KESEHATAN
26 Maret 2020

Ini Langkah Mengobati Mata Merah pada Anak yang Bisa Dilakukan

Cari tahu faktor penyebabnya terlebih dahulu
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Ketika Si Kecil mengucek matanya yang gatal, hal ini dapat menyebabkan mata merah. Dalam bahasa medis, kondisi mata merah ini disebut sebagai konjungtivitis, atau pinkeye.

Mengutip Kids' Health, konjungtivitis adalah masalah mata yang paling umum dialami anak-anak. Hal ini bisa menyebabkan mata kemerahan, gatal, radang, atau bengkak.

Selain itu, akan ada cairan lengket berwarna bening atau putih, kuning, atau kehijauan yang berkumpul di ujung mata. Konjungtivitis biasanya tidak sakit, tetapi bisa gatal dan mengganggu.

Baca Juga: Mata Perih dan Merah, Bisa Jadi Terkena Dry Eyes!

Penyebab Mata Merah pada Anak

cara mengobati mata merah pada anak-1.jpeg

Foto: aoa.org

Mengutip The British Journal of General Practice, mata merah pada anak, apalagi yang disertai gatal-gatal atau sakit, dapat disebabkan oleh beberapa penyebab yang berbeda. Mata merah karena konjungtivitis dapat dikelola dengan perawatan yang ringan.

Berikut ini penyebab umum mata merah pada anak:

  • Konjungtivitis virus
  • Konjungtivitis bakteri
  • Abrasi/trauma kornea
  • Perdarahan subkonjungtiva
  • Blefaritis
  • Selulitis periorbital
  • Penyakit mata alergi
  • Ulkus kornea
  • Uveitis
  • Episkleritis

Ada tips yang bisa digunakan sebagai cara mengobati mata merah pada anak. Berikut ini daftarnya.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Cara Mengobati Mata Merah pada Anak

cara mengobati mata merah pada anak-2.jpg

Foto: howtoadult.com

Ada ragam penanganan atau pengobatan mata merah pada anak, dan hal ini dipengaruhi oleh apa yang menyebabkan mata merah. Moms bisa melakukan beberapa hal berikut sebagai langkah pertolongan pertama.

1. Menggunakan Antibiotik

Mengutip Kids' Health, penggunaan obat antibiotik merupakan cara mengobati mata merah pada anak. Terutama kondisi mata merah karena konjungitivitis bakteri.

Moms mungkin akan melihat beberapa perbaikan pada mata anak dalam beberapa hari, tetapi pastikan Si Kecil menggunakan seluruh rangkaian antibiotik untuk membersihkan infeksi bakteri.

Dokter bisa meresepkan antibiotik tetes mata, tetapi mungkin Moms akan mengalami kesulitan untuk memasukkannya ke mata balita.

2. Mengompres Mata

Mengompres mata dapat mengobati mata merah akibat virus. Ini karena tidak ada antibiotik atau obat-obatan lain yang dapat mengobati infeksi virus.

Moms bisa membersihkan mata secara teratur dengan kain basah, lalu dengan gunakan kompres hangat atau dingin untuk menenangkan gejala mata merah karena virus.

3. Menggunakan Antihistamin

Biasanya, dokter akan merekomendasikan antihistamin untuk balita atau obat lain, tergantung pada gejala mata merah pada anak dan seperti apa tingkat keparahan kondisinya.

Baca Juga: Mata Anak Merah, Apa Sebabnya?

4. Membilas Mata dengan Hati-hati

Pembilasan mata secara hati-hati dengan salin adalah perawatan standar untuk cara mengobati mata merah pada anak karena faktor kimia.

Mengutip American Optometric Association, orang dengan konjungtivitis kimia mungkin perlu menggunakan steroid topikal. Cedera kimia yang parah adalah keadaan darurat medis dan dapat menyebabkan jaringan parut, kerusakan mata atau penglihatan, atau bahkan kehilangan mata.

Jika bahan kimia tumpah di mata, bilas mata selama beberapa menit dengan air yang banyak sebelum mengunjungi penyedia medis.

Meskipun kondisi mata merah pada anak bisa mereda dengan sendirinya, tetapi sebaiknya Moms juga tidak mengabaikan jika gejalanya sudah terjadi selama seminggu.

"Saya mengerti beberapa orang merasa mata merah ini hanya alergi atau virus dan akan menghilang. Tetapi jika ada gejala lain dan sudah dialami selama seminggu, pastikan hal-hal lain tidak terjadi," kata Brenda Pagán-Duran, MD, dokter mata di New Jersey, mengutip American Academy of Ophthalmology.

Jika Si Kecil memiliki mata merah, konsultasikan ke dokter sesegera mungkin. Infeksi mata biasanya berlangsung selama 7-10 hari. Dokter akan membuat diagnosis dan meresepkan obat yang diperlukan.

Artikel Terkait