KEHAMILAN
20 Januari 2020

Menyusui saat Hamil, Kenali 5 Tanda Bahayanya!

Menyusui saat hamil memang dapat menyebabkan kontraksi rahim ringan, tapi tidak berbahaya
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jika hamil saat Si Kecil masih menyusu, Moms pasti punya kekhawatiran tersendiri. Apakah masih bisa terus menyusui Si Kecil? Apa dampaknya menyusui pada kehamilan? Apa bahaya menyusui saat hamil?

Hal tersebut wajar saja Moms alami. Banyak juga kok ibu di luar sana yang mempertanyakan hal serupa. Menurut American Pregnancy Association, menyusui saat hamil memang dapat menyebabkan kontraksi rahim ringan.

Namun, pada kehamilan yang sehat, kontraksi ini bukan masalah, karena umumnya tidak menyebabkan persalinan prematur. Ini karena oksitosin, hormon yang dilepaskan selama menyusui yang merangsang kontraksi, biasanya dilepaskan dalam jumlah kecil selama menyusui yang tidak cukup untuk menyebabkan persalinan prematur.

Kontraksi semacam itu juga tidak berbahaya bagi janin dan jarang meningkatkan kemungkinan mengalami keguguran. Juga, meskipun sejumlah kecil hormon kehamilan masuk ke dalam ASI Anda, hormon-hormon ini tidak menimbulkan risiko bagi Si Kecil.

Baca Juga: Menyusui saat Hamil, Bolehkah?

Tanda Bahaya Menyusui Saat Hamil

Walaupun begitu, sebagian orang tetap bisa menyusui saat hamil lagi dengan berbagai catatan. Berikut inilah tanda bahaya menyusui saat hamil lagi yang perlu diketahui oleh Moms berdasarkan Journal of Human Lactation:

1. Kehilangan Berat Badan

Kehilangan berat badan

Mual di pagi hari bisa menjadi saluran pembuangan, terutama sekarang karena Moms perlu makan lebih banyak dari sebelumnya untuk menyehatkan kehamilan dan suplai ASI.

Akan tetapi, mual dan muntah akan dapat menghabiskan nutrisi dan cairan yang Moms butuhkan.

Jika mual dan muntah sangat parah, Moms akan kehilangan berat badan sejak dini, maka diskusikan dengan dokter. Moms pun mungkin sampai pada kesimpulan bahwa pilihan terbaik untuk bertiga (ibu, bayi, dan calon bayi) adalah menyapih si sulung.

2. Kontraksi

Kontraksi saat hamil

Moms menyusui si sulung dapat memicu kontraksi rahim ringan. Walaupun kontraksi ini bukan masalah selama kehamilan yang tidak rumit, dokter mungkin akan mencegah menyusui saat hamil bila Moms berisiko persalinan prematur.

Baca Juga:7 Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

3. Kelelahan

Ibu Hamil Kelelahan

Banyak Moms yang memiliki kekhawatiran menyusui ketika hamil dapat menyebabkan kelelahan. Ya, kelelahan adalah bagian normal dari semua kehamilan.

Tentu dapat dimengerti bahwa mungkin Moms ragu untuk menyusui karena bisa membuat Moms cepat lelah padahal masih butuh lebih banyak energiuntuk beraktivitas.

4. Anemia

Ilustrasi Anemia

Dilansir dari insider.com, salah satu faktor risiko menyusui saat hamil lagi adalah anemia ibu, yang dapat meningkatkan risiko Si Kecil yang ada dalam kandungan kekurangan berat badan saat lahir.

Seorang perawat NICU dan IBCLC di Hershey, Pennsylvania, Jody Segrave-Daly, mengungkapkan diet kaya akan zat besi serta suplemen zat besi sepanjang kehamilan bisa mengatasi masalah ini.

5. Risiko Prematur

Bayi premature

Moms, menyusui saat hamil juga tidak disarankan bagi mereka yang berisiko persalinan prematur. Lantaran, stimulasi puting menyebabkan pelepasan hormon oksitosin, yang juga menyebabkan kontraksi rahim, yang dapat menyebabkan seorang ibu melahirkan.

Jika Moms berisiko persalinan prematur, maka tidak boleh menyusui saat hamil lagi hingga usia kehamilan setidaknya 37 minggu.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Diabetes Menyusui? Ini Kata Ahli!

Bila Moms menyusui saat hamil, penting untuk menimbang kebutuhan dan persyaratan Si Kecil menyusui serta calon bayi dalam kandungan.

Keputusan apa yang terbaik untuk melanjutkan menyusui atau tidak adalah sesuatu yang Moms buat setelah mengevaluasi semua aspek, Moms.

Jika masih belum yakin, jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter atau konselor laktasi.

Artikel Terkait