KESEHATAN
3 November 2019

Durasi Tidur Penderita Diabetes dan Hipertensi Bisa Prediksi Risiko Kematiannya?

Seperti apa prediksinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Sebuah studi baru dari Pennsylvania State College of Medicine, telah menganalisis data lebih dari 1.600 orang dewasa menemukan bahwa orang dengan hipertensi atau diabetes tipe 2 memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat stroke atau penyakit jantung jika mereka tidur kurang dari 6 jam per malam.

Diabetes tipe 2 dan hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah dua kondisi kesehatan yang sangat umum di seluruh dunia.

Meskipun ada cara-cara yang sudah dicoba dan benar dalam mengelolanya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan mengalami stroke.

Baru-baru ini, sebuah studi yang ditampilkan dalam Journal of American Heart Association menemukan bahwa durasi tidur dapat memainkan peran penting bagi orang dengan kondisi kesehatan ini.

"Studi kami menunjukkan bahwa mencapai tidur normal mungkin melindungi bagi beberapa orang dengan kondisi dan risiko kesehatan ini," kata pemimpin penulis Julio Fernandez-Mendoza, Ph.D., dari Pennsylvania State College of Medicine di Hershey.

Baca Juga: 7 Film Indonesia yang Paling Seram, Dijamin Tidak Berani Tidur Sendiri

Tidur Kurang dari 6 Jam, Miliki Risiko Kematian 2x Lipat

Durasi Tidur Tingkatkan Risiko Kematian - Tidur kurang dari 6 jam.jpg

Foto: thehealthy.com

Para peneliti menganalisis data lebih dari 1.600 orang dewasa (20 hingga 74 tahun, lebih dari setengah wanita) dari Penn State Adult Cohort yang dikategorikan ke dalam dua kelompok yang memiliki tekanan darah tinggi tahap 2 atau diabetes tipe 2 dan memiliki penyakit jantung atau stroke.

Partisipan dipelajari di laboratorium tidur (1991-1998) selama satu malam dan kemudian para peneliti melacak penyebab kematian mereka hingga akhir 2016.

Kemudian, peneliti menemukan dari 512 orang yang meninggal, sepertiga meninggal karena penyakit jantung atau stroke dan seperempat meninggal karena kanker.

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes dan tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko dua kali lipat meninggal akibat penyakit jantung atau stroke.

Sedangkan, orang yang menderita penyakit jantung atau stroke dan tidur kurang dari 6 jam memiliki tiga kali peningkatan risiko kematian akibat kanker.

Peningkatan risiko kematian dini untuk orang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes diabaikan jika mereka tidur lebih dari 6 jam.

"Durasi tidur pendek harus dimasukkan sebagai faktor risiko yang berguna untuk memprediksi hasil jangka panjang dari orang-orang dengan kondisi kesehatan ini," ujar Julio Fernandez-Mendoza.

"Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa apakah meningkatkan durasi tidur melalui terapi medis atau perilaku dapat mengurangi risiko kematian dini," tambahnya.

Baca Juga: Posisi Tidur Yang Baik Bagi Ibu Hamil

Jam Tidur yang Kita Butuhkan Setiap Harinya

Durasi Tidur Tingkatkan Risiko Kematian - Jam tidur ideal.jpg

Foto: thehealthy.com

Menurut National Institutes of Health, rata-rata orang dewasa tidur kurang dari tujuh jam per malam.

Dalam masyarakat sekarang yang serba cepat, enam atau tujuh jam tidur mungkin terdengar cukup baik.

Ya, banyak yang anggapan yang menyebutkan jika kebutuhan tidur kita berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, pada kenyataannya, orang dewasa masih membutuhkan setidaknya 7 jam untuk tidur.

Pada kenyataannya, tidur kurang dari 6 jam adalah durasi yang bisa menyebabkan penyakit lain pada tubuh.

Sehingga, National Sleep Foundation, Amerika Serikat menyebutkan jam tidur optimal yang dibutuhkan setiap harinya adalah 7-9 jam.

Yuk, mulai sekarang ubah jam tidur kita agar tubuh tak menjadi sarang penyakit.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Jam Tidur Bayi Sesuai Usianya

(SA/DIN)

Artikel Terkait