KEHAMILAN
14 Juli 2020

Ini Bahaya Herpes pada Ibu Hamil dan Janin yang Dikandung, Catat!

Dampaknya lebih menyorot masalah psikologis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Di masa kehamilan, seseorang bisa terinfeksi penyakit menular, salah satunya adalah herpes. Herpes merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang paling umum terjadi.

Moms perlu mencari tahu bagaimana bahaya herpes saat hamil dan juga pada janin. Sehingga dapat segara ditangani dan diberikan pengobatan yang tepat.

Menurut jurnal American Family Physician, kondisi ini menjadi masalah kesehatan utama karena wanita dengan infeksi herpes genital selama kehamilan berisiko menularkan virus ke janin dan bayi baru lahir.

Sebagian besar orang yang terinfeksi herpes tidak menyadari bahwa mereka memilikinya, dan sekitar 80 persen bayi dengan herpes dilahirkan oleh ibu yang tidak memiliki riwayat infeksi.

Lalu, seperti apa bahaya penyakit herpes pada ibu hamil dan janin dalam kandungan? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Herpes saat Hamil, Yuk Ketahui Jenis dan Gejalanya!

Bahaya Herpes saat Hamil

bahaya herpes saat hamil-1

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Susie Rendra, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Pondok Indah - Puri Indah, disebutkan bahwa dampak kondisi herpes ini lebih ditekankan pada keluhan lokal.

"Pada ibu hamil yang mengalami infeksi herpes, baik primer maupun rekuren, sebenarnya dampaknya lebih ke keluhan lokal, misalnya rasa nyeri, panas, perih, dan tidak nyaman di area yang terkena. Jarang ada keluhan sistemik," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa bahaya dari herpes pada ibu hamil lebih menyorot kepada efek psikologis.

"Kondisi yang lebih terlihat adalah efek psikologis, yaitu kekhawatiran dan kecemasan yang meningkat, karena memikirkan dampak terhadap janin yang sedang dikandung, terutama bila area yang terkena adalah area kelamin," terangnya.

Lebih lanjut, hal lain yang menjadi sumber kekhawatiran adalah apakah seorang ibu masih memungkinkan untuk melahirkan secara normal atau tidak.

Baca Juga: Simak Gejala Cacar Ular alias Herpes Zoster yang Mengganggu

Bahaya Herpes Bagi Janin

herpes saat hamil-2

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya mengetahui bahaya herpes pada ibu hamil, tetapi penting juga untuk mencari tahu seperti apa bahaya penyakit herpes pada janin di dalam kandungan.

Menurut dr. Susie, dampak herpes bagi janin ini dipengaruhi oleh trimester kehamilan itu sendiri.

"Pada janin yang dikandung, efek infeksi herpes berbeda-beda, tergantung pada trimester berapa ibu hamil mengalami infeksi herpes tersebut dan jenis infeksinya, apakah infeksi primer atau rekuren," jelas dr. Susie.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak terhadap janin perlu diperhatikan bila infeksi primer terjadi pada trimester 1 (beberapa mengatakan sampai usia kehamilan 20 minggu pertama), atau bila infeksi terjadi menjelang persalinan.

"Sementara pada infeksi rekuren, dampak herpes terhadap janin dalam kandungan biasanya minimal," tutupnya.

Mengutip American Pregnancy Association (APA), saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan herpes. Namun, ada obat yang dapat digunakan untuk mengelola gejala dan mengurangi frekuensi infeksinya.

Baca Juga: 5 Penyakit Mematikan Selama Hamil, Wajib Moms Waspadai!

Artikel Terkait