TRIMESTER 1
3 November 2019

Menghapus Kekhawatiran Selama Hamil Muda, Simak di Sini!

Melonjaknya hormon kehamilan mempengaruhi mood juga.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Menghapus kekhawatiran selama hamil muda tidak dipungkiri merupakan masa tersulit bagi diri calon ibu.

Selain karena masalah psikologis, pada awal kehamilan, ditambah lagi, melonjaknya hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron yang mungkin membuat calon ibu lebih gemuk atau lebih kurus dari biasanya.

Kecemasan yang biasa dihadapi para wanita hamil muda meliputi ketakutan akan adanya komplikasi selama masa kehamilan, masalah keuangan, dan rencana siapa yang akan mengasuh anak, kalau si ibu adalah ibu bekerja.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengambil napas dalam-dalam dan ingat bahwa sebagian besar dari hal-hal tersebut mungkin bukan hal darurat dan bisa dipikirkan seiring berjalannya waktu.

"Ambil napas dalam-dalam dan ingatkan diri bahwa apa pun yang tengah terjadi bersifat sementara," kata Juli Fraga, Psy.D., seorang psikolog di San Francisco yang ikut memfasilitasi kelompok pendukung pascapersalinan untuk University of California San Francisco.

Fraga mengatakan awal kehamilan adalah waktu yang baik untuk belajar mengurangi stres, misalnya mempraktikkan yoga atau mindfulness.

Praktek-praktek ini membantu meringankan pikiran dan jantung selama hari-hari dan bulan-bulan awal kehamilan dan makin bertambah hingga membesarkan si kecil.

"Ingatlah kalau orang tua akan memiliki banyak waktu selama sembilan bulan ke depan untuk menyelesaikan masalah, membenarkan masalah finansial, dan mendekorasi ruangan, jadi belum perlu membebani diri dengan barang-barang itu dulu!" jelas Fraga.

1. Ambil Kelas Kehamilan Dini

Vitiligo pada Ibu Hamil, Berbahaya atau Tidak - 03 BERHUBUNGAN DENGAN IMUN - sumber spectrum.jpg

Deena Blumenfeld, pendidik persalinan bersertifikat Lamaze di Pittsburgh, PA mengatakan salah satu cara terbaik untuk menenangkan kekhawatiran kehamilan dini adalah dengan mendapatkan pendidikan.

Kebanyakan dokter dan bidan tidak akan menjadwalkan kunjungan prenatal pertama hingga antara 8 hingga 12 minggu, padahal itu bisa menjadi waktu yang lama untuk menunggu untuk mengajukan pertanyaan kepada seorang ahli.

Kalau memang sudah merencanakan punya anak, ada baiknya kelas kehamilan dini, bahkan bisa diambil sebelum datangnya masa kehamilan.

Bertemu dengan seorang ahli akan membuat segala pertanyaan bisa dijawab dengan baik sehingga mengurangi beban pikiran dan kekhawatiran calon ibu.

2. Ketahui Gejala Menakutkan

ini gejala sesak napas saat hamil akibat asma 2

Di awal kehamilan, kram dan pendarahan bisa menjadi sesuatu yang menakutkan serta selalu dianggap gejala keguguran.

Padahal, Freya E. Marshall, MD, seorang dokter di Torrance Memorial Medical Center di California mengatakan perdarahan di awal kehamilan ada risiko yang sangat kecil.

"Pendarahan relatif umum, hingga 25 persen wanita mengalaminya pada awal kehamilan," jelas Marshall.

Meskipun beberapa bercak atau pendarahan yang tidak dapat dijelaskan tidak berbahaya, itu bisa menjadi tanda pertama keguguran atau kehamilan ektopik.

Hubungi dokter, mungkin ibu hamil harus segera melakukan USG untuk memeriksa pertumbuhan bayi, atau tes darah untuk memeriksa apakah kadar hormon kehamilan berada di jalurnya, terutama jika darahnya merah cerah dan kram berlangsung lama.

3. Cemas Adalah Hal Normal

Hadapi Kecemasan Pada Ibu Hamil dengan 4 Cara Ini

Suasana hati dan kecemasan sangat normal selama awal kehamilan, tetapi beberapa wanita memang menderita kecemasan klinis perinatal atau depresi yang tidak dapat mereka goyang.

"Para wanita ini merasa kewalahan hingga mempengaruhi kegiatan mereka sehari-hari," kata Dr. Fraga.

Jika kecemasan ini mulai mengganggu dan mengkhawatirkan, hingga membuat lelang dan tidak bisa tidur, segera cari bantuan. Menangis berlebihan atau memiliki pikiran tentang melukai diri sendiri atau bayi juga menimbulkan kekhawatiran.

(TPW/DIN)

Artikel Terkait