan terjadi pada trimester awal kehamilan juga berisiko sebabkan dehidrasi.

Lalu, gejala dehidrasi seperti apa yang akan muncul pada ibu hamil? Seberapa bahaya juga kondisi dehidrasi saat hamil? Ini ulasan selengkapnya.

Gejala Dehidrasi Saat Hamil

3 Bahaya Ibu Hamil yang Alami Dehidrasi-2.jpg

Ibu hamil perlu rutin minum air lebih banyak dibandingkan sebelum hamil.

Hal ini karena volume darah ibu hamil meningkat secara signifikan untuk bayi dan plasenta, yang mana cairan ketuban terbentuk dari air minum juga. Jika kekurangan air, maka hal ini akan menimbulkan gejala dehidrasi saat hamil.

Umumnya, gejala dehidrasi saat hamil adalah rasa haus terus-menerus. Selain itu, Moms akan merasakan perasaan kering di tenggorokan, bibir kering, kulit kurang elastis, buang air kecil lebih jarang, merasa cepat lelah, sembelit, frekuensi urine menurun, urine berwarna kuning, dan sakit kepala.

Secara lebih signifikan, beberapa gejala dehidrasi saat kehamilan yang terjadi, di antaranya detak jantung yang berdetak kencang, perubahan pola gerak bayi, tekanan darah rendah yang dapat menyebabkan pusing atau pingsan, dan rasa pusing yang teramat sangat.

Dehidrasi parah dapat mengakibatkan kegagalan organ yang dapat membahayakan bayi.

Baca Juga: Waspada Dehidrasi Saat Hamil! Ini 5 Tandanya

Bahaya Dehidrasi Saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

3 Bahaya Ibu Hamil yang Alami Dehidrasi-3.jpg

Dehidrasi saat hamil tidak dapat dianggap sepele dan harus segera ditangani. Kalau tidak, baik Moms dan janin yang dikandung akan mendapatkan bahaya yang perlu diwaspadai, yaitu sebagai berikut:

1. Menurunkan Produksi Cairan Ketuban

Dehidrasi saat hamil dapat menyebabkan produksi cairan ketuban menjadi rendah. Cairan ketuban berfungsi untuk melindungi janin dalam kandungan sehingga produksi cairan ketuban yang rendah dapat menghambat perkembangan janin. Selain itu, kondisi ini berisiko sebabkan keguguran.

2. Memicu Kontraksi

Ibu hamil pada trimester akhir yang mengalami dehidrasi dapat memicu kontraksi uterus yang sebabkan kelahiran prematur. Selain itu dapat terjadi gangguan pertumbuhan bayi, komplikasi persalinan atau tali pusar terlilit.

"Ketika ibu hamil mengalami dehidrasi, terjadi kontraksi uterus, padahal tidak sedang dalam masa persalinan," ujar Fahimeh Sasan, D.O., asisten profesor ginekologi di Icahn School of Medicine, Mount Sinai.

3. Memengaruhi Produksi ASI

Dehidrasi saat hamil ternyata juga memengaruhi produksi ASI nantinya menjadi lebih sedikit. Risiko lainnya bayi mengalami cacat lahir atau cacat pada sistem saraf.

Pada kondisi yang parah, dehidrasi dapat sebabkan kematian pada janin atau ibu hamil.

Baca Juga: 5 Dampak Buruk Dehidrasi Bagi Tubuh

Melihat bahaya yang dapat terjadi, sebaiknya mulai dari sekarang Moms jangan malas untuk minum air putih, ya!

Selain rutin minum air putih, pencegahan dehidrasi juga dilakukan dengan membatasi minuman manis atau mengandung kafein dan hindari beraktivitas terlalu keras di lingkungan yang panas atau lembap.

Jika bepergian, sebaiknya bawa minuman sendiri agar tidak ada alasan untuk lupa minum. Ingat, Moms, kesehatan bayi dimulai sejak masih di dalam kandungan, ya!

(DG)

Artikel Terkait