TRIMESTER 3
12 Juli 2019

Melahirkan Lewat HPL? Jangan Panik! Ini Tips Agar Persalinan Lancar

Jangan buru-buru panik! Ketahui cara melahirkan yang aman
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Hari perkiraan lahir sudah lewat tetapi kok belum ada tanda-tanda melahirkan? Moms mungkin panik ketika harus melahirkan lewat HPL.

Meskipun begitu, normal terjadi jika Moms melahirkan sebelum atau setelah HPL.

Faktanya, kehamilan Moms bisa berlanjut berlanjut dua minggu setelah tanggal jatuh tempo.

Mungkin Moms bertanya sebenarnya apa penyebab melahirkan lewat HPL? Ada banyak faktor yang mungkin meningkatkan risiko ini.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists dalam jurnal yang berjudul What to Expect After Your Due Date mengungkapkan bahwa orang yang pernah melahirkan lewat HPL berisiko mengalaminya di kehamilan berikutnya.

Selain itu, kondisi fisik seperti badan yang terlalu gemuk juga meningkatkan risikonya.

Tanggal jatuh tempo Moms bisa jadi dihitung secara tidak benar. Hal ini terjadi mungkin karena kebingungan mengenai tanggal pasti dari awal periode menstruasi terakhir Anda atau bisa jadi tanggal jatuh tempo Anda didasarkan pada USG akhir trimester kedua atau ketiga.

Baca Juga: Yuk Atasi Perut Kembung Saat Menstruasi dengan 5 Ramuan Tradisional Ini!

Jika lebih serius, kehamilan yang terlambat mungkin terkait dengan masalah dengan plasenta atau janin. Namun, hal ini sangat jarang terjadi. Jadi, jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini.

Penanganan Medis Jika Melahirkan Lewat HPL

Kenali Hal-Hal yang Terjadi Jika Ibu Hamil Kurang Gizi Berikut 01.jpg

Foto: todaysparent.com

Mengawasi kehamilan harus tetap dilakukan setelah HPL lewat. Kunjungan ke dokter akan berlanjut setelah Moms melewati tanggal jatuh tempo.

Selama pemeriksaan tersebut, penyedia layanan kesehatan akan memeriksa ukuran janin , detak jantung, posisi dan bertanya tentang gerakan bayi Anda.

Jika Moms lebih dari satu minggu setelah tanggal jatuh tempo, penyedia layanan kesehatan mungkin melakukan pemantauan detak jantung janin, penilaian volume cairan ketuban dan USG janin.

Dalam beberapa kasus, induksi persalinan mungkin direkomendasikan. Induksi persalinan adalah stimulasi kontraksi uterus selama kehamilan sebelum persalinan dimulai dengan sendirinya untuk mencapai kelahiran.

Moms bisa memilih proses induksi jika memang ingin melakukannya selama dokter mengizinkan. Moms mungkin diberikan obat untuk membantu mematangkan serviks.

Dokter juga akan melebarkan serviks dengan memasukkan tabung kecil (kateter) ke dalamnya dengan balon tiup di ujungnya. Mengisi balon dengan salin dan menempelkannya di bagian dalam leher rahim membantu mematangkan leher rahim.

Jika kantung ketuban masih utuh, dokter mungkin akan memecahkan air dengan membuat lubang dengan kait plastik tipis.

Jika perlu, Moms mungkin juga diberikan obat untuk memulai kontraksi. Pilihan umum adalah Pitocin, versi sintetis oksitosin - hormon yang menyebabkan rahim berkontraksi.

Ingatlah bahwa dokter akan memberikan pilihan yang aman untuk Moms. Tetap tenang dan mencari dukungan juga penting dalam menghadapi kondisi ini.

Baca Juga: Aura Kasih Melahirkan Lebih Cepat Akibat Air Ketuban Kering, Apa Penyebabnya?

Apakah Melahirkan Lewat HPL akan Menyakiti Janin?

Kenali Hal-Hal yang Terjadi Jika Ibu Hamil Kurang Gizi Berikut 02.jpg

Foto: verywellfamily.com

Selain ketakutan akan proses melahirkan yang sulit, Moms mungkin merasa janin akan berdampak pada proses kelahiran lewat HPL.

Menurut Nivin Todd, MD, persalinan lebih dari dua minggu setelah tanggal jatuh tempo memang dapat memiliki beberapa risiko tentunya pada bayi setelah lahir.

Masalah pernapasan termasuk detak jantung janin yang jadi sulit juga merupakan salah satu jenis masalah yang bisa saja muncul.

Selain itu, dapat pula memperlambat proses pertumbuhan janin karena bermasalah pada plasenta.

Cairan ketuban yang semakin sedikit juga berdampak pada janin karena ketuban yang memiliki fungsi melindungi janin dalam kandungan.

Baca Juga: Faktor Penyebab Air Ketuban Menyusut di Dalam Rahim

Apakah Moms pernah mengalami melahirkan lewat HPL? Share pengalaman Moms juga, yuk.

(GSA)

Artikel Terkait