KESEHATAN
19 Oktober 2020

Bisa Tingkatkan Kesuburan, Ini 11 Manfaat Royal Jelly untuk Kesehatan

Salah satu manfaat mengkonsumsi royal jelly dapat merawat kulit lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebenarnya, lebah tidak hanya menghasilkan madu. Salah satu hasil lainnya dari lebah madu yang popular adalar royal jelly.

Ini adalah semacam agar-agar yang disebut pollen yang diproduksi oleh lebah madu untuk lebah ratu dan anaknya.

Royal jelly sering dijual sebagai suplemen makanan untuk mengobati berbagai penyakit fisik dan penyakit kronis.

Nada Orsolic, profesor dari Fakultas Sains di Universitas Zagreb menguji efek pencegahan dan penyembuhan produk lebah pada model tumor pada tikus.

"Efek dari senyawa yang diuji ditunjukkan baik dengan penghambatan pertumbuhan tumor atau pembentukan metastasis (tumor sekunder) dan dengan peningkatan kelangsungan hidup hewan," kata Nada dilansir dari Food Navigator.

Baca Juga: 4 Manfaat Madu Bagi Kesehatan Anak

Royal jelly secara signifikan menghambat penyebaran tumor jika disuntikkan bersamaan dengan sel tumor. Nada menjelaskan, cara kerjanya untuk memerangi tumor belum jelas, tetapi bisa saja menyebabkan apoptosis (bunuh diri sel), nekrosis sel kanker, atau langsung memberikan efek toksik atau imunomodulator. “Mereka juga dapat mengurangi oxyradicals berbahaya dalam sel atau cairan tubuh,” katanya.

Hebat sekali bukan kegunaan royal jelly? Untuk dapat mengetahui lebih lengkapnya, mari kita simak ulasan manfaat royal jelly sekaligus keamanan dalam mengonsumsinya.

Manfaat Royal Jelly

manfaat royal jelly

Foto: healthline.com

Frontiers in Pharmacology mencatat, komposisi kimiawi dari royal jelly tidak diketahui, tetapi efek positifnya pada kesehatan diperkirakan berasal dari protein dan asam lemaknya yang unik.

Ini termasuk sembilan glikoprotein yang secara kolektif dikenal sebagai protein royal jelly utama (MRJPs) dan dua asam lemak, asam trans-10-Hydroxy-2-decenoic dan asam 10-Hydroxydecanoic. Royal jelly juga mengandung beberapa vitamin B dan trace mineral.

Beberapa vitamin yang biasanya ada dalam royal jelly yakni:

  • Tiamin (B1)
  • Riboflavin (B2)
  • Asam pantotenat (B5)
  • Piridoksin (B6)
  • Niasin (B3)
  • Asam folat (B9)
  • Inositol (B8)
  • Biotin (B7)

Journal of Food Scinece menambahkan, komposisi royal jelly terdiri dari:

  • Air (50 hingga 60 persen)
  • Protein (18 persen)
  • Karbohidrat (15 persen)
  • Lipid (3 sampai 6 persen)
  • Garam mineral (1,5 persen)

Meskipun masih banyak klaim terkait manfaat royal jelly untuk kesehatan, namun ada beberapa penelitian yang dilakukan untuk menelusuri kebenarannya. Jadi, apa saja manfaat royal jelly yang bisa dirasakan?

1. Memberikan Efek Antioksidan dan Anti-inflamasi

Ini adalah manfaat royal jelly yang paling umum. Royal jelly secara luas diklaim dapat mengurangi peradangan dan stres oksidatif.

Dalam beberapa penelitian tabung dan hewan, asam amino spesifik, asam lemak, dan senyawa fenolik yang ditemukan dalam royal jelly tampaknya memiliki efek antioksidan yang kuat.

Selain itu, beberapa penelitian tabung reaksi menunjukkan penurunan kadar bahan kimia pro-inflamasi yang dilepaskan dari sel kekebalan yang diobati dengan royal jelly menurut Biomed Research International

Meskipun hasil ini menjanjikan, penelitian pada manusia masih kurang. Lebih banyak data diperlukan untuk menarik kesimpulan pasti tentang mengobati peradangan menggunakan royal jelly.

2. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung dengan Mempengaruhi Tingkat Kolesterol

Baik penelitian pada hewan maupun manusia menunjukkan bahwa royal jelly memberi manfaat positif pada kadar kolesterol.

Oleh karena itu, royal jelly diklaim dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Meskipun mekanisme pastinya masih belum jelas, protein spesifik dalam royal jelly dapat membantu menurunkan kolesterol.

