NEWBORN
18 Juni 2019

Membedakan Penyebab Pilek Pada Bayi, Karena Virus atau Alergi?

Gejalanya tidak sepenuhnya mirip kok Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Terkadang sulit untuk membedakan antara pilek karena virus dan alergi. Diagnosis sering dibuat ketika orang tua mencari saran dokter anak untuk pilek yang berlangsung lama. Meskipun gejala alergi dan pilek sering kali mirip, ada beberapa perbedaan yang jelas antara keduanya. Berikut merupakan beberapa beda pilek dan alergi pada bayi.

Penyebab Pilek pada Bayi

Membedakan Penyebab Pilek Pada Bayi, Karena Virus atau Alergi 01.jpg

Pilek adalah infeksi virus pada hidung dan tenggorokan yang dapat disebabkan oleh salah satu dari lebih dari 100 virus. Rhinovirus adalah jenis virus yang paling umum menjadi penyebab pilek pada bayi. Virus pilek biasanya masuk ke mulut, hidung, atau mata bayi melalui udara, kontak langsung dengan penderitanya, dan menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi virus.

Sementara alergi adalah reaksi kekebalan tubuh terhadap suatu zat yang disebut alergen. Adapun alergen yang dimaksud dapat berupa makanan, obat-obatan, serangga, bulu binatang, tungau, debu, jamur, dan serbuk sari. Alergen dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti alergi hidung atau alergi rinitis, masalah kulit seperti eksim, atau masalah usus akibat alergi makanan.

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini 3 Cara Mudah Mengeluarkan Lendir Saat Bayi Batuk Pilek

Durasi Pilek pada Bayi

Membedakan Penyebab Pilek Pada Bayi, Karena Virus atau Alergi 2.jpg

Pilek biasanya berlangsung tidak lebih dari 5 hingga 7 hari, tetapi alergi bisa bertahan selama bayi terpapar alergen.

“Jika pilek berlangsung lama dan disertai dengan gejala lainnya seperti mata gatal dan berair, batuk selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, serta hidung tersumbat, mungkin itu adalah tanda asma yang dipicu oleh debu, serbuk sari, polusi, atau hewan peliharaan,” kata Zave Chad, seorang ahli alergi dan imunologi klinis di Ottawa, seperti dilansir dari Todaysparent.com.

Baca Juga: Pilek Tak Kunjung Sembuh, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Bayi dengan Selesma

Waktu Timbulnya Gejala Pilek pada Bayi

Membedakan Penyebab Pilek Pada Bayi, Karena Virus atau Alergi 3.jpeg

Mengutip Knowyourotc.org, Val Jones, M.D., CEO dari Better Health, PLLC, virus flu yang menyebabkan pilek memerlukan waktu sekitar tiga hari sejak infeksi untuk menimbulkan gejala. Bersin, mata berair, dan lain-lain. Namun, berbeda dengan pilek, alergi dapat terjadi segera setelah bayi melakukan kontak dengan alergen.

Baca Juga: Apa Merk Obat Batuk Pilek yang Aman untuk Ibu Menyusui?

Perbedaan Gejala Alergi dan Pilek pada Bayi

Membedakan Penyebab Pilek Pada Bayi, Karena Virus atau Alergi 4.jpg

Ketika bayi mengalami pilek, sekresi hidung sering kali lebih kental daripada alergi dan dapat berubah warna (bukan bening). Bayi yang mengalami pilek biasanya juga mengalami sakit tenggorokan dan batuk, suhu tubuhnya terkadang juga sedikit meningkat. Gatal biasanya bukan keluhan karena pilek, tetapi itu adalah ciri khas dari masalah alergi.

Selain gatal, hidung yang tersumbat terus menerus pada bayi juga dapat menjadi gejala alergi. Sementara gejala lainnya meliputi:

  • Ingus yang keluar cenderung bening dan encer, bukan kuning atau kehijauan.
  • Bayi sering bersin.
  • Kulit di bawah matanya terlihat gelap atau kebiruan.
  • Bayi sering kali bernapas melalui mulut.
  • Pilek diiringi dengan batuk kering yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Kulit bayi mengalami iritasi atau pecah-pecah karena ruam yang gatal.

Bayi dengan alergi hidung juga lebih rentan terhadap infeksi telinga, asma, dan infeksi sinus.

Demikianlah beberapa tanda yang membedakan pilek karena infeksi virus dan alergi pada bayi. Sudahkah Moms dapat membedakan gejalanya pada si kecil?

(RGW)

Artikel Terkait