3-5 TAHUN
6 Agustus 2019

Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak

Ternyata ada beberapa jenis afasia pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Berbeda dengan gangguan bicara yang terjadi karena terlambatnya perkembangan bahasa, afasia pada anak justru terjadi akibat cedera pada area otak yang memproduksi dan memproses bahasa.

Tingkat keparahan afasia pada anak juga akan berbeda tergantung pada besar dan letak cedera di otak.

Namun menurut The Aphasia Center, sebagian besar kasus afasia pada anak tidak bersifat permanen dan kemampuan bicara bisa dipulihkan dengan intervensi dini.

Supaya lebih jelas, perhatikan dulu seluk beluk afasia pada anak berikut ya, Moms.

Baca Juga: Hiperleksia pada Balita alias Terlalu Cepat Bisa Membaca, Cerdas atau Gangguan?

Penyebab Afasia pada Anak

Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak 1.jpg

Foto: askdrsears.com

Seperti dijelaskan oleh Child Neurology Foundation, afasia pada anak bukanlah sebuah penyakit melainkan tanda adanya cedera atau kerusakan pada otak.

Nah, cedera otak sendiri bisa disebabkan oleh stroke, tumor otak, infeksi, peradangan, benturan di kepala, epilepsi, meningitis, serta berbagai kondisi lain yang berkaitan dengan otak.

Tanda dan Jenis Afasia pada Anak

Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak 2.jpg

Foto: truetolerance.org

Walau sama-sama berhubungan dengan gangguan bahasa dan bicara, gejala afasia pada anak sebenarnya berbeda tergantung pada jenisnya yaitu:

  • Afasia ekspresif atau kesulitan menuangkan pikiran ke dalam bentuk lisan maupun tulisan. Di dalam benaknya anak tahu betul apa yang ingin dikatakan, tapi kesulitan menemukan kata yang dibutuhkan untuk mengekspresikannya.
  • Afasia reseptif atau kesulitan memahami bahasa lisan maupun tulisan. Si Kecil bisa mendengar orang bicara atau membaca tulisan dengan jelas, tapi dia sama sekali tidak memahami artinya.
  • Afasia global. Termasuk afasia parah dimana anak tidak bisa membaca dan menulis, juga kesulitan berbicara dan memahami ucapan lisan.
  • Afasia anomik adalah yang paling ringan, dengan gejala kesulitan menemukan kata atau nama yang tepat untuk objek, orang, tempat, atau peristiwa.

Dikutip dari situs verywellfamily.com, anak penderita afasia juga mungkin menunjukkan tanda lain seperti menggunakan kata yang salah atau tidak pantas dalam kalimat, kesulitan memahami komunikasi sosial, atau kesulitan memahami perintah verbal.

Baca Juga: Mengenal Disgrafia, Gangguan Belajar yang Membuat Anak Sulit Menulis

Penanganan Afasia pada Anak

Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak 3.jpg

Foto: speechpathologymastersprograms.com

Semakin cepat dikenali dan diberikan penanganan, kemampuan serta pemahaman bicara dan menulis anak bisa kembali pulih.

Untuk menangani afasia secara efektif, dokter biasanya akan menyesuaikan dengan kondisi anak secara individual.

Salah satu cara yang paling banyak digunakan adalah terapi kognitif, dimana anak dilatih untuk mengenali perbedaan diantara berbagai jenis suara, membedakan bahasa tubuh, membuat suara, juga menguatkan otot oral wajah.

Yang pasti, afasia pada anak juga harus cepat ditangani supaya tidak mengganggu belajarnya di sekolah maupun pergaulan sosialnya ya, Moms.

Setuju kan Moms, kalau kondisi serta perkembangan kemampuan bahasa dan bicara anak harus selalu dipantau?

Baca Juga: Hiperleksia pada Balita alias Terlalu Cepat Bisa Membaca, Cerdas atau Gangguan?

(WA)

Artikel Terkait