BAYI
21 Agustus 2019

Bayi Pipis Tidak Tentu Arah, Waspadai Hypospadias

Tanpa penanganan tepat, hypospadias dapat mempersulit Si Kecil untuk buang air besar secara normal
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat bayi baru lahir, beragam pemeriksaan dilakukan untuk melihat normal tidaknya organ dan tubuh bayi. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah penis bayi.

Jika saat buang air kecil keluar dari tempat yang seharusnya di penis bayi, maka Moms perlu khawatir. Karena hal ini bisa menandakan bayi mengalami hypospadias.

Mengenal Hypospadias

Hypospadias

Foto: babycenter.com

“Hypospadias adalah cacat kelahiran yang umum dimana pembukaan uretra tidak terbentuk di ujung penis”, ungkap John-Paul Capolicchio, Direktur Divisi Urologi Pediatri di Montreal Children's Hospital, seperti dikutip dari todaysparent.com. Pada bayi laki-laki yang lahir dengan hypospadias, bukaan ini lebih rendah dari biasanya dan dapat terletak di sepanjang bagian bawah penis.

Dalam beberapa kasus, penis bayi dengan hypospadias juga terlihat melengkung dan bagian ujungnya asimetris. Bagian kulup atau ujung penis bayi dengan hypospadias juga sering terlihat tidak sepenuhnya berkembang dan kepala penis sebagian terbuka.

Ada berbagai tingkat keparahan hypospadias, mulai dari pembukaan uretra yang dekat dengan ujung penis hingga yang paling parah adalah di sepanjang poros atau bahkan hanya di depan anus. Kondisi lain yang sering dikaitkan dengan hypospadias adalah chordee, yaitu ketika penis melengkung ke bawah.

Baca Juga: Kenapa Bayi Laki-laki Senang Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Penyebab Hypospadias

Hypospadias

Foto: babycenter.ca

Hypospadias biasanya terjadi saat bayi berada di dalam kandungan saat saluran uretra terbentuk, yaitu usia 8-14 minggu kehamilan. “Pengembangan saluran penis dan uretra bergantung pada sejumlah faktor dan sangat sensitif terhadap kadar hormon.

Penggunaan hormon tertentu sebelum dan selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan hypospadias,” ungkap Dokter anak, Beth Andersen, MD, FAAP, seperti dikutip dari blog.swedish.org. Bayi yang memiliki Ayah atau saudara kandung dengan hypospadias juga rentan mengidap hypospadias.

Baca Juga: Apa Penyebab Kelamin Ganda Pada Bayi?

Perawatan Hypospadias

Hypospadias

Foto: todaysparent.com

Jika tidak ditangani dengan tepat, hypospadias dapat menyebabkan masalah seumur hidup, tergantung pada tingkat keparahan penis bayi. Dalam kasus ringan, bentuk penis bayi menjadi abnormal adalah hal yang umum terjadi jika hypospadias tidak ditangani.

Untuk kasus yang lebih parah, semakin rendah pembukaan urin, maka semakin banyak kesulitan yang akan dialami Si Kecil saat buang air kecil. Antara lain: arah urin yang tidak menentu, sehingga urin Si Kecil dapat mengenai seluruh badannya atau Si Kecil tidak dapat berdiri saat buang air kecil.

Baca Juga: Jenis Kelamin saat Lahir Berbeda dengan USG, Kok Bisa?

Untuk hypospadias ringan, orang tua dapat memilih untuk tidak melakukan apa pun untuk mengobati kondisi Si Kecil. Namun untuk hypospadias yang lebih parah, operasi adalah satu-satunya cara untuk memperbaikinya.

Operasi sebenarnya dapat dilakukan pada usia berapa pun, namun kebanyakan Dokter akan merekomendasikan operasi untuk dilakukan saat bayi berusia antara 6-18 bulan, idealnya sebelum Si Kecil berusia dua tahun.

Operasi biasanya tidak dianjurkan sebelum usia enam bulan, karena risiko anestesi dan penis bayi tidak cukup besar. (GS)

Artikel Terkait