DI ATAS 5 TAHUN
12 Maret 2020

Demam Kelenjar Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Demam kelenjar ditularkan melalui air liur yang mengandung virus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam dunia medis, demam kelenjar pada anak dikenal juga dengan istilah mononukleosis. Penyakit menular ini memang lebih sering dialami oleh remaja dan orang dewasa, tapi tidak menutup kemungkinan menyerang anak usia sekolah dasar.

Untuk melindungi Si Kecil dari demam kelenjar, silakan simak dulu informasi yang sudah kami rangkum berikut ini ya, Moms.

Gejala Demam Kelenjar Pada Anak

Demam Kelenjar Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 1.jpeg

Foto: baby-chick.com

Mengutip penjelasan dari Health Direct, sebagian besar anak yang mengalami demam kelenjar tidak menunjukkan gejala yang dramatis dan terkadang mirip seperti demam biasa.

Namun pada beberapa kasus, demam kelenjar pada anak bisa disertai beberapa gejala yang muncul secara bertahap, seperti demam, tubuh terasa lemas dan lelah, sakit tenggorokan, ruam merah di kaki atau tangan, kelenjar getah bening membengkak, serta nyeri di perut.

Menariknya, rasa lemas dan lelah akibat demam kelenjar ternyata bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan lho, Moms.

Baca Juga: Tidak Selalu Demam, Ini 5 Penyebab Kepala dan Tubuh Bayi Terasa Panas

Penyebab Demam Kelenjar Pada Anak

Demam Kelenjar Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 2.jpeg

Foto: thekitchn.com

Demam kelenjar, baik pada anak maupun dewasa, disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr, yang ditularkan melalui air liur. Karena pada orang dewasa sebagian besar penularan terjadi melalui ciuman, demam kelenjar juga sering disebut sebagai kissing disease.

Sedangkan penularan virus penyebab demam kelenjar pada anak umumnya terjadi karena berbagi sendok, garpu, dan peralatan makan maupun terkena cipratan air liur dari bersin atau batuk dari orang yang sudah terinfeksi.

Baca Juga: 4 Perawatan di Rumah yang Bisa Dilakukan Saat Anak Demam

Pengobatan Demam Kelenjar Pada Anak

Demam Kelenjar Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 3.jpg

Foto: medatrio.com

Menurut National Health Services, sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan demam kelenjar pada anak. Moms cukup menjaga asupan makanan dan kualitas istirahat Si Kecil hingga tubuhnya kembali pulih seperti sedia kala.

Berita baiknya, anak yang sudah pernah tertular virus Epstein-Barr menjadi kebal dan tidak akan mengalami demam kelenjar lagi saat dewasa nanti. Meski ada beberapa kasus demam kelenjar yang berulang, umumnya terjadi dalam waktu satu tahun setelah infeksi pertama.

Baca Juga: Jenis-jenis Demam Pada Anak yang Harus Kita Tahu

Mencegah Demam Kelenjar Pada Anak

Demam Kelenjar Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 4.jpg

Foto: lylamorris.com

Setelah tahu kalau demam kelenjar pada anak ditularkan melalui paparan air liur yang sudah terkontaminasi virus Epstein-Barr, akan lebih mudah meminimalisir resiko Si Kecil tertular.

Yang paling mudah, Moms bisa membiasakan Si Kecil untuk mencuci tangan sebelum makan dan sesudah beraktivitas. Jangan lupa, biasakan Si Kecil untuk tidak berbagi peralatan makan dengan orang lain dan menjaga jarak dengan orang yang sedang bersin atau batuk.

Bagaimana menurut Moms, adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk pencegahan demam kelenjar pada anak?

Artikel Terkait