PASCA MELAHIRKAN
28 Juni 2019

Pilihan Makanan setelah Melahirkan yang Bisa Moms Konsumsi

Bantu sembuhkan luka jahitan sampai cegah PPD
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Selamat, Moms kini sudah menjadi ibu! Setelah melewati proses persalinan yang mempertaruhkan nyawa, kini Moms perlu mengisi kembali energi yang terkuras.

Setelah melahirkan, Moms bisa mengalami banyak hal. Menyusui, mengalami nyeri jahitan, kelelahan menjadi ibu baru, sembelit, anemia, sampai menghadapi risiko post-partum depression (PPD).

Untuk mengantisipasinya, Moms perlu mengonsumsi zat gizi tertentu dari makanan. Ada lho Moms pilihan makanan setelah melahirkan yang bisa Moms coba.

Selain membantu proses pemulihan pascamelahirkan, ada beberapa pilihan makanan setelah melahirkan yang bisa membuat Moms terhindar dari PPD!

Kira-kira, apa saja ya Moms pilihan makanan setelah melahirkan yang bisa Moms coba? Yuk cari tahu di bawah ini!

Baca Juga: Bedah Bariatrik Ibu Pascamelahirkan dan Ibu Menyusui, Apa Boleh?

1. Agar ASI Deras

1-menyusui.jpg

Foto: nct.org.uk

Setelah melahirkan, tidak semua ibu langsung mengeluarkan ASI. Agar ASI keluar dengan lancar, Moms perlu minum lebih banyak cairan.

"Ibu juga dapat mengonsumsi makanan yang mendorong produksi ASI seperti oatmeal, wijen, kacang hijau, almond, daun katuk, dan bawang putih," jelas Ahli Nutrisi Anita Mirchandani seperti dikutip dari Motherly.com.

Moms juga perlu menghasilkan ASI yang bergizi tinggi demi kebaikan Si Kecil. Kuncinya adalah mengonsumsi makanan setelah melahirkan yang sehat dan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral.

Selain untuk pertumbuhan bayi, makanan setelah melahirkan yang penuh gizi juga baik untuk Moms yang membutuhkan kalori ekstra saat menyusui.

2. Agar Luka Pascapersalinan Cepat Sembuh

artikel_HERO (3).jpg

Foto: huffingtonpost.com

Sakitnya jahitan pascapersalinan umumnya dirasakan Moms yang melahirkan secara Caesar. Tapi, beberapa Moms yang melahirkan secara normal juga menerima jahitan.

Agar jahitan cepat kering dan luka cepat sembuh sehingga tak nyeri lagi, Moms perlu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, betakaroten, zinc, dan protein.

Vitamin C yang banyak terkandung dalam paprika, stroberi, serta jeruk membantu pembentukan kolagen yang mengembalikan sel-sel kulit serta mengatasi rambut rontok pascapersalinan.

Kolagen sendiri terdapat dalam kaldu tulang, gelatin, serta daging yang dimasak bersama tulangnya.

Sementara itu, betakaroten dan zinc yang terdapat dalam wortel, ubi, seafood, dan daging merah membuat jaringan kulit sembuh lebih cepat.

Protein penting untuk memberi energi saat penyembuhan sekaligus mendorong perbaikan jaringan. Kaldu tulang dan yogurt membantu Moms sembuh lebih cepat dan menyeimbangkan bakteri baik untuk mencegah infeksi pascaoperasi.

"Ibu juga perlu mengisi ulang cadangan protein Moms setelah mengandung selama sembilan bulan dan disusul dengan menyusui," jelas Lisa, ahli nutrisi, seperti dikutip dari 8fit.com.

Konsumsilah 5-7 porsi daging merah, ayam, ikan dan seafood, telur, biji-bijian, dan kacang-kacangan setiap hari.

Baca Juga: 5 Aktivitas bersama Bayi untuk Mengurangi Depresi Pascamelahirkan

3. Agar Lebih Berenergi

3-ibubaru.jpg

Foto: scarymommy.com

Menjadi ibu baru sangat melelahkan. Karena itu, jangan lupa minum air yang cukup serta konsumsi makanan yang kaya vitamin B12 seperti seafood, hati, dan telur.

"Sebaiknya pilih makanan yang menyediakan energi yang tahan lama seperti ubi, kacang-kacangan, oat, dan beras cokelat atau beras merah, bukan makanan olahan dan makanan yang mengandung gula," terang Anita.

4. Mengatasi Sembelit Pascapersalinan

4-sembelit.jpg

Foto: verywellhealth.com

Ibu yang melahirkan secara normal maupun Caesar bisa mengalami sembelit pascapersalinan. Asupan serat membantu menahan air sehingga melunakkan tinja serta mempermudah makanan berjalan menuju usus. Serat juga mempercepat proses pencernaan serta merangsang pergerakan usus.

Makanan kaya serat yang bisa Moms konsumsi di antaranya sayuran berdaun hijau, kol dan sebangsanya, kacang merah dan sejenisnya, serta oatmeal.

5. Mencegah Anemia

5-anemia.jpg

Foto: webmd.com

Anemia sering terjadi pada ibu saat hamil maupun setelah melahirkan. "Sebab, saat mengandung, tubuh membutuhkan sel darah merah yang lebih banyak untuk mengirim zat gizi dan oksigen ke bayi dalam kandungan, sedangkan saat melahirkan, banyak darah keluar," tutur Anita.

Zat besi penting untuk pembentukan sel darah baru. Mineral esensial ini bisa ditemukan pada daging merah (sapi, domba, hati), tahu, buncis, bayam, dan dark chocolate. Moms bisa mempercepat penyerapan zat besi dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk-jerukan, kiwi, dan stroberi.

Baca Juga: Apa Penyebab dan Cara Mengatasi Ambeien Pascamelahirkan?

6. Mencegah Post-Partum Depression

6-postpartumdepression.png

Foto: chsbuffalo.org

Studi yang dimuat di Asian Journal of Psychiatry pada 2013 menemukan bahwa ada hubungan kuat antara inflamasi, kadar serotonin, dan depresi pascamelahirkan.

Karena itu, Moms bisa menyantap makanan setelah melahirkan yang bersifat antiinflamasi seperti aneka sayuran segar, buah-buahan, daging merah, sumber lemak sehat seperti extra virgin olive oil, salmon, oat, serta makanan fermentasi seperti yogurt dan kimchi.

Nah, itulah pilihan makanan setelah melahirkan yang bisa Moms konsumsi. Cepat pulih ya Moms!


Artikel Terkait