KEHAMILAN
13 September 2019

Mengandung Kafein, Amankah Konsumsi Cokelat Saat Menyusui?

Bagaimana dampaknya pada kesehatan bayi?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Ibu menyusui biasanya mewaspadai semua makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk menghindari buah hatinya terpapar zat berbahaya, yang terkonsentrasi dalam ASI.

Hal ini termasuk makanan seperti cokelat. Karena mengandung kafein, bolehkah ibu menyusui makan cokelat? Haruskah Moms mengkhawatirkan dampaknya pada bayi?

Baca Juga: 7 Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

Konsumsi Cokelat dan Ibu Menyusui

Mengandung Kafein, Amankah Konsumsi Cokelat Saat Menyusui 1.jpg

Foto: sourdoughsunday.com

Selama beberapa dekade terakhir, ada banyak diskusi tentang cokelat dan dampak mengonsumsinya bagi ibu menyusui.

Di mana banyak yang beranggapan bahwa cokelat mengandung tinggi kafein layaknya teh dan kopi sehingga ibu menyusui tidak boleh mengonsumsinya.

Namun, ternyata ibu menyusui makan cokelat tidak dilarang dan aman-aman saja selama konsumsi per harinya tetap dalam batas wajar.

“Cokelat memiliki jumlah kafein yang sangat rendah, jadi ibu menyusui bisa dengan nyaman menikmati cokelat,” kata Tamara Hawkins, FNP, RN, IBLC, presiden Asosiasi Konsultan Laktasi di New York, seperti dikutip dari The Bump.

Baca Juga: 10 Cemilan Sehat dan Enak untuk Ibu Hamil

Bukan Kafein, Tetapi Mengandung Tinggi Theobromine

Mengandung Kafein, Amankah Konsumsi Cokelat Saat Menyusui 2.jpg

Foto: thermofisher.com

Dalam laman La Leche League (LLLC) Canada, disebutkan bahwa secara alami cokelat tidak mengandung kafein, tetapi kaya akan zat yang disebut theobromine.

Zat ini adalah stimulan yang memiliki efek pada tubuh yang mirip dengan kafein. Meskipun ada pula beberapa produk cokelat yang mengandung tambahan kafein.

Berapa Banyak Konsumsi Cokelat yang Aman untuk Busui?

Mengandung Kafein, Amankah Konsumsi Cokelat Saat Menyusui 3.jpg

Foto: parents.com

Menurut MomJunction, dalam secangkir kopi mengandung sekitar 130 mg kafein, sedangkan dalam secangkir kopi yang diklaim tanpa kafein dapat mengandung sekitar 3 mg kafein dan 1 ons cokelat susu mengandung sekitar 6 mg theobromine.

Pada dasarnya, theobromine tidak akan menyebabkan masalah pada ASI selama konsumsinya tidak berlebihan.

Akan tetapi, jika Moms mengonsumsi lebih dari 750 mg kafein dan/atau theobromine per hari, maka Si Kecil mungkin mudah tersinggung, rewel, dan tidak tidur dalam waktu yang lama.

Berhenti mengonsumsi sumber kafein atau theobromine selama 1 atau 2 minggu akan membantu memperjelas apakah masalah Si Kecil terkait dengan dua zat tersebut.

Baca Juga: Ibu Hamil, Konsumsi 5 Makanan Sumber Folat Ini Agar Kesehatan Janin Optimal

Cokelat Hitam vs Cokelat Putih, Mana yang Lebih Aman Dikonsumsi Busui?

Mengandung Kafein, Amankah Konsumsi Cokelat Saat Menyusui 4.jpg

Foto: whyuniverse.com

Cokelat hitam (dark chocolate)! Situs FirstCry Parenting menjelaskan bahwa theobromine adalah zat yang ditemukan dalam kakao.

Dark chocolate berwarna gelap karena mengandung presentase kakao yang lebih besar dan karenanya mengandung kadar theobromine yang lebih tinggi dibandingkan dengan cokelat susu. Sementara cokelat putih tidak mengandung kakao dan karenanya tidak memiliki theobromine.

Ini menjadikan cokelat susu dan cokelat putih adalah pilihan yang lebih aman bagi Moms yang ingin mengonsumsi cokelat.

Karena dokter dan ahli tidak melarang ibu menyusui makan cokelat, Moms dapat menikmatinya dengan santai dalam bentuk apa pun.

Tetapi jangan lupa untuk tetap membatasi jumlah konsumsi dan memperhatikan reaksi yang ditunjukkan Si Kecil.

(RGW)

Artikel Terkait