2-3 TAHUN
27 Maret 2020

Kenali Gejala Malaria pada Anak Sebelum Terlambat

Gejala malaria mungkin seperti penyakit ringan, tapi telat penanganan bisa sebabkan kematian
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Malaria adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Parasit tersebut ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

“Malaria memiliki potensi penyakit mematikan disebabkan oleh infeksi protozoa plasmodium yang ditularkan nyamuk anopheles betina. Setelah nyamuk mengisap darah, parasit dari nyamuk tersebut akan masuk ke hati dan dalam hitungan menit akan muncul di dalam saluran darah,” tulis Thomas E Herchline, MD, seorang professor dalam bidang obat-obatan di Wright State University, Boonshoft School of Medicine.

Dilansir dari Mayo Clinic, penyakit ini tidak umum terjadi di tempat yang memiliki temperatur rendah. Malaria seringkali dijumpai di negara yang tropis dan subtropis.

World Health Organization (WHO) sudah berusaha untuk mengurangi kasus malaria dengan menyebarkan kelambu tidur untuk melindungi manusia dari gigitan nyamuk saat tidur.

Peneliti di seluruh dunia juga sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin guna mencegah penyebaran penyakit malaria.

Baca Juga: 3 Jenis Makanan yang Perlu Dihindari Saat Terkena Malaria

Malaria pada Anak

Satu dari Duabelas anak Kehilangan Nyawanya karena Malaria, Kenali Penyakitnya 1.jpg

Foto: babygogo.in

Dengan sistem imun yang belum sempurna, anak di bawah 5 tahun adalah kelompok yang paling rentan terinfeksi malaria.

Pada tahun 2018, WHO mencatat 67% dari kematian yang disebabkan oleh malaria adalah anak bawah lima tahun.

Karena merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi di negara tropis, sebagai orang tua tentunya khawatir akan penyebaran penyakit ini.

Gejala malaria pada anak yang dianggap remeh biasanya menjadi penyebab kematian yang banyak terjadi karena malaria yang diidentifikasi dengan cepat dapat disembuhkan.

Untuk itu, kita harus mengetahui apa saja gejala malaria pada anak agar bisa memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

Gejala malaria dibagi menjadi dua yaitu gejala umum dan gejala malaria pada anak. Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: 6 Gejala Penyakit DBD pada Anak, Jangan sampai Terkecoh ya Moms!

Gejala Malaria pada Anak

Satu dari Duabelas anak Kehilangan Nyawanya karena Malaria, Kenali Penyakitnya 2.jpg

Foto: guardian.ng

Gejala umum adalah gejala yang akan muncul pada pasien malaria dewasa dan anak-anak.

Biasanya gejala malaria akan muncul di hari ke 10-15 setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Gejala awal malaria yang akan muncul adalah:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Panas dingin

Gejala ini mungkin terlihat sangat ringan sehingga tidak dikenali sebagai gejala malaria.

Jika tidak diobati dalam jangka waktu 24 jam, malaria Plasmodium falciparum akan berkembang menjadi penyakit sangat parah, yang dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

Gejala malaria pada anak biasanya diawali dengan gejala pada umumnya. Namun, biasanya gejala tersebut berkembang dengan munculnya beberapa gejala lainnya seperti:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Mudah lelah
  • Keringat dingin

Bila anak terkena malaria, beberapa komplikasi ini juga dapat terjadi:

  • Penyakit kuning
  • Anemia akut
  • Gagal ginjal atau hati
  • Kesulitan pernapasan akibat metabolisme asam dalam tubuh
  • Celeberal malaria. Celebral malaria adalah kondisi dimana parasit malaria menyebar di bagian otak. Tidak jarang, celebral malaria menyebabkan koma.

Baca Juga: Gejala DBD pada Bayi dan Perawatannya di Rumah, Catat Moms!

Ingat ya Moms, ketika menemukan gejala-gejala seperti ini pada Si Kecil, jangan pernah anggap remeh dan segera bawa Si Kecil ke dokter.

Terutama jika gejala ini muncul setelah melakukan perjalanan ke negara yang memiliki risiko malaria yang tinggi. Jika positif terinfeksi, lakukan pengobatan segera sampai tuntas.

Dan meskipun Si Kecil sudah dinyatakan bebas dari malaria, ada baiknya jika tetap periksa secara berkala dan waspada karena beberapa jenis parasit malaria dapat bertahan selama satu tahun dan menyebabkan relaps.

Artikel Terkait