KESEHATAN
26 November 2020

Yuk Kenali 7 Bagian Vagina dan Cara Memeriksanya!

Agar bisa lebih menjaga diri, sebaiknya ketahui bagian-bagian vagina Moms sendiri, yuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Intan Aprilia

Seberapa familiar Moms dengan organ kewanitaan sendiri? Dengan mengenali bagian-bagian vagina secara jelas, Moms dapat mengidentifikasi sendiri jika terjadi keanehan atau masalah pada organ kewanitaan.

Tentu saja akan sulit menjelaskan kepada dokter ginekolog jika kita sendiri tidak bisa menjelaskan secara pasti gejala yang mungkin memengaruhi bagian vagina.

Melansir informasi yang disampaikan oleh Independent.co.uk, diketahui bahwa sebanyak 66% mayoritas wanita berpikir bahwa kesehatan vagina tidak mendapatkan perhatian yang layak dan sebanyak 65% masyarakat memiliki terlalu banyak kesalahpahaman tentang vagina.

Baca Juga: Begini Cara Tepat Membersihkan Vagina

Setiap wanita memiliki bentuk vagina yang berbeda-beda dan tidak identik sama. Baik dari segi ukuran, warna, bentuk dan aroma.

Perbedaan ini adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan ya, Moms. Vagina bahkan akan berubah dengan bertambahnya usia seseorang dan hal tersebut sangat normal.

Bagian-bagian Vagina

bagian vagina

Foto: Orami Photo Stock

Perlu diketahui bahwa vagina tiap wanita berbeda-beda. Vagina adalah saluran elastis yang menghubungkan antara rahim dengan area luar tubuh.

Lapisan lembut pada bagian vagina dapat memproduksi pelumas dan menjadi ruang masuk penis selama berhubungan seksual.

Vagina menjadi saluran keluarnya darah menstruasi. Dalam proses persalinan, dinding saluran vagina dapat mengembang dan menjadi jalan keluar bayi.

Bagian vagina terdiri dari beberapa lapisan. Ada bagian g-spot, klitoris, uretra, vulva dan labia. Bagian-bagian ini memiliki pembuluh darah dan jaringan saraf. Jaringan saraf ini yang menstimulasi rangsangan seksual.

Dinding vagina ditutupi banyak lipatan dan sebagai penghalang antara rahim dan vagina. Melansir dari studi yang diterbitkan oleh Planned Parenthood Federation of America, lapisan permukaan dinding vagina terbuat dari jaringan mukosa. Jaringan ini yang membantu vagina untuk meregang.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas anatomi bagian vagina dan struktur di sekitarnya. Berikut ini pembahasan tentang apa saja bagian-bagian vagina dan fungsinya.

1. Vulva

Bagian vagina vulva

Foto: Orami Photo Stock

Bagian pertama yang harus Moms kenali dengan baik adalah bagian vulva.

Vulva adalah bagian terluar dari vagina, terdiri dari labia majora, labia minora, klitoris, dan pembukaan vagina.

Banyak orang kerap kali menyebut bagian vulva ini dengan sebutan vagina saja tanpa lebih spesifik.

Baca Juga: Benarkah Memakai Cairan Pembersih Kewanitaan Setiap Hari Membuat Vagina Kering?

2. Labia Majora

bagian vagina labia majora

Foto: Orami Photo Stock

Labia majora adalah bagian bibir vagina terluar, biasanya dekat dengan bagian bulu rambut kemaluan.

Bentuknya seperti kulit tambahan dan lebih tebal menyerupai bibir.

Fungsi labia majora adalah untuk melindungi dan menutup bagian dalam vagina.

Bentuk labia majora ini bisa panjang, pendek, kusut, ataupun halus.

Warna bibir vagina juga bervariasi, ada yang merah muda hingga hitam kecoklatan.

Warna labia majora dapat berubah seiring bertambahnya umur.

3. Labia Minora

Bagian vagina labia minora.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Labia minora adalah bagian bibir vagina bagian dalam dan letaknya dimulai dari dekat klitoris hingga pembukaan vagina.

Berbeda dengan labia majora, labia minora tidak memiliki jaringan lemak, sehingga bentuknya tipis, halus dan lebih kecil.

Labia minora juga biasanya basah dan berfungsi melindungi organ vagina bagian dalam terhadap parasit yang akan masuk.

Labia minora akan mengelilingi ruang depan vulva dan berada di antara labia majora dan ruang depan vulva.

Penelitian Anatomy, Abdomen and Pelvis, Female External Genitalia menjelaskan saat ada gairah seksual, labia minora akan membengkak.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kebersihan Vagina Selama Menstruasi

4. Pembukaan Vagina

Bagian vagina pembukaan vagina

Foto: Orami Photo Stock

Bagian pembukaan vagina berada tepat di bawah lubang pembukaan uretra.

