KESEHATAN
20 Oktober 2019

Mengenal Kista Bartholin, Kista yang Bisa Menyebabkan Sakit saat Berhubungan Seksual

Jenis kista yang letaknya di antara vagina dan vulva
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tubuh kita rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah kista bartholin. Apa itu kista bartholin?

Kista bartholin adalah kista tumor berisi cairan yang berasal dari kelenjar bartholin yang ada di bibir vagina bawah atau labia.

“Kista ini muncul biasanya karena ada infeksi, maka kelenjar tersebut yang seharusnya mengeluarkan cairan jadi tersumbat, sehingga produksi cairannya tertahan tidak keluar dan membentuk apa yang disebut dengan kista,” jelas Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan onkologi ginekologi RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Baca Juga: 4 Penyebab Kista yang Wajib Wanita Ketahui

Kelenjar bartholin terletak di antara vagina dan vulva (bagian luar alat kelamin perempuan) dan menghasilkan cairan yang membantu mengurangi gesekan saat berhubungan seks. Biasanya tidak terlihat dengan mata telanjang.

Diberi nama kista bartholin karena Thomas Bartholin (1616-1680), seorang dokter, matematikawan, dan teolog Denmark, adalah orang pertama yang menggambarkan kelenjar-kelenjar ini.

Untuk mengenal penyakit ini lebih lanjut, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Kista Bartholin

kista bartholin

Penyebab kista bartholin biasanya disebabkan oleh infeksi, terkadang infeksi berupa infeksi penyakit kelamin seperti gonorhea, sifilis, atau infeksi vagina, atau infeksi vulva.

Menurut dokter Fitriyadi Kusuma, wanita yang terpapar infeksi penyakit kelamin seksual sangat berisiko mengidap kista bartholin.

Walaupun demikian, hampir tidak ada dampak yang terjadi pada janin bila kista bartholin ini dapat ditangani dengan baik dan langsung diberikan antibiotik (tergantung penyebabnya).

Gejala Kista Bartholin

kista bartholin

Dilansir dari Mayo Clinic, jika Moms memiliki kista bartholin kecil yang tidak terinfeksi, mungkin kita tidak akan menyadarinya.

Baca Juga: Ada Kista Ovarium, Masih Bisa Hamil atau Tidak?

“Gejala yang dialami oleh penderita kista adalah adanya benjolan di bibir vagina bawah kanan atau kiri,” kata Dr. dr. Fitriyadi Kusuma. Meskipun kista biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, ia bisa lunak.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan alat kelamin dan melakukan aktivitas seksual yang sehat.

Menangani Kista Bartholin

kista bartholin

“Penanganan awal untuk kista ini dapat diberikan antibiotik. Apabila tidak membaik, maka perlu dilakukan pembedahaan untuk mengeluarkan kistanya,” tutur Dr. dr. Fitriyadi Kusuma.

Mengutip dari Web MD, dokter juga mungkin meresepkan obat topikal. Jika Moms berusia di bawah 40 tahun dan kista tidak menyebabkan masalah, mungkin tidak akan memerlukan perawatan.

Baca Juga: Mana yang Lebih Sehat, Mandi Pakai Air Dingin atau Air Hangat?

Mandi sitz (merendam area genital di dalam air panas) sederhana dapat membantu kista sembuh dengan sendirinya. Cukup isi bak dengan 3 hingga 4 inci air (cukup untuk menutupi vulva), duduklah dengan perlahan.

Lakukan beberapa kali sehari selama tiga atau empat hari. Kista dapat pecah dan mengalir dengan sendirinya.

Nah, itulah penjelasan mengenai kista bartholin. Jika Moms merasakan nyeri saat berhubungan seksual, bisa jadi ini salah satu penyebabnya. Segera konsultasikan dengan dokter ya Moms.

Artikel Terkait