BAYI
13 Agustus 2019

Bayi Kejang saat Tidur, Apa Penyebabnya?

Gerakan bayi kejang saat tidur merupakan kondisi umum yang terjadi pada bayi baru lahir
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak kebiasaan bayi yang kadang bisa menimbulkan kepanikan bagi orang tua baru. Salah satunya adalah saat menemukan bayi kejang atau terlihat seperti kaget saat sedang tidur.

Uniknya, meski bayi kejang atau terkaget, namun tidurnya tetap terlihat pulas dan tidak nampak terbangun sedikit pun. Amankah kebiasaan bayi kejang atau terkaget saat tidur pulas? Temukan jawabannya berikut ini.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi

Bayi Kejang dalam Tidur

bayi kejang saat tidur

Foto: firstfiveyears.org.au

Meski terlihat mengkhawatirkan, namun bayi kejang atau terkaget dalam tidur merupakan hal yang umum terjadi. Kondisi ini disebut dengan benign neonatal myoclonus.

Gejala bayi kejang akan muncul secara tidak terduga dan dapat bermula dari gerakan kecil menyerupai cegukan, hingga gerakan mengguncang seperti bayi kejang. Gerakan ini tidak dapat dikendalikan atau dicegah, dan biasa terjadi saat malam hari ketika tubuh mulai rileks di awal tidur.

Gerakan bayi kejang pun akan berhenti dengan sendirinya atau berhenti ketika bayi terbangun. Gerakan bisa dilakukan oleh anggota tubuh mana saja dan berlangsung dalam hitungan menit.

Banyak orang tua khawatir ketika menemukan bayi kejang saat tidur, karena gejalanya menyerupai epilepsi. Namun, antara myoclonus dan epilepsi sangatlah berbeda.

“Kata pertama dari ‘benign neonatal myoclonus’ adalah kata ‘bening’ (jinak),” ungkap Beth Malow, M.D., profesor kedokteran anak dan direktur medis di Vanderbilt Sleep Center, Nashville, Tennessee, seperti dikutip dari huffpost.com.

Hal ini berarti myoclonus yang memiliki gejala seperti bayi kejang tersebut tidaklah berbahaya bagi kesehatan bayi.

Baca Juga: Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur?

Penyebab Myoclonus

bayi kejang saat tidur

Foto: citydadsgroup.com

Belum sempurnanya sistem saraf bayi baru lahir merupakan penyebab terjadinya myoclonus yang memiliki gejala seperi bayi kejang ini. Bayi memiliki sistem saraf yang belum matang dan gerakan mereka bahkan lebih tidak terkoordinasi lagi saat tidur, daripada ketika mereka bangun.

"Gerakannya tidak berbeda jauh dengan yang orang dewasa lakukan saat akan tertidur," ungkap Michael Zimbric, MD, seorang ahli saraf pediatrik di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, seperti dikutip dari parents.com.

Hal Yang Perlu Dilakukan

bayi kejang saat tidur

Foto: masandpas.com

Myoclonus atau gangguan tidur yang memiliki gejala seperti bayi kejang ini biasanya akan hilang seiring bertambahnya usia bayi, di mana perkembangan sistem saraf bayi juga semakin matang.

Dikutip dari medicinenet.com, myoclonus dapat hilang dalam beberapa minggu hingga saat bayi berusia tiga bulan. Dalam beberapa kasus, bayi kejang saat mengalami myoclonus dapat terbangun dari tidurnya.

Saat ini terjadi, Moms cukup menenangkan kembali bayi dengan menggendongnya atau mengayunkannya agar kembali tidur.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bayi Mendengkur Saat Tidur

Meski tidak membahayakan, Moms tetap perlu memperhatikan tanda atau gejala lain yang menyertai myoclonus. Pada bayi dengan kasus myoclonus, gerakan bayi kejang atau seperti berkedut hanya berlangsung sebentar.

Jika gerakan bayi kejang atau berkedut berlangsung cukup lama, maka ada baiknya Moms berkonsultasi dengan Dokter anak untuk memastikan kondisi kesehatan Si Kecil.

(GS)

Artikel Terkait