NEWBORN
13 Agustus 2020

Jangan Sampai Salah, Ini Cara Bedong Bayi Yang Benar

Cari tahu caranya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Membedong bayi seakan sudah melekat dalam tradisi di Indonesia, dan bahkan masih dilakukan hingga saat ini. Karena itu, pastikan Moms tahu cara bedong bayi dengan benar.

Sebagai salah satu tradisi yang tak lekang dimakan zaman, membedong bayi  berusia maksimal satu bulan ternyata memang disarankan. Dengan catatan, Moms juga harus memastikan untuk melakukannya dengan benar, ya.

Tujuan dari membedong bayi sebenarnya sederhana saja, yaitu untuk memberikan bayi rasa hangat dan nyaman seperti saat dia berada di dalam rahim. Dengan bedong, bayi dapat beradaptasi dengan suhu lingkungan.

Membedong bayi juga dapat menjauhkannya dari sianosis atau kedinginan sehingga dia menjadi tampak kebiruan. Selain itu, saat dibedong bayi juga tidak akan terganggu dengan refleks Moro atau gerakan kejut yang biasanya dilakukan bayi.

Dalam Journal of American Academy of Pediatrics, Richard Schwend, M.D., FAAP, Ketua Bagian AAP tentang Komite Eksekutif Ortopedi, mengatakan bahwa cara bedong bayi modern memberikan kebebasan kaki dan pinggul.

"Dengan bedong modern, teorinya adalah bahwa anak-anak memiliki refleks kejut yang tidak dapat mereka kendalikan. Jika Anda dapat mengamankan lengan mereka, ada manfaat bedong tanpa berikan risiko ke pinggul," jelasnya.

Baca Juga: Batas Usia Penggunaan Bedong, Kapan Waktu Terbaiknya?

Cara Bedong Bayi yang Benar

cara bedong bayi yang benar

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Healthy Children, orang tua baru sering belajar cara bedong bayi dari perawat di rumah sakit. Selimut yang dibungkus rapat di tubuh Si Kecil bisa menyerupai rahim ibu dan membantu menenangkan bayi yang baru lahir.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, ketika dilakukan dengan benar, membedong bayi bisa menjadi teknik yang efektif untuk membantu menenangkan bayi dan meningkatkan tidur.

Jika Moms berencana ingin membedong Si Kecil, ketahui cara bedong bayi yang benar berikut ini, mengutip What to Expect.

Langkah 1: Temukan Permukaan yang Rata

Sebarkan selimut bedong bayi dalam bentuk segi empat dengan satu sudut mengarah ke permukaan yang rata (seperti bagian tengah tempat tidur). Lipat sudut atas ke bawah sekitar 15 cm.

Langkah 2: Tempatkan Bayi Menghadap ke Atas

Langkah kedua untuk cara bedong bayi yang benar, Moms harus menempatkan tubuh bayi menghadap ke atas, dan harus duduk di atas tepi selimut yang terlipat. Tubuhnya juga harus membentang lurus ke bawah menuju sudut bawah.

Langkah 3: Luruskan Lengan Kiri Bayi

Kemudian ambil sisi kiri selimut dan bungkus di lengan dan dada kirinya. Selipkan selimut di bawah lengan kanan dan punggungnya.

Pada langkah cara bedong bayi ini, perlu diketahui bahwa lengan kiri Si Kecil akan tertutup tetapi lengan kanannya akan bebas.

Langkah 4: Angkat Bagian Bawah

Lipat sudut bawah selimut ke atas tubuh bayi dan selipkan di bawah lipatan pertama, di bawah dagunya. Luruskan lengan kanan bayi dan tarik sisi kanan selimut ke tubuh bayi dan selipkan di bawah sisi kirinya.

Langkah 5: Amankan Selimut

Putar dengan lembut bagian bawah selimut dan selipkan di bawah badan bayi. Sebagai catatan penting, Moms perlu mengingat bahwa membedong bayi harus nyaman, tetapi tidak terlalu ketat.

Moms harus bisa meletakkan dua atau tiga jari di antara dada dan selimut bayi, dan selimut harus longgar di pinggulnya sehingga Si Kecil bisa menggerakkan kakinya dengan bebas.

Jika bayi tampaknya lebih suka membebaskan lengannya, tidak apa-apa untuk membiarkan satu atau kedua lengan keluar bebas.

Baca Juga: Gemas, Ternyata Ini Alasan Mengapa Bayi Sering Tersenyum Saat Tidur

Tips Membedong Bayi

tips membedong bayi

Foto: Orami Photo Stock

Melakukan cara bedong bayi sama menenangkannya untuk bayi prematur, seperti halnya pada bayi baru lahir cukup bulan.

Tetapi pertimbangkan untuk menyatukan kedua tangan di dadanya di hadapannya ketimbang meluruskan lengannya di sisi samping, karena posisi ini mungkin bisa lebih nyaman untuk beberapa bayi prematur.

Ada beberapa tips membedong bayi yang bisa lakukan sebagai bagian dari cara bedong bayi untuk Si Kecil.

1. Pilih Kain Bedong dengan Teliti

Hal ini karena bedong akan membungkus seluruh tubuh bayi kecuali kepalanya. Pastikan Si Kecil akan tetap merasa nyaman dan hangat tapi tidak kepanasan. Pilih kain bedong dari bahan katun yang lembut.

