KESEHATAN
14 November 2019

Ternyata Ini Bahaya Angin Duduk, Moms Harus Tahu!

Jika gejala berulang dan berlangsung lama, bisa mengancam jiwa
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak orang menyamakan bahaya angin duduk dengan masuk angin. Karena gejala-gejalanya memang mirip. Namun, angin duduk atau disebut angina cukup berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Angin duduk merupakan istilah medis bagi rasa sakit atau rasa tidak nyaman di dada akibat penyakit arteri koroner.

Angin duduk atau disebut angina adalah tanda bahwa seseorang berisiko mengalami serangan jantung hingga henti jantung mendadak atau disebut sudden cardiac arrest.

Menurut jurnal yang dipublikasikan pada unej.ac.id, menjelaskan bahwa penyakit angin duduk merupakan gejala dari penyakit jantung koroner atau yang dikenal dengan istilah angina pektoris.

Masih menurut jurnal yang sama, penyakit ini disebabkan karena terjadinya penyumbatan dipembuluh jantung yang menyebabkan jantung kekurangan kebutuhan oksigen.

Kemudian, mengakibatkan rasa nyeri yang hebat seperti menusuk di dada sebelah kiri, lalu bisa menjalar sampai bahu kiri maupun punggung sebelah kiri diikuti susah bernafas

Baca Juga: Moms Harus Tahu! Ternyata, Ini Bahayanya Angin Duduk

Apa Saja Jenis-Jenis Angin Duduk

Ada tiga jenis angin duduk. Yakni, angina stabil, angina tidak stabil dan angina varian (angina prinzmetal).

Dr Bertram Pitt dari University of Michigan, Amerika Serikat mengungkapkan, gejala-gejala unstable angina diantaranya, rasa tertekan, terjepit atau sakit di bagian dada.

Rasa sakit ini bisa berlangsung dua hingga lima menit. Biasanya juga disertai rasa tidak nyaman di bagian leher, bahu dan punggung serta sesak napas.

nstable angina ini dipicu oleh aktivitas fisik yang berlebihan atau stres. Gejala-gejala ini akan hilang saat kita beristirahat.

Baca Juga: Simak 3 Cara Mengatasi Angin Duduk Ini, Moms

Namun, jika sejumlah gejala angina stabil tersebut tiba- tiba berlangsung lebih lama, yakni sekitar lebih dari 10 menit dan tidak mereda sekalipun kita beristirahat, maka bisa kita menderita unstable angina.

"Ini merupakan tanda bahaya adanya risiko serangan jantung. Anda harus segera mencari bantuan medis," katanya.

Angin duduk .jpg

Sementara gejala angina varian kerap timbul secara spontan dan hampir selalu terjadi saat kita tengah beristirahat.

Bisa juga menyerang saat sedang beraktivitas. Kasus angina varian ini sangat jarang dibandingkan dua jenis unstable angina di atas.

Bahaya angin duduk menyerang ketika jantung tidak tidak mendapat asupan darah yang cukup.

Hal ini biasanya terjadi jika ada penyempitan atau penyumbatan dalam pembuluh yang bertugas menyuplai darah ke jantung.

Baca Juga: Berbeda dengan Masuk Angin, Kenali Gejala dan Penyebab Angin Duduk

Penanganan Bahaya Angin Duduk yang Tepat

Penanganan bahaya angin duduk sebenarnya bisa hanya dengan mulai menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan.

Seperti obat penghambat beta untuk menurunkan tekanan darah, obat antagonis kalsium yang berfungsi memperlambat gerakan kalsium ke dalam sel jantung.

Kapsul nitrogliserin yang mengandung nitrat untuk membantu mencegah dan mengurangi intensitas serangan angina.

Angin duduk2.jpg

Jika penanganan dengan obat tidak berhasil, maka pilihan berikutnya adalah angioplasty atau operasi membuka pembuluh darah.

Operasi tersebut menempatkan sebuah tabung kecil dari beberapa kabel yang saling bertautan (stent), ke dalam arteri yang tersumbat.

Setelah itu, arteri bisa semakin melebar sehingga akan mencegah terjadinya penyempitan.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

Namun, upaya operasi ini tidak lantas mengurangi risiko serangan jantung lho.

" Banyak orang berpikir bahwa setelah operasi, saya sudah sembuh. Tapi seringnya tidak begitu," kata Dr. Stephen Glasser dari University of Minnesota, AS.

Jadi intinya tetap utamakan gaya hidup sehat ya Moms agar terhindar dari bahaya angin duduk.

Artikel Terkait