KEHAMILAN
20 Agustus 2019

Kenali Penyakit Klamidia yang Bisa Merusak Kesuburan Pria

Ternyata klamidia juga bisa menyerang pria!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Selama ini, klamidia sering disebut sebagai salah satu infeksi menular seksual yang sering menyerang perempuan.

Namun, penyakit ini ternyata juga bisa menyerang pria. Bahkan, dampak buruknya, klamidia bisa merusak kesuburan pria.

Apa itu Klamidia?

Hati-hati! Penyakit klamidia bisa rusak kesuburan pria (1).jpg

Klamidia merupakan jenis infeksi menular yang paling umum terjadi di Inggris.

Dikutip dari situs web News Medical Life Sciences, di Inggris, sebanyak 35.500 pria dan 45.500 perempuan tercatat mengidap klamidia pada 2004. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dari catatan pada 1997.

Peningkatan kasus klamidia pada pria perlu menjadi perhatian khusus karena klamidia bisa merusak kesuburan pria.

Dipimpin oleh José Luis Fernández, sejumlah ahli dari Juan Canalejo University Hospital di La Coruna, Spanyol melakukan penelitian yang kemudian menemukan bahwa klamidia – yang sering kali menyerang tanpa memperlihatkan gejala khusus – ternyata dapat merusak kualitas sperma.

Temuan tersebut telah dipresentasikan dalam konferensi American Society for Reproductive Medicine di Washington, D.C.

Dikutip dari situs web New Scientist, para peneliti menganalisis sperma milik 143 pria yang tidak dapat mempunyai keturunan – seluruh pria tersebut terinfeksi klamidia dan mikoplasma.

Baca Juga : Waspada Selalu, Ini Penjelasan Penyakit Gonore dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

Pria Terkena Klamidia Memiliki Sperma yang Kurang Sehat

Hati-hati! Penyakit klamidia bisa rusak kesuburan pria (2).jpg

Hasil analisis para ahli menunjukkan sebanyak 35% pria yang terinfeksi klamidia memiliki DNA yang terfragmentasi.

Dibandingkan sperma pria yang sehat, tingkat fragmentasi DNA pada sperma pria yang terinfeksi klamidia tiga kali lipat lebih tinggi.

Selain itu, secara umum jumlah sperma mereka tergolong rendah, namun jumlah sperma yang bentuknya abnormal lebih banyak.

Para ahli juga mengatakan sperma para pria yang terinfeksi klamidia memiliki motilitas (pergerakan) yang buruk – sehingga tidak mampu berenang mencapai sel telur.

Fenomena klamidia bisa merusak kesuburan pria ini cukup mengkhawatirkan.

Dr. Allan Pacey, dosen senior bidang andrologi di University of Sheffield yang juga Sekretaris British Fertility Society mengatakan perlu ada upaya khusus untuk membantu melindungi generasi muda dari klamidia.

“Selama ini, masyarakat menganggap klamidia adalah penyakit yang dapat mengganggu kesuburan perempuan. Faktanya, klamidia bisa merusak kesuburan pria juga,” ujar Dr. Pacey.

Baca Juga : Hati-hati, 6 Obat Ini Bisa Mengganggu Kesuburan Suami Istri

Melihat angka pria penderita klamidia yang makin tinggi, Dr. Pacey mendorong para pria untuk tidak segan melakukan skrining, terutama kelompok yang paling rentan, yaitu mereka yang berusia 18 hingga 25 tahun.

Dikutip dari situs web BBC, Dr. Pacey menerangkan bahwa dalam kasus yang parah, klamidia dapat menyebabkan pembengkakan pada testis dan epididimis (saluran di dalam skrotum yang menempel pada bagian belakang testis).

Tetapi, pada kasus klamidia yang belum parah, gejalanya tidak terlalu mengganggu dan pria umumnya mengabaikannya.

“Akibatnya, mereka tidak melakukan skrining dan tidak mendapatkan perawatan yang semestinya,” tambah Dr. Pacey.

(AN/CAR)

Artikel Terkait