NEWBORN
28 Maret 2019

Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Kacang-kacangan Ke Bayi?

Kenalkan sejak dini untuk menurunkan risiko alergi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Makanan padat merupakan sesuatu yang baru bagi bayi dan tubuhnya, yang bisa dengan sukses mencernanya atau secara tidak terduga merespons zat-zat tertentu yang ada di dalamnya.

Hal yang sama juga berlaku saat Moms memperkenalkan kacang-kacangan untuk bayi. Meskipun kacang-kacangan tidak menimbulkan ancaman langsung pada bayi, reaksi alergi biasanya muncul pada beberapa bayi setelah mengonsumsinya.

Baca Juga : Bolehkah Bayi Makan Makanan Instan? Ini Kata Ahli!

Kapan Kacang-kacangan Bisa Diperkenalkan Pada Bayi?

kacang kacangan untuk bayi kapan boleh mulai dikenalkan 1
foto: parenting.firstcry.com

Mengacu pada panduan American Academy of Pediatrics (AAP), Moms bisa memperkenalkan alergen seperti ikan dan kacang-kacangan sedini mungkin setelah Si Kecil mulai makan makanan padat.

Tidak ada bukti bahwa menghindari alergen bisa mencegah alergi pada bayi. Bahkan beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa bayi yang dikenalkan dengan kacang-kacangan lebih awal memiliki risiko alergi yang lebih rendah.

Adam Fox, Konsultan Alergi Anak untuk BabyCenter, mengatakan bahwa jika orang tua tidak memiliki riwayat alergi keluarga, waktu yang tepat kenalkan kacang pada bayi adalah saat ia berusia enam bulan.

Ini artinya, kacang-kacangan bisa diperkenalkan bahkan sejak pertama kali Si Kecil mencoba makan makanan padat. Selain itu, selai kacang dinilai bisa menjadi makanan penyapih yang sangat disukai bayi.

Namun, jika terdapat riwayat alergi dalam keluarga orang tua, Departemen Kesehatan (DH) Britania Raya menyarankan untuk berhati-hati jika ingin memperkenalkan kacang-kacangan pada bayi.

Disarankan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter atau ahli sebelum memberikan kacang-kacangan pada bayi atau balita.

Manfaat dan Nutrisi dari Kacang-kacangan untuk Bayi

kacang kacangan untuk bayi kapan boleh mulai dikenalkan 2
foto: parenting.firstcry.com

Kacang-kacangan atau produk olahan kacang-kacangan memiliki sebagai manfaat penting bagi bayi, antara lain:

1. Resveratrol dalam kacang-kacangan mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.

2. Mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur mendukung fungsi dan perkembangan otak bayi.

3. Kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh dan protein yang dibutuhkan tubuh bayi.

4. Serat dalam kacang-kacangan membantu mengatasi sembelit dan merangsang pencernaan bayi.

5. Kacang kenari kaya akan omega-3 yang sangat penting bagi kesehatan dan sirkulasi darah yang baik.

Baca Juga : 4 Masalah Pencernaan yang Paling Sering Diderita Bayi

Bagaimana Cara yang Tepat untuk Memperkenalkan Kacang-kacangan Pada Bayi?

kacang kacangan untuk bayi kapan boleh mulai dikenalkan 3
foto: independent.co.uk

Setelah bayi mulai menunjukkan minatnya untuk mengonsumsi makanan padat, Moms bisa perlahan-lahan menyiapkannya untuk mengenal rasa kacang.

Sebagai contoh, mencampurkan beberapa biji kacang-kacangan ke dalam puree atau menu MPASI lainnya.

Namun, jangan berikan kacang-kacangan secara langsung atau dalam bentuk utuh karena rawan menyebabkan bayi tersedak.

Hancurkan atau potong menjadi beberapa bagian kecil terlebih dahulu kacang-kacangan yang akan diberikan pada Si Kecil.

Jenis Kacang-kacangan yang Berpotensi Memicu Alergi Pada Bayi

kacang kacangan untuk bayi kapan boleh mulai dikenalkan 4
foto: cookinglight.com

Beberapa jenis kacang yang berpotensi memicu alergi pada bayi yaitu:

1. Kacang pistasi

2. Kacang hazel

3. Kacang mete

4. Kacang almond

5. Kenari

Baca Juga : 4 Jenis Alergi yang Bersifat Genetik Pada Bayi

Tanda dan Gejala Alergi Kacang Pada Bayi

kacang kacangan untuk bayi kapan boleh mulai dikenalkan 5
foto: momjunction.com

Setiap kali memperkenalkan makanan padat baru, terutama alergen seperti kacang-kacangan, perhatikan beberapa tanda-tanda alergi makanan di bawah ini:

1. Ruam

2. Muntah

3. Mengi

4. Hidung beringus

5. Pembengkakan pada bibir dan wajah

6. Mata gatal

7. Gatal-gatal

Jika bayi menunjukkan gejala di atas dan Moms menurigainya sebagai gejala alergi, segera hubungi dokter. Biasanya gejala akan hilang dalam beberapa jam dengan bantuan antihistamin.

Sementara reaksi yang lebih parah biasanya memicu gejala di atas yang disertai juga dengan beberapa gejala berikut ini:

1. Kesulitan bernafas

2. Mulut dan tenggorokan gatal

3. Kulit pucat atau kebiru-biruan

4. Denyut nadi lemah

Untuk reaksi alergi serius atau jika Moms mencurigai Si Kecil mengalami syok anafilaksis, segera bawa Si Kecil ke rumah sakit. Semakin cepat diobati, semakin baik.

(RGW)

Artikel Terkait