Studi yang dilakukan Frontiers in Aging Neuroscience selama 12 minggu menemukan bahwa kelinci yang diberi royal jelly secara signifikan mengurangi kadar kolesterol total dan kolesterol LDL ‘jahat’ masing-masing sebesar 28 % dan 23 %.

Penelitian manusia selama selama satu bulan juga dilakukan melihat adanya penurunan 11 % dan 4 % dalam total dan kadar kolesterol LDL ‘jahat’ pada orang yang mengonsumsi sekitar 3 gram royal jelly setiap hari.

Meskipun terlihat menjanjikan, diperlukan lebih banyak penelitian lagi untuk memahami manfaat royal jelly pada kesehatan jantung.

3. Membantu Penyembuhan Luka dan Perbaikan Kulit

Royal jelly yang digunakan secara oral dan topical, dapat mendukung penyembuhan luka dan kondisi kulit inflamasi lainnya.

Ini diketahui memiliki karena royal jelly memiliki efek antibakteri, yang dapat menjaga luka tetap bersih dan bebas dari infeksi.

Satu penelitian pada hewan mengungkapkan peningkatan produksi kolagen pada tikus yang diberi ekstrak royal jelly. Kolagen adalah protein yang penting untuk perbaikan kondisi kulit.

Sebuah studi tabung reaksi yang dilakukan oleh Nutrition Research and Practice menunjukkan adanya peningkatan kapasitas perbaikan jaringan secara signifikan dalam sel manusia yang diobati dengan royal jelly.

Baca Juga: 9+ Manfaat Buah Pepaya yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah, Catat Ya!

4. Dapat Menurunkan Tekanan Darah

Manfaat lain dari royal jelly adalah dapat melindungi jantung dan sistem peredaran darah dengan cara mengurangi tekanan darahnya.

Penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa protein spesifik dalam royal jelly dapat mengendurkan sel-sel otot polos di pembuluh darah dan arteri, sehingga menurunkan tekanan darah, menurut Scientific Report.

Sebuah penelitian pada hewan baru-baru ini meneliti suplemen yang menggabungkan royal jelly dengan zat turunan lebah lainnya yang menemukan penurunan pertumbuhan yang signifikan.

Namun, diperlukan lebih banyak penelitian tentang hubungan royal jelly dengan tekanan darah.

5. Mengontrol Gula Darah

Manfaat royal jelly juga diklaim dapat meningkatkan kontrol gula darah dan sensitivitas insulin dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

Penelitian pada hewan yang dipublikasikan dalam International Journal of Reproductive Biomedicine menunjukkan peningkatan sensitivitas insulin dan efek perlindungan yang jelas pada jaringan pankreas, hati dan reproduksi pada tikus diabetes diabetes yang obesitas yang diobati dengan royal jelly.

Satu penelitian kecil selama enam bulan pada manusia menunjukkan penurunan 20% dalam gula darah orang sehat yang puasa dan diberi suplemen royal jelly setiap hari. Namun, penelitian tentang topik ini masih terbatas.

6. Mendukung Fungsi Otak

Sebuah studi pendahuluan mengungkapkan bahwa tikus yang diinduksi stres yang diobati dengan royal jelly, memiliki tingkat hormon stres yang lebih rendah dan sistem saraf pusat yang lebih kuat daripada kelompok kontrol.

Sebuah studi terpisah oleh Neuroscience Letter menghasilkan peningkatan memori dan pengurangan gejala depresi pada tikus pascamenopause yang diberi royal jelly.

Penelitian pada hewan lain menunjukkan bahwa tikus yang diobati dengan royal jelly lebih mampu menghilangkan endapan kimia tertentu di otak yang terkait dengan penyakit Alzhaimer.

Sebagian besar studi ini menghubungkan efek perlindungan pada otak dan jaringan saraf dengan kapasitas antioksidan royal jelly. Meskipun data ini menggembirakan, diperlukan penelitian kepada manusia untuk lebih jelasnya.

Baca Juga: 9 Tempat Deteksi Kanker Payudara di Jabodetabek

7. Meningkatkan Sekresi Air Mata dan Mengobati Mata Kering Kronis

Sebuah penelitian pada hewan dan satu penelitian kecil pada manusia menunjukkan adanya perbaikan pada mata kering kronis saat mengkonsumsi royal jelly.

Hasilnya menunjukkan bahwa royal jelly dapat meningkatkan sekresi air mata dari kelenjar lakrimal di dalam mata, dikutip dari sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh PLoS One.

Tidak ada efek samping yang dilaporkan dari penelitian pada manusia. Dengan demikian, royal jelly bisa menjadi solusi berisiko rendah untuk mengobati mata kering kronis, meski dibutuhkan lebih banyak lagi penelitian lanjutan.

