KEHAMILAN
12 Februari 2020

Ini Manfaat Kalium untuk Ibu Hamil, Wajib Tahu!

Bisa membuat Moms terhindari dari kram otot yang menyakitkan!
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, apakah Anda takut kekurangan kalium selama kehamilan sehingga dapat menghambat perkembangan janin? Untuk itu, sebagai ibu hamil kebutuhan mengonsumsi kalium menjadi sangat penting bagi Anda dan Si Kecil dalam kandungan.

Menurut National Institutes of Health, kalium merupakan nutrisi penting yang secara alami hadir dalam banyak makanan dan tersedia pula sebagai suplemen makanan.

Kalium juga mineral penting, yang meningkatkan komunikasi otot atau saraf, keseimbangan elektrolit tubuh, dan pertumbuhan janin yang optimal.

Volume darah Anda meningkat hingga 50 persen selama kehamilan, jadi Anda akan membutuhkan sedikit lebih banyak elektrolit diantaranya adalah kalium untuk menjaga cairan ekstra dalam keseimbangan kimia yang tepat.

Baca Juga: Kram saat Hamil, Kapan Harus Waspada?

Makanan yang Mengandung Kalium bagi Ibu Hamil

manfaat makanan mengandung kalium untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menjaga asupan kalium selama kehamilan, ibu hamil diminta mengonsumsi beberapa makanan seperti yang dikutip dari National Institute of Health mengenai suplemen makanan yaitu kalium:

  • Buah-buahan kering (kismis, aprikot)
  • Kacang, lentil
  • Kentang
  • Labu musim dingin (biji, butternut)
  • Bayam, brokoli
  • Bit hijau
  • Alpukat
  • Pisang
  • Blewah
  • Jeruk, jus jeruk
  • Air kelapa
  • Tomat
  • Susu dan susu tanaman (kedelai, almond)
  • yogurt
  • Kacang mete, kacang almond
  • Ayam
  • Ikan salmon

Manfaat Kalium untuk Ibu Hamil

Lalu, apa manfaat makanan yang mengandung kalium bagi ibu hamil? Berikut ulasannya.

1. Terhindari Hypokalemia

Kram otot

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan artikel Journal of Clinical and Diagnostic Research, kekurangan kalium disebut dengan hypokalemia dan berarti tingkat kalium darah telah turun di bawah 3,5 mmol per liter.

Meskipun bukan tidak mungkin menderita hypokalemia akibat pola makan yang buruk. Defisiensi kalium biasanya disebabkan oleh kehilangan cairan secara tiba-tiba seperti selama muntah kronis, diare, keringat berlebih, dan kehilangan darah.

Baca Juga:Bengkak Saat Hamil? Begini Langkah Mengatasinya

Gejala umum defisiensi kalium termasuk kelelahan, kelemahan, kram otot (juga nyeri otot, kejang, dan kekakuan) jantung berdebar-debar, kesemutan dan mati rasa paling sering terjadi pada tangan, lengan, kaki, dan kaki, kesulitan bernapas, dan bahkan masalah pencernaan.

Nah, bila Moms tercukupi asupan kaliumnya maka akan terhindar dari hypokalemia yang mana di antaranya paling sering terjadi yaitu kram otot saat masa kehamilan.

2. Terhindar dari Pembengkakan

Bengkak kaki pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selama kehamilan, tubuh Moms memproduksi 50 persen lebih banyak darah dan cairan tubuh untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil dalam kandungan yang tengah berkembang.

Dilansir dari The American Pregnancy Association, pembengkakan adalah bagian normal dari kehamilan yang disebabkan oleh tambahan darah dan cairan.

Pembengkakan normal, yang juga disebut edema, dialami di tangan, wajah, kaki, pergelangan kaki, dan kaki. Retensi cairan ekstra ini diperlukan untuk melembutkan tubuh, yang memungkinkannya berkembang saat bayi berkembang.

Cairan ekstra juga membantu mempersiapkan persendian dan jaringan panggul agar terbuka untuk persalinan. Akun cairan tambahan sekitar 25 persen dari kenaikan berat badan wanita selama kehamilan.

Akan tetapi bila Moms kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, pembengkakan pun akan terjadi pada diri selama masa kehamilan. Pembengkakan dapat dikurangi dengan makan makanan yang tinggi kalium, seperti pisang, dan dengan menghindari kafein.

Baca Juga:Catat, Ini Dia Bahayanya Jika Ibu Hamil Kurang Kalium

Pada titik ini, Moms pun akan timbul pertanyaan bila tak sempat mengonsumsi makanan yang mengandung kalium maka apakah bisa meminum pil kalium saat hamil? Jawabannya adalah ya.

Tapi, sebelum mengambil tindakan tersebut, Moms harus bertemu dengan dokter untuk melihat dosis yang dianjurkan. Walaupun begitu, lebih aman mengonsumsi makanan kaya kalium karena kemungkinan overdosis lebih kecil dan tentunya rasa pun bisa dipilih sesuai selera!

Artikel Terkait