Di bagian ini biasanya darah menstruasi keluar untuk diserap oleh tampon atau pembalut.

Pada bagian ini juga bayi keluar jika Moms melahirkan secara normal, atau jalur masuknya penis saat berhubungan seksual.

Selain jalur menstruasi, melahirkan dan jalur penis, menurut American Journal of Obstetrics & Gynecology, pembukaan vagina juga sebagai tempat masuknya tampon, menstrual cup, mainan seks, dan jari.

Pada pembukaan vagina, biasanya terdapat hymen atau selaput dara yang bentuknya tipis.

5. Klitoris

Bagian vagina klitoris

Foto: Orami Photo Stock

Klitoris adalah bagian yang letaknya berada di bagian paling atas vulva, di mana kedua bagian bibir vagina atau labia majora bertemu.

Ukuran klitoris juga bervariasi. Tetapi, biasanya ukuran klitoris hanya sebesar kacang polong atau sebesar buku ibu jari.

Bagian klitoris ini dilindungi oleh lapisan kulit yang disebut tudung klitoris.

Baca Juga: Benarkah Riwayat Infeksi Menular Seksual Bikin Susah Hamil?

Planned Parenthood Federation of America menjelaskan bahwa bagian klitoris ini biasanya membengkak atau menjadi lebih besar jika terangsang karena klitoris memiliki ribuan saraf jika dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

Klitoris dapat distimulasi agar perempuan dapat terangsang dan mengeluarkan cairan pelumas alami, sehingga hubungan seksual menjadi lebih nyaman dan tidak sakit.

6. Selaput Dara

Bagian vagina selaput dara

Foto: Orami Photo Stock

Selaput dara disebut juga sebagai hymen, yakni selaput tipis yang berada di lubang vagina. Bentuk setiap orang berbeda.

Menurut studi the Health tahun 2012, ukuran selaput dara setiap orang berbeda. Tidak ditetapkan ukuran normal selaput dara.

Hingga saat ini, fungsi selaput dara untuk tubuh belum begitu jelas. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa lapisan ini bisa saja berada di vagina untuk menghalangi masuknya bakteri ke dalam tubuh.

7. G-Spot

Bagian vagina g spot

Foto: Orami Photo Stock

G-spot atau titik rangsang yang biasa ditemukan di bagian vagina. Ini terletak di bagian depan atau sisi pusar vagina.

Letak pastinya memang tidak terlihat dengan kasat mata. G-spot berada di antara tulang kemaluan dan bagian depan serviks.

Salah satu tempat cukup sensitif pada bagian vagina ini, juga cukup sulit dipahami.

Kebanyakan wanita mengalami orgasme apabila bagian ini mulai membengkak.

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Kesehatan Vagina

Cara Memeriksa Vagina Sendiri di Rumah

Memeriksa bagian vagina

Foto: Orami Photo Stock

Nah, dengan mengetahui bagian-bagian vagina, tentu saja Moms dapat mendeskripsikan jika ada keanehan tertentu pada dokter.

Jika vagina mengalami masalah seperti penyakit menular seksual, tanda umumnya adalah gejala keputihan tidak wajar, yakni warna keputihan yang berubah menjadi kuning atau mungkin bisa menjadi hijau dan mengeluarkan bau amis yang cukup kuat.

Selain itu, bagian vulva juga bisa membengkak, gatal, terdapat luka atau bintik merah.

Untuk memeriksa bagian vagina sendiri di rumah adalah dengan menggunakan bantuan kaca, bantal kecil, dan senter.

Caranya, letakkan bantal di bawah punggung dan bukalah kedua kaki Moms.

Baca Juga: Hati-Hati! Ini 7 Tanda Seseorang Kecanduan Seks

Lalu, gunakan senter dan refleksi cermin untuk memeriksa jika ada keanehan pada bagian vulva, misalnya bengkak, terdapat bintik merah ataupun luka.

Seiring bertambahnya usia, dinding vagina vagina menjadi lebih rileks, dan diameter vagina menjadi lebih lebar. Dalam hal kepuasan seksual, ukuran vagina tidak mempengaruhi fungsi seksual.

Setelah menopause, ketika estrogen lebih rendah, dinding vagina menjadi lebih tipis dan rapuh, yang dapat menyebabkan gejala kekeringan vagina dan penurunan sekresi vagina.

Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan seks dan meningkatkan kemungkinan iritasi atau infeksi vagina.

Baca Juga: 5 Penyebab Vagina Bau yang Harus Diwaspadai!

Jika Moms merasakan adanya keanehan setelah memeriksa bagian-bagian vagina, atau gejala-gejala penyakit menular seksual, segeralah buat janji temu dengan dokter kandungan.

Artikel Terkait