BAYI
21 Mei 2020

Bermain di Luar selama Pendemi COVID-19, Amankah?

Yuk lakukan tips bermain di luar saat pandemi COVID-19
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Isolasi sosial dan karantina mandiri di rumah adalah cara paling ampuh yang dapat meminimalkan bahkan menghentikan penularaan Covid-19 dengan cepat, menurut para ahli.

Bukti menunjukkan virus ini menyebar melalui interaksi dan kontak fisik, baik seseorang memiliki gejala atau tidak.

Ada juga fakta bahwa berbagai permukaan seperti logam, plastik, dan kardus telah terbukti bisa menyimpan virus hidup selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. American Academy of Pediatrics (AAP) telah memiliki pedoman untuk hal tersebut.

Dilansir Kuow.Org bermain di luar saat ini lebih baik jika dibandingkan dengan bermain di dalam ruangan.

“Pertemuan di luar ruangan lebih tidak berisiko daripada di dalam ruangan karena COVID-19 menyebar lebih mudah ketika orang-orang berdekatan di ruang tertutup. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas rutin di luar ruangan bersama anak juga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan orang dewasa," kata Dr. Michelle Terry, seorang dokter anak dan profesor klinis di Seattle Children.

Anak-anak perlu bermain di luar. Manusia tidak bisa dikurung berbulan-bulan tanpa menjadi stress, termasuk anak-anak. Mengajak Si Kecil bermain di luar sesekali mungkin bisa dilakukan.

Baca Juga: Memasak bersama Anak adalah Kegiatan Favorit Kami selama Pandemi COVID-19 di Korea Selatan

Tips Bermain di Luar selama Pandemi COVID-19

Moms bisa mencoba beberapa tips di bawah ini untuk memastikan Si Kecil aman bermain di luar saat pendemi COVID-19.

1. Hindari Taman Bermain

Apakah Tetap Aman Bermain di Luar Selama Pendemi Covid 19 -1.png

Foto: Parraparents.co.au

“Bahkan jika taman bermain lokal masih terbuka dan relatif kosong, lewati saja,” kata Alice Huang, seorang ahli virus di California Institute of Technology.

Alice mengatakan, COVID-19 dapat bertahan di permukaan plastik dan logam keras di hutan rimba selama berhari-hari. Para ilmuwan dari National Institutes of Health, Princeton University, dan University of California Los Angeles menjatuhkan COVID-19 dalam jumlah sedikit pada permukaan yang berbeda untuk melihat berapa lama itu akan bertahan.

Studi mereka yang diterbitkan di situs pracetak Medrxiv, menemukan bahwa butuh 16 jam bagi setengah virus untuk mati ketika dijatuhkan di plastik.

Pada stainless steel, butuh 13 jam. Barang-barang di taman bermain seperti bantalan splash, taman trampolin, kebun binatang, dinding panjat tebing dan taman apa pun yang melibatkan peralatan bermain, berpotensi terkontaminasi.

2. Nikmati Jalur Terbuka

Apakah Tetap Aman Bermain di Luar Selama Pendemi Covid 19 -2.jpg

Foto: Stocklib.com

Saat tidak bisa memasuki taman bermain, jalur hiking, pantai, dan lapangan terbuka adalah opsi tempat yang aman untuk bermain. Permukaan yang lebih lembut yang ditemukan di ruang terbuka ini cenderung kurang ramah terhadap virus daripada plastik dan logam dari struktur tempat permainan.

"Pertama dan terpenting, hindari orang banyak," kata Josh Snodgrass, seorang ahli penyakit menular di University of Oregon.

Orang-orang yang lelah dengan pengaturan social distance dan selalu di rumah akan berbondong-bondong ke taman kota, jalur hiking, dan pantai.

“Jika ruang luar sangat ramai sehingga sulit untuk tetap menjaga jarak lebih dari enam kaki dari yang lain, itu bukan pilihan yang jauh lebih aman daripada taman bermain,” kata Alice.

Lakukan perencanaan kegiatan. Keluarga perlu mengembangkan rutinitas yang berkelanjutan untuk jangka panjang, bahkan berbulan-bulan. Itu mungkin termasuk berjalan bersama di pagi hari, sebelum banyak orang tiba, atau berlari di jalan yang tenang.

"Jadilah proaktif, bukan reaktif," tambahnya.

Baca Juga: 5 Kegiatan Akhir Pekan di Rumah Selama Pandemi COVID-19

3. Perhatikan Aktivitas Si Kecil

Apakah Tetap Aman Bermain di Luar Selama Pendemi Covid 19 -3.jpg

Foto: Happykids.hu

Saat menikmati lokasi bermain di luar, Si Kecil akan berinterkasi dengan beberapa hal seperti pasir, kotoran, dan kayu. Meskipun virus lebih suka permukaan yang keras, beberapa bukti menunjukkan bahwa coronavirus lain, masih bisa bertahan hidup di permukaan lunak selama berjam-jam.

Mengingat hal ini, apakah boleh membiarkan anak-anak mengambil benda acak dari sisi jalan setapak yang sering digunakan?

Moms tidak perlu panik. Kemungkinan orang yang terinfeksi menyentuh sepotong kulit kurang dari beberapa jam sebelum Si Kecil relatif rendah, terutama ketika ruang luar tersebut jarang digunakan.

“Jadi dalam kasus ini, biarkan anak-anak menggali pasir dan memanjat pohon,” kata Alice.

4. Pilih Halaman Belakang Rumah

Apakah Tetap Aman Bermain di Luar Selama Pendemi Covid 19 -4.jpg

Foto: Babycenter.com

Tentu saja, pilihan teraman dari semua adalah tinggal di rumah sebanyak mungkin.

"Jika Anda beruntung dan memiliki halaman belakang Anda sendiri, itu jelas akan menjadi yang paling ideal," kata Alice.

Orang tua yang memiliki anak-anak yang immunocompromised harus berhati-hati ekstra, menjauhkan diri dari daerah-daerah yang berpotensi menyebarkan virus, dan tinggal di dalam rumah sebanyak mungkin.

“Orang tua bayi juga harus ekstra hati-hati. Seberapa rentan bayi terhadap virus memang belum jelas. Tapi sekali lagi, bayi tidak bisa lari ke luar ruangan. Tidak ada gunanya mengambil risiko dengan pergi keluar,” jelas Josh.

Bermain di halaman belakang rumah akan membuat stres berkurang pada Si Kecil dan juga Moms. Buatlah prakarya atau bermain bola bersama di sore hari. Aktivitas olahraga atau bermain yang dilakukan Si Kecil akan membuat imunitasnya terjaga.

Baca Juga: Hindari COVID-19, Ini 5 Ide Kegiatan Akhir Pekan di Rumah Bersama Keluarga

Tetap perhatikan kebersihan Moms dan Si Kecil jika bermain di luar saat COVID-19 ya Moms. Jangan lupa cuci tangan.

Artikel Terkait