PARENTING
18 Juni 2019

Do's & Don't Mengobati Batuk Pada Bayi

Hindari memberikan obat batuk bayi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Batuk pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya menandakan bahwa bayi terserang virus. Ada berbagai jenis batuk yang umumnya diderita oleh bayi, yaitu batuk kering dan batuk basah (berlendir).

Pada umumnya, batuk bayi akan sembuh dengan sendirinya. Namun, Moms dapat pula melakukan beberapa tindakan penanganan untuk membantu bayi cepat sembuh.

Berikut merupakan beberapa hal yang boleh dan harus dihindari dalam mengobati batuk bayi.

Do: Meringankan Gejala Seperti Pilek dan Hidung Tersumbat

batuk bayi

Foto: bellybelly.com.au

Dikutip dari Fatherly.com, Dr. Gustavo Ferrer, pendiri Cleveland Clinic Florida Cough Clinic dan penulis Cough Cures: The Complete Guide to the Best Natural Remedies and Over-the Counter Drugs for Acute and Chronic Coughs, merekomendasikan agar orang tua mengatasi terlebih dahulu penyebab batuk pada bayi.

“Batuk pada bayi biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan mereka biasanya mengalami demam selama satu hari atau lebih, pilek, dan hidung tersumbat,” jelasnya. Di mana gejala-gejala tersebut berujung pada batuk yang dialami oleh bayi.

Menurut Dr. Ferrer, penggunaan nasal drop atau cairan saline dapat sangat membantu menangani pilek dan hidung tersumbat, sekaligus meringankan batuk bayi.

Baca Juga: Mengenali Jenis Batuk Pada Bayi

Don’t: Mengganjal Tubuh Bayi

batuk bayi

Foto: oshiprint.in

Hindari menggunakan bantal, gulungan selimut, atau benda apapun untuk menopang tubuh bayi di tempat tidurnya. Meskipun dipercaya oleh beberapa orang tua dapat membantu meringankan gejala batuk bayi, cara ini sebenarnya dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Alih-alih mengganjal tubuh bayi dengan bantal, sangat direkomendasikan agar Moms memastikan bahwa si kecil selalu tidur di kasur yang kencang dan rata.

Do: Memastikan Bayi Terhidrasi dengan Baik

batuk bayi

Foto: parents.com

Pastikan si kecil selalu terhidrasi dengan memberikan ASI tambahan. Jika berusia 6 bulan atau lebih, Moms dapat menawarkan air mineral sebagai tambahan cairan. Pastikan air yang diberikan sudah direbus hingga masak dan didinginkan sebelum diminum oleh bayi.

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini 3 Cara Mudah Mengeluarkan Lendir Saat Bayi Batuk Pilek

Don’t: Memberikan Air Madu

batuk bayi

Foto: dabur.com

Bayi yang masih berusia di bawah 12 bulan belum boleh mengonsumsi madu karena dapat menyebabkan keracunan makanan atau botulisme. Hanya berikan air madu untuk mengobati batuk si kecil jika ia telah berusia 1 tahun atau lebih.

Do: Memastikan Bayi Cukup Istirahat

batuk bayi

Foto: us.bsensible.com

Biarkan si kecil beristirahat dengan cukup selama mengalami gejala pilek atau batuk. Pastikan pula selama beristirahat ia terhindar dari asap rokok dan berbagai hal yang dapat memperburuk gejalanya.

Baca Juga: 7 Jenis Batuk Bayi yang Harus Diwaspadai oleh Orang Tua

Don’t: Memberikan Obat Batuk pada Bayi

batuk bayi

Foto: babygooroo.com

Menurut pedoman American Academy of Pediatrics (AAP), obat batuk dan pilek yang dijual bebas di pasaran tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 6 tahun.

“Banyak obat yang dijual bebas mengandung dekongestan dan antihistamin. Dekongestan berkaitan dengan aritmia jantung dan antihistamin dapat menyebabkan kantuk serta gangguan pernapasan. Jadi jika obat-obatan tersebut tidak diberikan dengan dosis atau interval yang tepat, akan berbahaya bagi bayi,” kata Annette Cameron, seorang dokter anak di Hamden, Connecticut, seperti dikutip dari Yalemedicine.org.

Alasan lain mengapa obat batuk tidak boleh digunakan untuk bayi adalah karena obat-obatan hanya menekan batuk, bukan mengobatinya. Pasalnya, bisa jadi batuk bayi bukan karena infeksi virus, melainkan sebagai gejala asma, radang paru-paru, atau bahkan disebabkan mainan kecil yang tersangkut di saluran pernapasan menuju paru-paru bayi.

Baca Juga: Bisakah Mengatasi Batuk Pilek Bayi Baru Lahir dengan ASI?

Do: Menangani Demam yang Menyertai Batuk

batuk bayi

Foto: happiestbaby.com

Jika bayi mengalami batuk dengan diiringi demam dan tampak kesakitan, berikan paracetamol atau ibuprofen untuk bayi dengan dosis yang tepat. Bayi boleh mendapatkan paracetamol sejak berusia 2 bulan, jika lahir cukup bulan dan beratnya lebih dari 4 kg. Sementara ibuprofen dapat diberikan jika bayi sudah berusia minimal 3 bulan dengan berat badan paling tidak 5 kg.

Jika batuk mulai membuat bayi kesulitan bernapas, langsung bawa ke unit gawat darurat terdekat. Selain itu, batuk pada bayi yang tidak sembuh selama dua minggu harus segera mendapatkan pemeriksaan medis. Bisa jadi batuk bayi disebabkan oleh faktor-faktor selain infeksi ringan.

(RGW/IRN)

Artikel Terkait