PERNIKAHAN & SEKS
6 Maret 2019

Hati-hati Jadi Bertengkar! Ini 3 Kesalahan saat Diskusi dengan Suami

Tiga hal ini sering dilakukan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Melakukan diskusi dengan suami dan banyak ngobrol adalah hal yang baik. Namun kadang komunikasi justru jadi penyebab pertengkaran. Kesalahan komunikasi ini sangat mudah merusak hubungan.

Komunikasi yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah yang serius. Dr. Susan Edelman, seorang psikiater mengungkapkan, “Jika tidak dapat berkomunikasi dengan pasangan, maka dapat membuka pintu untuk kesalahpahaman dan membuat jarak.”

Maka dari itu, Moms perlu memahami ada banyak kesalahan saat diskusi dengan suami yang justru menciptakan masalah hanya karena salah penyampaian. Ingat bahwa hubungan itu dasarnya adalah komunikasi.

David Bennet seorang pakar hubungan mengungkapkan bahwa hubungan suami istri adalah melibatkan dua orang yang menjalani kehidupan secara bersama-sama.

Maka, salah komunikasi bisa jadi penyebab pertengkaran. Maka, Moms perlu memahami kesalahan saat diskusi dengan suami yang kerap terjadi.

Baca Juga: Lakukan 5 Hobi Ini untuk Mempererat Hubungan Suami Istri

1. Berbicara dengan Berteriak

12.2

Ketika Moms merasa marah, maka Moms mungkin mulai meninggikan suara. Kemarahan ini dapat menciptakan ketegangan.

Ketika ketegangan meningkat, Moms mencari cara untuk mengekspresikannya.

Kadang berteriak saat berdiskusi dengan suami bisa jadi pilihan cepat untuk mengungkapkan emosi.

Padahal hal ini dapat memperburuk suasana diskusi dengan suami dan bahkan jadi penyebab pertengkaran.

Mungkin merasa tenang setelah melepaskan emosi tetapi hal itu hanya sesaat saja sebab pertengkaran yang lebih besar mungkin bisa saja terjadi.

Maka, Moms tetap perlu berdiskusi dengan suami dengan kepala yang dingin dan hati tenang.

2. Terlalu Sering Meminta Maaf

2817644.main image

Meminta maaf adalah hal yang baik dalam hubungan. Tetapi terlalu sering juga menjadi masalah. Hal ini bisa menciptakan masalah dalam hal batasan jika selalu minta maaf.

Jadi, orang meminta maaf bukan karena memahami kesalahannya tetapi agar pasangannya tidak marah lagi. Bisa jadi seseorang malah tidak memahami apa yang menjadi kesalahannya.

Perilaku ini juga menyebabkan hubungan jadi tidak jujur dan terbuka. Masalah yang muncul dianggap bisa selesai hanya dengan meminta maaf.

Padahal saat berdiskusi dengan suami, justru semua hal baik dan buruk harus diungkapkan kedua belah pihak.

Hal ini membantu agar hubungan semakin baik. Jadi jangan sampai Moms yang ingin terus mengalah supaya mencegah terjadinya pertengkaran yang lebih besar lagi.

Baca Juga: Tidak Perlu Gengsi, Ini 6 Cara Minta Maaf Pada Pasangan

3. Memiliki Sikap Kompetitif atau Tidak Mau Kalah

shutterstock 1081691906

Sifat yang tidak mau kalah bisa jadi penyebab pertengkaran ketika Moms sedang berdiskusi dengan suami.

Jangan sampai pernikahan disamakan dengan pertandingan sepak bola atau pertandingan yang lainnya yang harus mencari siapa yang menang dan kalah.

Ingat bahwa dalam pernikahan tidak ada yang menang ataupun kalah. Moms dan pasangan harus saling bekerja sama untuk mencapai pernikahan yang bahagia.

Maka, jangan sampai saat berdiskusi justru Moms dan pasangan mencari siapa yang benar dan salah.

Moms perlu membuka komunikasi dengan baik dan terbuka. Jangan sibuk membela diri sendiri dan mencari kesalahan pasangan agar ia merasa kalah.

Hal ini sungguh dapat jadi penyebab pertengkaran. Selain itu, hubungan suami istri juga tidak sehat karena pertikaian akan berlangsung terus menerus.

Moms kerap tidak sadar bahwa seperti sedang berkompetisi padahal kondisi ini bisa berdampak buruk untuk pernikahan ke depannya.

Nah, apakah Moms kerap melakukan salah satu dari kesalahan saat berdiskusi dengan suami? Apakah pernah melakukannya dan justru jadi penyebab pertengkaran?

(GSA)

Artikel Terkait