PERNIKAHAN & SEKS
15 Juli 2019

Kenapa Toxic Relationship Susah untuk Dilupakan?

Kenapa ya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kenapa seringkali kita mempertahankan orang yang merugikan dalam hidup? Ini bisa jadi salah satu pertanyaan yang seringkali muncul ketika membicarakan hubungan antar manusia: ketika seseorang yang toxic, menyedihkan, negatif, atau secara psikologis merugikan.

Apa yang memotivasi kita untuk tetap mempertahankan tali silaturahmi alih-alih melupakan toxic relationship tersebut?

Riset terbaru yang diterbitkan di American Sociological Review mengungkapkan salah satu alasan kenapa seseorang susah melupakan toxic relationship dan justru tak ada hubungannya dengan pelaku toxic relationship.

Orang-orang yang menyusahkan seperti ini, seringkali menempati porsi besar dalam hidup karena struktur sosial kita yang memang seringkali menguntungkan mereka.

1. Toxic Relationship Mengacaukan Cara Pandang dan Intuisi Kita

toxic relationship

Foto: elitedaily.com

Toxic relationship bisa membuat kesehatan mental seseorang terganggu, sehingga move on akan terasa berat. Menurut relationship expert Alessandra Conti dari Matchmakers In The City, setelah menjalani toxic relationship biasanya kita akan mempertanyakan intuisi dan mulai menyalahkan diri sendiri.

Bagaimana bisa kita tak melihat kejanggalan selama ini?

Bagaimana bisa kita mengabaikan semua tanda negatif?

Kita akan mulai mempertanyakan ketidakmampuan diri kita untuk menyelamatkan diri sendiri. Belajar untuk percaya terhadap diri sendiri adalah salah satu proses untuk sembuh, maka tak ada salahnya untuk mulai memberikan kredit lebih terhadap diri sendiri.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta tentang Hubungan Percintaan

2. Mantan Pasangan Mahir Memutar-balikkan Keadaan dan Membuat Seolah Semua Kesalahan adalah Murni karena Perbuatan Kita

toxic relationship

Foto: cosmopolitan.com

Lagi-lagi, karena lonjakan emosi yang begitu intens di hubungan sebelumnya, membuat kita setiap saat selalu memikirkan bahwa semua hal yang terjadi adalah kesalahan kita.

Sedangkan mantan pasangan yang selalu dengan intrik manipulatifnya akan memosisikan diri seolah merekalah penyelamat dalam hubungan yang sedang di ambang kehancuran.

Semua kepercayaan yang dibangun selama ini dilanggar dengan mudahnya akan membuat kita kesulitan untuk membangun kembali kepercayaan dengan orang lain. Itulah sebabnya kenapa hubungan toxic sangat susah untuk dilupakan.

Kita mungkin tak bisa menghentikan seseorang untuk menyakiti kita, tapi keyakinan bahwa kita bisa dengan mudahnya tersakiti akan menempel jauh lebih lama dari yang kita inginkan. Jangan biarkan orang lain menyakiti kita.

Baca Juga: 4 Alasan Hubungan Anda Tidak Pernah Awet

3. Beberapa Teman Dekat Mungkin Akan Menjauh karena Hubungan Toxic yang Kita Jalani

toxic relationship

Foto: myyjoyonline.com

Salah satu tanda paling jelas dalam hubungan toxic adalah menghilangnya teman dekat kita satu per satu. Jadi ketika kita akhirnya mampu keluar dari hubungan toxic, harga yang harus dibayar adalah kehidupan sosial kita yang tergadaikan sehingga membuat kita lebih kesepian dari sebelumnya.

Tapi secara bersamaan, menjalin silaturahmi kembali dengan teman-teman yang sempat menghilang bisa menjadi bantuan untuk diri sendiri agar bangkit dari keterpurukan setelah pergi dari hubungan toxic.

Adanya support system yang baik akan mendongkrak kepercayaan diri kita untuk sembuh dan kembali ceria seperti sedia kala.

Artikel Terkait