KEHAMILAN
3 Agustus 2020

Melahirkan di Rumah, Apakah Aman? Yuk, Ketahui!

Apakah saat ini masih aman untuk Moms melahirkan di rumah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Merasa nyaman dan tak ingin repot-repot pergi ke rumah sakit, beberapa wanita yang sedang hamil lebih memilih melahirkan di rumah.

Penelitian American College of Obstetricians & Gynecologists menyatakan bahwa melahirkan di rumah akan membuat bayi lebih sehat.

Melahirkan di rumah juga mengurangi risiko laserasi vagina, perineal, dan laserasi derajat ketiga atau keempat. Selain itu, lebih sedikit pula morbiditas infeksi pada ibu.

Dari Child Health Programme di Netherlands Organisation for Applied Scientific Research Leiden University, Profesor Simone Buitendjik menyatakan bahwa dari 530.000 wanita, setengah dari mereka menginginkan untuk melahirkan di rumah, dan sebagiannya lagi memilih rumah sakit sebagai tempat persalinan.

Angka kematian bayi yang melahirkan di rumah sakit lebih besar dibanding yang melahirkan di rumah.

Ketahui lebih banyak tentang persyaratan dan keamanan melahirkan di rumah yuk!

Baca Juga: Benarkah Gentle Birth Membantu Persalinan Lebih Nyaman?

Kondisi Kesehatan

Melahirkan di Rumah Apakah Aman Yuk, Ketahui.jpg

Foto: verywellfamily.com

Kondisi kesehatan calon ibu menjadi persyaratan utama jika ingin melahirkan di rumah.

Moms dapat memeriksa kehamilan melalui dokter kandungan atau bidan.

Jika kondisi kehamilan Moms berjalan normal dan tak berisiko, Moms dapat memiliki kesempatan melakukan persalinan di rumah.

Sebaliknya, jika Moms memiliki kondisi yang dapat membuat risiko pada saat persalinan, sebaiknya tidak melakukan persalinan.

Moms yang berencana untuk melahirkan di rumah wajib pula mengetahui risiko dan manfaatnya berdasarkan bukti terbaru.

Melahirkan di rumah, walau mengurangi campur tangan pihak lain seperti bidan atau dokter, dibandingkan melahirkan di rumah sakit, juga lebih tinggi dua kali lipat risiko kematian perinatalnya (1-2 dari 1.000 kasus).

Baca Juga: 5 Artis Indonesia yang Melakukan Gentle Birth, Moms Tertarik?

Dikutip dari British Medical Journal, peningkatan risiko neonatal juga menjadi tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan melahirkan di rumah sakit.

Pengamatan ini mungkin mencerminkan faktor risiko kebidanan yang lebih sedikit di antara wanita yang merencanakan kelahiran di rumah dibandingkan dengan mereka yang merencanakan kelahiran di rumah sakit.

Meskipun American College of Obstetricians dan Gynecologists) percaya bahwa rumah sakit dan pusat kelahiran terakreditasi adalah pengaturan teraman untuk kelahiran, setiap wanita memiliki hak untuk membuat keputusan medis tentang persalinan.

Bagi Moms yang pernah melakukan operasi caesar, hamil kembar, kelahiran prematur, gawat janin, posisi bayi yang tidak tepat, kehamilan postmatur, atau memiliki masalah kesehatan seperti diabetes gestasional, infeksi ketuban, atau preeklamsia, kemungkinan besar Moms tidak dapat melakukan persalinan di rumah.

Baca Juga: Benarkah Gentle Birth Membantu Persalinan Lebih Nyaman?

Pertolongan Dokter dan Bidan

Melahirkan di Rumah Apakah Aman Yuk, Ketahui 2.jpg

Foto: globalwomenconnected.com

Meskipun persalinan dilakukan di rumah, Moms tetap memerlukan bantuan seorang dokter atau bidan yang tentunya memiliki izin praktik resmi dan berkompetensi.

Sebab, di Amerika Serikat, menurut American Journal of Obstetrician and Gynecologist, angka kesakitan dan kematian perinatal yang lebih rendah jika melahirkan di rumah dengan diasistensi oleh bidan bersertifikasi American Midwifery Certification Board dibandingkan dengan melahirkan didampingi bidan yang tidak memiliki sertifikasi.

Jika Moms memilih untuk memakai bidan, tetap pastikan bahwa bidan tersebut terhubung ke dokter kandungan di rumah sakit terdekat untuk mempersiapkan apabila terjadi kondisi darurat.

Hal yang akan dilakukan sebelum melakukan persalinan, biasanya akan dilakukan pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh, tekanan darah, serta detak jantung bayi secara berkala. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi yang akan segera lahir.

Baca Juga: Inilah Sederet Keuntungan Melahirkan dengan Metode Gentle Birth

Sarana dan Tempat

Melahirkan di Rumah Apakah Aman Yuk, Ketahui 3.jpg

Foto: babyhintsandtips.com

Saat Moms memutuskan untuk melahirkan di rumah, pastikan bahwa Moms telah berkonsultasi mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan menjelang persalinan yang akan dilakukan di rumah.

Moms perlu memastikan bahwa bidan atau dokter membawa peralatan yang diperlukan saat kondisi darurat.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, minimal seorang bidan perlu membawa oksigen, infus, serta obat yang dapat menghentikan perdarahan setelah melahirkan.

Baca Juga: Jenis Simbol di Produk Perawatan Kulit Bayi yang Perlu Moms Ketahui

Berikut ini adalah serangkaian pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan seorang bidan jika Moms memutuskan untuk melahirkan di rumah sesuai panduan dari American Academy of Pediatrics:

  • Perawatan transisional 4-8 jam setelah melahirkan berikut pemeriksaan fisik
  • Monitoring penyakit streptococcal grup B
  • Skrining glukosa
  • Profilaksis mata
  • Pemberian vitamin K
  • Pemberian vaksinasi hepatitis B
  • Inisiasi menyusui dini
  • Skrining hiperbilirubin
  • Skrining universal bayi

Bidan atau dokter biasanya akan meninjau kelayakan rumah sebagai tempat bersalin, mulai dari bagian kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dan memperkirakan jarak rumah dengan rumah sakit terdekat yang akan dilakukan mendekati HPL (hari perkiraan lahir).

Nah, Moms juga perlu mengetahui keamanan persalinan di rumah akan baik jika dilakukan pada wanita yang melahirkan bukan untuk pertama kalinya.

Akan lebih baik jika kehamilan pertama akan melalui proses persalinan dengan fasilitas kesehatan yang memadai seperti rumah sakit, klinik bersalin, atau puskesmas.

Baca Juga: 4 Artis yang Melahirkan di Bumi Sehat Bali dengan Cara Gentle Birth

Itulah penjelasan tentang melahirkan di rumah, Moms. Semoga Moms bijak mempertimbangkan pilihan Moms untuk melahirkan baik di rumah maupun rumah sakit, ya.

Artikel Terkait