3-12 BULAN
4 Juli 2019

Bolehkah Menambahkan Kecap untuk MPASI Bayi 6-12 Bulan?

Dapat memicu reaksi alergi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Kecap merupakan salah satu cairan fermentasi nabati yang sangat populer digunakan sebagai penyedap berbagai jenis masakan, khususnya menu-menu makanan Asia.

Namun, bolehkah menambahkan kecap ke dalam MPASI bayi? Kapan bayi boleh makan makanan yang dibumbui kecap?

Bayi di bawah 12 bulan masih belum boleh mengonsumsi kecap atau makanan yang mengandung kecap, terutama kecap asin. Setelah berusia lebih dari 1 tahun, mereka baru boleh mulai mengonsumsinya dalam jumlah kecil.

Berikut merupakan beberapa alasan mengapa Moms tidak boleh menambahkan kecap untuk MPASI bayi:

1. Mengandung Tinggi Garam

Bolehkah Menambahkan Kecap untuk MPASI Bayi 6-12 Bulan 01.jpg

Foto: news.virginia.edu

Kandungan garam dalam kecap mencapai 20%. Padahal bayi di bawah 12 bulan tidak boleh makan garam dan gula. Garam akan menambah beban ginjal bayi dan gula dapat merusak gigi bayi.

Selain itu, garam terdiri dari natrium dan klor. Konsumsi natrium yang berlebihan dapat membahayakan tubuh bayi karena ginjalnya masih belum matang dan tidak mampu menyaring natrium yang berlebihan di dalam darah.

Akibatnya, ginjal rentan terhadap kerusakan yang sulit dipulihkan dan menyebabkan bayi berisiko mengalami hipertensi di masa depan.

Bukan hanya itu, makan makanan asin seperti MPASI bayi yang mengandung kecap dapat menyebabkan Si Kecil tidak mau minum susu dan tumbuh sebagai picky eater. Asupan garam berlebihan juga menyebabkan kalium lebih mudah hilang dari tubuh melalui ekskresi urin.

Kalium diperlukan untuk kontraksi otot manusia dan relaksasi, sehingga kehilangan kalium terlalu banyak dapat menyebabkan kelemahan otot jantung dan komplikasi serius.

Baca Juga: Sebelum Disuapkan, MPASI Tidak Boleh Ditiup, Mitos atau Fakta?

2. Memicu Reaksi Alergi Terhadap Lesitin Kedelai

Bolehkah Menambahkan Kecap untuk MPASI Bayi 6-12 Bulan 02.jpg

Foto: foxnews.com

Lesitin kedelai adalah produk sampingan dari kedelai yang sering kali digunakan sebagai tambahan makanan. Umumnya, lesitin kedelai digunakan dalam produksi makanan yang membutuhkan pengawet alami.

Namun, bayi dan anak-anak dengan alergi kedelai harus menghindari produk makanan yang mengandung lesitin kedelai di dalamnya, termasuk produk kecap untuk MPASI bayi.

Baca Juga: Apa Boleh Memberikan Makanan Vegetarian untuk MPASI Bayi?

3. Memicu Alergi Kecap

Bolehkah Menambahkan Kecap untuk MPASI Bayi 6-12 Bulan 03.jpg

Foto: nyallergy.com

Kecap adalah penyedap yang terbuat dari kedelai, sehingga sangat besar kemungkinannya dapat memicu reaksi alergi seperti dermatitis dan radang mulut.

Kecap juga mengandung histamin, yang dapat menyebabkan keracunan histamin pada bayi dan anak-anak. Terutama pada bayi yang alergi terhadap kedelai.

4. Memiliki Kadar Sodium yang Tinggi

Bolehkah Menambahkan Kecap untuk MPASI Bayi 6-12 Bulan 04.jpg

Foto: drtaylorwallace.com

“Sebelum diproses, kedelai secara alami mengandung kadar sodium yang rendah. Tetapi ketika kedelai itu diubah menjadi kecap, lupakan mengenai klaim rendah sodium. Karena setiap satu sendok makan kecap mengandung sekitar 1.200 miligram sodium, setengah dari jumlah maksimum sodium yang boleh dikonsumsi oleh tubuh,” kata Dr. William Sears, seperti dikutip dari Askdrsears.com.

Kandungan sodium yang tinggi pada kecap tersebut berasal dari penambahan Monosodium Glutamat (MSG), yaitu zat alami yang digunakan sebagai penambah rasa kimia dalam berbagai produk. Meskipun kontroversial, MSG telah dikaitkan dengan masalah kesehatan jangka panjang dan masalah perilaku pada bayi dan anak-anak.

Baca Juga: Kacang Hingga Seafood, Ini 6 Makanan yang Pantang Diberikan Sebagai MPASI

Jadi, apakah boleh menambahkan kecap untuk MPASI bayi? Bagaimana Moms memasak MPASI bayi untuk si kecil?

(RGW)

Artikel Terkait