DI ATAS 5 TAHUN
3 Juli 2020

5 Metode Sunat Anak Laki-Laki, Mana Yang Paling Tepat Untuk Si Kecil?

Setiap metode sunat memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Si Kecil sudah cukup umur untuk disunat, tapi Moms dan Dads masih bingung menentukan metode sunat anak mana yang aman, tidak sakit, dan cepat sembuh?

Sebelum membahas lebih lanjut, Moms perlu tahu dulu kalau sunat sebenarnya adalah prosedur operasi untuk menghilangkan foreskin atau kulit yang menutupi kepala penis. Walau lebih dikenal sebagai bagian dari praktek agama dan budaya tertentu, sebuah studi dari National Institutes of Health menyebutkan kalau sunat juga bisa memberikan banyak manfaat positif, seperti:

  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih, balanitis, dan fimosis.
  • Mengurangi risiko penyakit menular seksual saat dewasa.
  • Mengurangi risiko kanker penis dan kanker serviks (pada pasangan anak kelak).

5 Metode Sunat untuk Anak Laki-laki

Nah, simak dulu penjelasan tentang berbagai metode sunat anak berikut untuk jadi bahan pertimbangan Moms dan Dads.

1. Tradisional

5 Metode Sunat Anak Laki-Laki, Mana Yang Paling Tepat Untuk Si Kecil 1.jpg

Foto: Petitpear.co.za

Metode sunat tradisional biasanya dilakukan oleh oleh juru khitan yang dianggap berpengalaman dalam melakukan prosedur sunat. Metode ini tidak mengenal pembiusan, dan biasanya dilakukan dengan alat tradisional seperti pisau, silet, atau bambu tajam yang telah disterilkan.

Sunat dilakukan dengan meregangkan kulup atau kulit penis menggunakan alat penjepit tradisional, kemudian dipotong dengan satu irisan dan langsung diberi obat untuk mencegah infeksi tanpa dijahit.

Saat ini metode sunat tradisional sudah sangat jarang ditemui di kota besar, karena dianggap kurang presisi serta memiliki risiko pendarahan dan infeksi yang lebih besar.

Baca Juga: Jangan Asal, Ini Perawatan Bayi Setelah Disunat yang Tepat

2. Konvensional

5 Metode Sunat Anak Laki-Laki, Mana Yang Paling Tepat Untuk Si Kecil 2.jpg

Foto: Kidspot.com.au

Metode sunat yang secara medis disebut dengan dorsumsisi atau dorsal slit operation ini sampai sekarang masih termasuk sering dipraktekkan oleh mantri sunat maupun dokter.

Dengan peralatan yang sudah sesuai dengan standar medis, prosedur sunat dilakukan dengan memberikan bius lokal pada area penis. Setelah itu dilakukan sayatan untuk membuka kulup penis dan kemudian dijahit.

Metode sunat ini memang memakan waktu pengerjaan dan penyembuhan sedikit lebih lama dibanding metode lain, tapi memiliki kelebihan minim rasa sakit, risiko infeksi rendah, dan biayanya relatif terjangkau.

3. Electric Cauter

5 Metode Sunat Anak Laki-Laki, Mana Yang Paling Tepat Untuk Si Kecil 3.jpg

Foto: Essentialparent.com

Banyak dikenal sebagai sunat laser, metode sunat anak ini sebenarnya tidak dilakukan dengan sinar laser melainkan dengan alat cautery yang dialiri listrik untuk memotong kulit penis.

Jika tertarik dengan metode sunat anak ini, pastikan dokter yang melakukannya sudah ahli dan profesional, untuk mengurangi risiko kulit penis menutup kembali atau bahkan penis terpotong seperti yang pernah dialami oleh seorang anak laki-laki di Pekalongan.

Baca Juga: Apakah Sunat Sebenarnya Diperlukan?

4. Laser CO2

5 Metode Sunat Anak Laki-Laki, Mana Yang Paling Tepat Untuk Si Kecil 4.jpeg

Foto: Sheknows.com

Menurut studi lain dari International Brazilian Journal of Urology, yang dimaksud dengan sunat laser sebenarnya adalah metode sunat yang dilakukan dengan kombinasi laser CO2 dan cyanocacrylate.

Keuntungan dari metode sunat laser ini adalah waktu pengerjaan yang cepat, tidak terasa sakit, tidak ada pendarahan, risiko infeksi sangat minim, presisi, dan lebih cepat sembuh. Namun, biayanya cukup mahal dan baru bisa dilakukan di sebagian rumah sakit besar saja.

5. Klem

5 Metode Sunat Anak Laki-Laki, Mana Yang Paling Tepat Untuk Si Kecil 5.jpg

Foto: Babylist.com

Ini adalah metode sunat yang menggunakan beragam variasi alat bantu klem atau clamp sekali pakai, seperti plastibell, gomco clamp, mogen clamp, tara clamp, dan lainnya.

Dalam metode sunat anak ini, klem digunakan untuk melindungi kepala penis saat kulup dipotong dengan pisau bedah. Karena bekas luka tidak dijahit, setelah selesai klem harus tetap dipakai selama beberapa hari sampai luka mengering.

Selain bisa dilakukan pada bayi yang baru lahir maupun anak laki-laki yang sudah lebih besar, metode sunat klem juga minim rasa sakit dan tanpa jahitan sehingga Si Kecil bisa langsung beraktivitas seperti biasa.

Baca Juga: Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Memilih Sunat Bayi

Apa pun metode sunat anak yang dipilih, pastikan dilakukan oleh dokter maupun tenaga kesehatan yang ahli dan berpengalaman untuk meminimalisir risiko.

Menurut Moms, metode sunat mana yang paling pas di kantong dan cocok untuk Si Kecil?

Artikel Terkait