KEHAMILAN
30 Maret 2020

Melahirkan di Rumah, Apakah Aman? Yuk, Ketahui!

Dulu, melahirkan di rumah mungkin sesuatu hal yang lumrah. Namun, apakah saat ini masih aman untuk Moms melahirkan di rumah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Merasa nyaman dan tak ingin repot-repot pergi ke rumah sakit, beberapa wanita yang sedang hamil lebih memilih melahirkan di rumah.

Penelitian American College of Obstetricians & Gynecologists menyatakan bahwa melahirkan di rumah akan membuat bayi lebih sehat.

Dari Child Health Programme di Netherlands Organisation for Applied Scientific Research Leiden University, Profesor Simone Buitendjik menyatakan bahwa dari 530.000 wanita, setengah dari mereka menginginkan untuk melahirkan di rumah, dan sebagiannya lagi memilih rumah sakit sebagai tempat persalinan.

Angka kematian bayi yang melahirkan di rumah sakit lebih besar dibanding yang melahirkan di rumah.

Ketahui lebih banyak tentang persyaratan dan keamanan melahirkan di rumah yuk!

Baca Juga: Benarkah Gentle Birth Membantu Persalinan Lebih Nyaman?

Kondisi Kesehatan

Melahirkan di Rumah Apakah Aman Yuk, Ketahui.jpg

Foto: verywellfamily.com

Kondisi kesehatan calon ibu menjadi persyaratan utama jika ingin melahirkan di rumah.

Moms dapat memeriksa kehamilan melalui dokter kandungan atau bidan.

Jika kondisi kehamilan Moms berjalan normal dan tak berisiko, Moms dapat memiliki kesempatan melakukan persalinan di rumah.

Sebaliknya, jika Moms memiliki kondisi yang dapat membuat risiko pada saat persalinan, sebaiknya tidak melakukan persalinan.

Bagi Moms yang pernah melakukan operasi caesar, hamil kembar, kelahiran prematur, gawat janin, posisi bayi yang tidak tepat, kehamilan postmatur, atau memiliki masalah kesehatan seperti diabetes gestasional, infeksi ketuban, atau preeklamsia, kemungkinan besar Moms tidak dapat melakukan persalinan di rumah.

Pertolongan Dokter dan Bidan

Melahirkan di Rumah Apakah Aman Yuk, Ketahui 2.jpg

Foto: globalwomenconnected.com

Meskipun persalinan dilakukan di rumah, Moms tetap memerlukan bantuan seorang dokter atau bidan yang tentunya memiliki izin praktik resmi dan berkompetensi.

Jika Moms memilih untuk memakai bidan, tetap pastikan bahwa bidan tersebut terhubung ke dokter kandungan di rumah sakit terdekat untuk mempersiapkan apabila terjadi kondisi darurat.

Hal yang akan dilakukan sebelum melakukan persalinan, biasanya akan dilakukan pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh, tekanan darah, serta detak jantung bayi secara berkala. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi yang akan segera lahir.

Baca Juga: Inilah Sederet Keuntungan Melahirkan dengan Metode Gentle Birth

Sarana dan Tempat

Melahirkan di Rumah Apakah Aman Yuk, Ketahui 3.jpg

Foto: babyhintsandtips.com

Saat Moms memutuskan untuk melahirkan di rumah, pastikan bahwa Moms telah berkonsultasi mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan menjelang persalinan yang akan dilakukan di rumah.

Moms perlu memastikan bahwa bidan atau dokter membawa peralatan yang diperlukan saat kondisi darurat.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, minimal seorang bidan perlu membawa oksigen, infus, serta obat yang dapat menghentikan perdarahan setelah melahirkan. B

idan atau dokter biasanya akan meninjau kelayakan rumah sebagai tempat bersalin, mulai dari bagian kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dan memperkirakan jarak rumah dengan rumah sakit terdekat yang akan dilakukan mendekati HPL (hari perkiraan lahir).

Nah, Moms juga perlu mengetahui keamanan persalinan di rumah akan baik jika dilakukan pada wanita yang melahirkan bukan untuk pertama kalinya.

Akan lebih baik jika kehamilan pertama akan melalui proses persalinan dengan fasilitas kesehatan yang memadai seperti rumah sakit, klinik bersalin, atau puskesmas.

Baca Juga: 4 Artis yang Melahirkan di Bumi Sehat Bali dengan Cara Gentle Birth

Artikel Terkait