2. Hindari Membedong Terlalu Kencang

Bedong yang terlalu kencang tidak hanya akan membuat bayi merasa sangat terkekang, tapi juga tidak baik bagi pertumbuhannya.  

Jika Si Kecil tidak bisa menekuk lututnya, berarti Moms terlalu ketat membedong. Sisakan ruang yang cukup di bagian bawah bedong atau bagian kaki, sehingga bayi tetap bisa menekuk lututnya.

3. Jangan Bedong Terlalu Longgar

Nah, jika tadi tidak boleh terlalu ketat, membedong bayi juga tidak boleh terlalu longgar. Jika bayi sampai bisa mengeluarkan tangannya dari dalam bedong, berarti Moms terlalu longgar membungkus Si Kecil. Segera benahi bedongannya.

4. Cek Lingkungan Sekitar

Maksudnya, perhatikan cuaca di lingkungan. Jika cuaca dan udara sedang panas seperti sekarang, lebih baik pakaikan Si Kecil kaos singlet dan celana pendek sebelum dibedong. Namun jika udaranya dingin, baju dan celana panjang menjadi pilihan tepat untuk dipakai di dalam bedong.

5. Pastikan Ruang Nyaman

Dengan bedong yang sudah membungkusnya, bayi membutuhkan sisa ruang yang cukup baginya untuk bernapas dan memperoleh udara segar.

Jadi pastikan di sekeliling tempat tidurnya hanya ada dia saja ya, Moms, tanpa bantal, guling, apalagi boneka berbulu. Ini juga akan meminimalkan risiko terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

Baca Juga: Apa Pengaruh Bedong pada Perkembangan Otak Bayi?

Manfaat Membedong Bayi

manfaat membedong bayi

Foto: Orami Photo Stock

Banyak orang yang mengatakan membedong bayi bisa membantu menenangkan bayi dan membantunya lebih mudah dan tidur lebih lama. Namun, mengutip National Childbirth Trust, hanya ada sedikit penelitian untuk mendukung teori-teori ini.

Melakukan cara bedong bayi dapat mencegah bangun yang tidak perlu yang menyebabkan refleks kejut pada bayi. Ini karena lengan dan kaki bayi yang terbungkus dengan lembut dalam selimut.

Itu berarti, bayi akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengejutkan diri mereka sendiri.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ketika dilakukan dengan benar, membedong dapat menjadi teknik yang efektif membantu menenangkan dan mengurangi tangisan pada bayi.

Melakukan cara bedong bayi membuat Si Kecil merasa dipeluk akan membuatnya lebih nyaman dan lebih jarang menangis karena rewel.

Konsep dari membedong bayi berangkat dari ide bahwa tiga bulan pertama kehidupan bayi adalah periode transisi yang kompleks bagi mereka setelah dilahirkan ke dunia.

Mempertimbangkan hal ini, masuk akal bahwa bayi akan menikmati cara bedong bayi yang dibungkus dengan lembut dan tidak terlalu erat, sehingga mereka merasa aman seperti ketika berada di dalam rahim.

Jadi, jika Moms mempertimbangkan untuk membedong Si Kecil, pastikan agar selalu mengikuti panduan membedong yang aman untuk melindungi bayi dari risiko yang bisa terjadi.

Baca Juga: Tips Agar Tidur Bayi Lebih Nyenyak dan Berkualitas

Risiko Membedong Bayi

risiko membedong bayi

Foto: Orami Photo Stock

Di sisi lain, melakukan cara membedong bayi juga bisa memiliki beberapa risiko. Ini berpotensi tidak aman jika Si Kecil tidak dibedong dengan benar. Ada juga risiko bayi akan kepanasan jika dibungkus selimut terlalu banyak, selimut yang terlalu tebal, atau jika dibedong terlalu kencang.

Ini bukan ide yang baik untuk membedong bayi saat menyusui karena menyusui menyebabkan mereka menjadi panas dengan cepat dan tubuhnya mungkin terlalu panas.

Si Kecil juga akan memiliki posisi yang lebih alami dan menempel atau latching dengan baik pada payudara jika gerakannya tidak dibatasi dengan membedong bayi.

Pertimbangan lain adalah bahwa melakukan cara bedong bayi yang rutin mungkin menekan suara bayi dan bisa menunda respons bayi. Penelitian telah menunjukkan bayi yang dibedong lebih jarang menyusu, kurang efektif dalam menyusu.

Selain itu, risiko lain bila tidak membedong bayi dengan benar dan bagian kaki terlalu erat saat dibedong, Si Kecil bisa mengalami masalah dengan pinggulnya yang disebut hip dysplasia.

Moms juga mungkin pernah mendengar bahwa membedong bayi dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Namun, International Society for the Study and Prevention of Perinatal and Infant Death (ISPID) mengatakan bila SIDS dapat terjadi jika cara membedong salah, selimut terlalu berat, atau ada benda lain di dekat Si Kecil saat tidur.

Itu dia Moms, hal yang perlu diketahui tentang cara bedong bayi serta manfaat dan risiko yang bisa terjadi. Moms bisa mengikuti cara di atas, tetapi bila merasa tidak yakin, tanyakan kepada dokter anak.

Dokter dapat memeriksa keterampilan membedong bayi yang Moms miliki dan membagikan beberapa petunjuk bermanfaat bilamana Moms tidak melakukannya dengan benar.

Artikel Terkait