8. Memberikan Efek Anti Penuaan

Royal jelly bermanfaat untuk memperlambat proses penuaan dengan beberapa cara.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan umur dan peningkatan kinerja kognitif pada tikus yang diobati secara oral dengan royal jelly.

Royal jelly juga terkadang disertakan dalam produk perawatan kulit topikal untuk mendukung pemeliharaan kulit sehat dan tampak lebih muda.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa royal jelly dapat meningkatkan produksi kolagen dan perlindungan dari kerusakan kulit yang terkait dengan paparan radiasi UV, dikutip Journal of Medicinal Food.

9. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Dilansir Food Science and Nutrition, royal jelly bermanfaat untuk meningkatkan respons kekebalan alami tubuh terhadap bakteri dan virus asing.

MRJP dan asam lemak dalam royal jelly diketahui dapat meningkatkan aktivitas antibakteri, yang dapat mengurangi infeksi dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Namun, sebagian besar data yang dapat diterapkan terbatas pada penelitian hewan dan tabung reaksi. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia untuk mengkonfirmasi efek ini.

Baca Juga: 11 Ciri Madu Asli, Jangan Terkecoh dengan yang Palsu ya!

10. Mengobati Gejala Menopause

Royal jelly juga diperjaya dapat mengobati gejala tertentu yang berhubungan dengan menopause.

Saat menopause, Moms akan mengalami penurunan hormon yang bersirkulasi yang berhubungan dengan efek samping fisik dan mental, seperti nyeri, gangguan memori, depresi dan kecemasan.

Sebuah studi menemukan bahwa royal jelly efektif dalam mengurangi depresi dan meningkatkan daya ingat pada tikus pascamenopause.

Studi lain dari Evidence-based Complementary and Alternative Medicine pada 42 perempuan pascamenopause, menemukan bahwa mengkonsumsi 800 mg royal jelly selama 12 minggu efektif mengurangi sakit punggung dan kecemasan.

Studi lain dari Journal of Gynecological Endocrinology yang lebih baru menemukan bahwa mengonsumsi 150 miligram royal jelly setiap hari selama 3 bulan dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol pada perempuan pascamenopause yang sehat.

11. Menambah Kesuburan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2007 oleh Hidawi di Jepang, menemukan royal jelly mirip dengan phyto-estrogen dan mengandung sifat yang dapat mendukung otot rahim yang sehat dan lapisan rahim.

Royal jelly kaya akan asam amino, asam lemak rantai menengah seperti yang ditemukan dalam minyak kelapa, protein, bersama dengan vitamin D, E, semua vitamin B, ditambah zat besi dan kalsium. Ini juga mengandung berbagai probiotik.

Dosis dan Suplemen Royal Jelly

suplemen royal jelly.jpg

Foto: freepik.com

Karena penelitian yang relatif terbatas, dosis rekomendasi untuk royal jelly belum ditetapkan.

Ketika dikonsumsi sebagai suplemen makanan, royal jelly tersedia dalam keadaan alami seperti gel, atau dalam bentuk bubuk dan kapsul.

Tidak ada dosis resmi yang direkomendasikan, namun penelitian saat ini mendukung kemungkinan manfaat pada 300-6.000 mg royal jelly yang dikonsumsi per hari.

Royal jelly juga dapat dioleskan ke kulit dan terkadang disertakan dalam produk perawatan kulit yang tersedia secara komersial.

Baca Juga: 3 Manfaat Shea Butter untuk Kesehatan Kulit

Royal jelly juga bisa dimasukkan dalam produk kosmetik yang dioleskan langsung ke kulit.

Jika sebelumnya Moms belum pernah mengkonsumsi atau menggunakan royal jelly, sebaiknya mulai dengan dosis yang sangat kecil untuk menghindari reaksi alergi yang serius dan efek samping.

Keamanan Royal Jelly

keamanan royal jelly.jpg

Foto: selfhacked.com

Jika Moms mengalami gatal-gatal yang berlebihan setelah mengkonsumsi royal jelly, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Royal jelly adalah obat alami, jadi tidak terikat dengan aturan dari Food and Drugs Administration (FDA).

Karena tidak ada penilaian keamanan oleh FDA atau badan pengatur lainnya, akibatnya kandungan produk royal jelly bisa berbeda-beda.

Sebuah laporan dari World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa royal jelly dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Orang dengan asma atau alergi lain mungkin memiliki risiko reaksi yang lebih tinggi.

Dari sejumlah manfaat royal jelly ini, manakah yang membuat Moms tertarik untuk mencoba?

Baca Juga: 10 Makanan Sumber Alergi yang perlu Diwaspadai

Artikel Terkait