KEHAMILAN
23 Juli 2019

Jangan Panik, Ketahui Cara Mengatasi Demam Saat Hamil

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dan gunakan pakaian tipis
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Dina Vionetta

Mengalami demam dalam keadaan apa pun bisa mengkhawatirkan, tetapi demam selama kehamilan bisa sangat mengganggu.

Ini lantaran sistem kekebalan tubuh lemah selama kehamilan, sehingga Moms lebih rentan terkena penyakit, dan gejala demam yang terjadi mungkin akan bertahan lebih lama.

Demam saat kehamilan menyebabkan suhu badan naik, dan tubuh akan memengaruhi kondisi janin. Ketahui gejala demam saat kehamilan dan cara pengobatan yang bisa dilakukan agar kembali sehat.

Baca Juga: 4 Perawatan di Rumah yang Bisa Dilakukan Saat Anak Demam

Gejala Demam Saat Hamil

demam saat hamil-1.jpg

Secara klinis, demam didefinisikan tubuh memiliki suhu 38 derajat Celcius atau lebih tinggi. Tapi tentu saja ada berbagai tingkat keparahan dari demam.

"Suhu tubuh normal seseorang adalah 37 derajat Celcius, jadi kapan pun suhu Anda di atas itu, Anda secara teknis bisa mengalami demam," kata Christine Greves, MD, ob-gyn di Rumah Sakit Kesehatan Orlando & Winnie Palmer untuk Wanita & Bayi di Orlando, Florida, dikutip dari The Bump.

Ia menambahkan, "Kami biasanya menganggap demam sesuatu yang perlu perhatian ekstra jika lebih dari 39 derajat," tambahnya.

Beberapa gejala demam yaitu antara lain:

  • Panas dingin
  • Gemetaran
  • Tubuh merasa panas
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi
  • Sifat lekas marah
  • Lemah

Baca Juga: Hati-hati! Ini Bahayanya Demam Berdarah Saat Kehamilan

Bahaya Demam Selama Kehamilan

demam saat hamil-2.jpg

Mungkin Moms merasa khawatir bila demam saat hamil akan memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Tenang Moms, hanya karena Moms sakit bukan berarti bayi juga terinfeksi.

Sebaliknya, risikonya tergantung pada seberapa tinggi suhu tubuh Moms.

"Ketika Anda mengalami demam, suhu tubuh bagian dalam Anda naik, yang juga dapat meningkatkan suhu bayi. Saat janin menjadi terlalu hangat, detak jantung mereka mungkin meningkat," kata Julie Lamppa, CNM, RN, bidan perawat bersertifikat di Mayo Clinic, mengutip The Bump.

Namun, Lamppa menambahkan, "Ini biasanya bersifat sementara dan tidak boleh menimbulkan kekhawatiran jangka panjang."

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Demam, Kapan Wajib Dibawa ke Dokter?

Perawatan Demam Selama Kehamilan

demam saat hamil-3.jpg

Menurut Lammpa, secara umum Moms bisa mengonsumsi obat acetaminophen (Tylenol) ketika mengalami demam selama kehamilan.

Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan banyak istirahat. Bisa juga menempatkan waslap dingin di dahi agar dapat membantu merasa lebih baik.

Obat yang perlu dihindari dikonsumsi ketika demam saat hamil yaitu aspirin dan ibuprofen (misalnya Advil atau Motrin), atau obat herbal apa pun.

"Ini adalah periode waktu yang sangat penting, dan kami tidak memiliki studi terkontrol yang mengatakan obat herbal aman (untuk mengatasi demam)," kata Greeves.

"Hubungi dokter jika demam tidak turun bahkan setelah konsumsi Tylenol atau jika merasa ada peningkatan kontraksi, nyeri perut, kehilangan cairan atau penurunan pergerakan janin," kata Lamppa.

Beberapa tips lain untuk mengobati demam selama kehamilan:

  • Mandi air hangat atau berendam
  • Minum banyak air dan minuman dingin lainnya untuk mendinginkan dan mencegah dehidrasi
  • Pakai pakaian yang tipis dan tidak membuat mudah berkeringat

(AP)

Artikel Terkait