DI ATAS 5 TAHUN
26 November 2017

Kekerasan Verbal Bisa Berpengaruh Buruk Ke Anak!

Kekerasan verbal yang dialami anak bisa merusak masa depan anak lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Setiap orang tua pasti ingin buah hatinya tak hanya sehat secara jasmani saja, namun juga sehat dan cerdas secara emosional. Berbagai cara dilakukan oleh orang tua untuk mendidik Si Kecil, namun seringkali orang tua kebingungan apakah cara mendidik mereka benar atau salah.

Padahal, cara orang tua mendidik anak-anaknya akan berpengaruh besar hingga sang anak dewasa. Tak jarang, orang-orang hebat lahir dari pola asuh dan didik orang tuanya yang baik. Begitu pula sebaliknya, orang-orang yang terjebak dalam masalah hidup seperti kejahatan dan narkoba karena pola didik orang tua yang salah.

Moms dan Dads tentu tak ingin kan Si Kecil nantinya tumbuh menjadi orang yang bermasalah? Moms dan Dads pun mendidik anak tanpa pernah menyakiti Si Kecil, tidak pernah melakukan kekerasan fisik pada anak.

Namun, apakah Moms dan Dads yakin tidak pernah melakukan kekerasan verbal pada anak?

Membentak, Memaki, Maupun Mengabaikan Anak

ibu marah ke anak

Tahukah Moms, anak yang sering mendapatkan pukulan, bentakan, pengabaikan, kata-kata yang tidak baik, ancaman, maupun makian akan menjadikan anak rentan mengalami kelemahan emosional dan masalah di masa mendatang?

Menurut Hadi, Ketua Yayasan Bina Sejahtera Indonesia, A. Hadi Utomo, jika anak sedari kecil hingga masa akil baliqnya terus mengalami perlakuan buruk seperti contoh di atas, maka akan terus membekas dalam diri anak sehingga anak menjadi rentan dengan narkoba, kegiatan prostusi, dan kejahatan.

Selain itu, lemahnya kecerdasan emosi anak akan membuat anak rentan curiga, putus asa, berfikir negatif, mudah tersinggung, daya juang cepat melemah, dan akan sering menyalahkan orang lain.

“Menurut catatan kami, anak tidak perlu dibentak atau dimaki setiap hari. Cukup hanya sekali sebulan anak itu dibentak, diberikan kata-kata tidak baik maupun kata-kata buruk, diancam, dihina, dan dimaki,” ujar Hadi saat ditemui beberapa waktu lalu di kegiatan Pelatihan PUG, PP, dan PA bagi Penggiat SDM Media Sosial yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Hadi melanjutkan, cukup sekali sebulan semua kekerasan verbal tersebut dilakukan oleh orang tua namun rutin dilakukan hingga anak akil baliq, maka akan menghasilkan anak yang rentan gagal jiwa.

Baca Juga : Hati-Hati, Kekerasan Dapat Merusak Karakter Anak!

Berbicara Dengan Lemah Lembut

keluarga bahagia

Oleh karena itu, apabila orang tua menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang lemah lembut dan baik, maka Hadi menyarankan untuk memperlakukan mereka lemah lembut dan penuh perhatian pula.

“Saat orang tua memperlakukan anaknya dengan lemah lembut, itu seolah sedang berbicara ke anaknya ‘Begini lho nak, saya sedang mengajarkan ke kamu bagaimana nanti memperlakukan saya’. Jika orang tua berbicara kasar ke anak sejak kecil maka dengan begitu orang tua sedang mengatakan ke anak untuk berbicara kasar pula ke orang tua saat mereka besar nanti,” ujar Hadi.

(CAR)

Foto : Shutterstock

Artikel Terkait