BAYI
14 Juli 2020

Bolehkah Bayi Disusui setelah Gumoh?

JIka gumoh terus berlangsung dan disertai tangisan, segera bawa ke dokter ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketika bayi baru saja mengeluarkan semua susu yang telah mereka minum, Moms pun bertanya-tanya, apakah tidak apa-apa untuk terus menyusui. Seberapa cepat bayi harus makan atau minum lagi setelah gumoh?

Ini pertanyaan yang bagus dan hampir setiap orang tua kemungkinan telah mempertimbangkan bayi disusui setelah gumoh.

Perlu diketahui Moms, gumoh biasa dan dapat terjadi karena berbagai alasan. Sebagian besar penyebabnya tidak serius.

Jawaban singkatnya adalah ya, Moms bisa kembali menyusui bayi setelah mengelap bekas gumoh, atau mengganti baju Anda dan Si Kecil.

Namun, perlu diketahui sejumlah penyebab bayi muntah dan gumoh, dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Mengapa Terjadi Gumoh pada Bayi?

Penyebab Bayi Gumoh

Bolehkah Bayi Disusui Setelah Gumoh?

Foto: Orami Photo Stock

Dalam satu penelitian oleh T. Matthew Shields and Jenifer R. Lightdale dari Asosiasi Dokter Anak Amerika disebutkan, anak-anak yang gumoh tidak memerlukan perawatan berarti.

“Namun, pada anak-anak beresiko dehidrasi dan kelainan elektrolit, langkah pertama dalam mengelola muntah harus stabilisasi klinis dengan penekanan pada koreksi defisit cairan dan kelainan elektrolit,” kata mereka seperti dilansirPeds in Review.

Gumoh pada bayi usia di bawah 1 tahun biasanya terjadi setelah menyusui. Gumoh adalah normal pada bayi sehat. Sekitar setengah dari semua bayi yang berusia 3 bulan ke bawah memiliki jenis refluks asam yang disebut refluks bayi.

Gumoh dari refluks bayi muncul terutama terjadi jika bayi Anda kenyang. Berhati-hatilah agar tidak memberi minum berlebihan pada bayi. Pemberian susu dengan botol dapat sangat membantu karena terukur takarannya.

Untuk mencegahnya, sangat penting bersendawa pada bayi setelah menyusu. Topanglah bayi sehingga badannya tegak selama setidaknya 30 menit setelah menyusui.

Tidak direkomendasikan bagi bayi 1-3 bulan ditempatkan di boks bayi atau kasur dengan penyangga demi badannya tegak, karena khawatir terguling.

Jika bayi kembung dan sudah mengonsumsi makanan padat, lebih baik hindari dulu pemberian MPASI selama sekitar 24 jam, kecuali disajikan sangat encer.

Penyakit yang Menyebabkan Muntah-muntah

Bolehkah Bayi Disusui Setelah Gumoh?

Foto: Orami Photo Stock

Jika gumoh terjadi bukan hanya saat setelah habis minum susu, dan berkali-kali dalam sehari, Moms patut mewaspadai adanya sejumlah penyakit.

Seperti, iritasi akibat infeksi virus atau bakteri, sakit telinga, penyumbatan di perut atau usus. Penyakit-penyakit tadi terindikasi jika muntah-muntah disertai demam, tetapi bukan terjadi usai vaksinasi.

Muntah-muntah juga umum terjadi sebagai reaksi atas konsumsi obat-obatan dan alergi benda tertentu. Muntah juga terjadi pada anak ketika mabuk perjalanan, merasa agak kedinginan, serta intoleransi bau.

Baca Juga: Bayi Sering Gumoh, Berbahayakah?

Bayi Disusui atau Makan setelah Gumoh

Bolehkah Bayi Disusui Setelah Gumoh?

Foto: Orami Photo Stock

Memberi kembali asupan berupa makanan, susu formula, air putih, dan ASI sangat dianjurkan setelah Si Kecil gumoh.

Terlalu banyak muntah dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan penurunan berat badan pada kasus yang sangat serius. Pemberian susu dapat membantu mencegah keduanya. Beri bayi Anda makan setelah mereka berhenti muntah.

Pemberian makanan cair setelah muntah, seperti disarikan dari artikel Healthline bertajuk ‘Feeding Baby After Vomiting’, dapat membantu mengatasi mual bayi.

Mulailah dengan sedikit susu dan tunggu apakah mereka muntah lagi. Bayi mungkin memuntahkan ASI kembali, tetapi lebih baik untuk mencoba daripada tidak.

Jika Si Kecil berusia telah berusia di atas 6 bulan, berikan air dalam botol atau sendok. Ini dapat membantu mencegah dehidrasi. Tunggu sebentar dan coba menyusui bayi Anda lagi.

Segera bawa bayi ke dokter anak jika gumoh terus menerus disertai tangisan konstan, penolakan untuk memberi makan atau minum air, popok yang belum basah selama 6 jam atau lebih, atau malah diare.

Baca Juga: Apa Penyebab Gumoh Pada Bayi?

Apalagi jika Moms menemukan darah dalam buang air besar, serta ia memuntahkan cairan hijau, jangan ragu membawanya ke Instalasi Gawat Darurat.

Artikel Terkait