NEWBORN
5 Agustus 2019

Para Ayah, Mari Mulai Terlibat dalam Proses Menyusui dan Stop Salah Kaprah ASI Sebagai KB Alami

Daun katuk masih dipercaya sebagai sumber nutrisi untuk memperlancar ASI
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Salah satu masalah utama yang kerap dirasakan oleh ibu menyusui adalah ketika ASI sulit dikeluarkan, atau pasokan ASI hanya dalam jumlah yang sedikit.

Faktanya, menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2017, hanya 35 persen ibu di Indonesia yang berhasil menjalankan ASI eksklusif.

Kebanyakan para ibu gagal melakukan ASI eksklusif karena kurangnya pengetahuan, tidak percaya diri dengan produksi ASI, stress, kelelahan, dan tidak mendapatkan cukup dukungan dari orang sekitar.

Permasalahan ASI yang tidak lancar seringkali menjadi salah satu kendala utama bagi ibu pada saat menyusui. Akibatnya, banyak ibu merasa cemas dan stres, dan semakin memperparah kurangnya produksi ASI.

Namun, peran menyusui itu sendiri tidak hanya melibatkan ibu dan anak, melainkan suami juga turut berperan dalam kelancaran proses menyusui Si Kecil.

Konselor Laktasi, dr. Ameetha Drupadi, CIMI menjelaskan, “Ayah memiliki peran penting untuk membuat ibu merasa rileks dan meningkatkan hormon bahagia dalam aktivitas menyusui yang dilakukan oleh ibu," jelasnya di acara "Sahabat Andalan Ibu" Lactaboost, pada Kamis (1/8/2019), di Greenhouse Coworking and Office Space, Kuningan, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, dr. Ameetha mengatakan bahwa hormon bahagia tersebut dapat berkontribusi untuk memacu hormon prolaktin, yang merupakan hormon pelancar ASI.

Baca Juga: 7 Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

Peran Dads dalam Proses Menyusui Moms dan Si Kecil

ayah asi-3.jpg

Ada beberapa hal yang bisa Dads lakukan untuk membantu Moms selama masa menyusui, antara lain:

  1. Menemani Moms dalam memperoleh informasi yang benar seputar menyusui
  2. Memberi dukungan kepada Moms agar tetap semangat menyusui
  3. Lebih banyak menghabiskan waktu bersama buah hati
  4. Tidak takut untuk terlibat dan belajar tentang proses menyusui
  5. Memastikan Moms memiliki asupan nutrisi yang cukup pada saat menyusui

Pemenuhan nutrisi seperti zat gizi mikro selama proses menyusui, sangat penting untuk membantu memperlancar proses menyusui, menyehatkan Moms dan Si Kecil, serta memaksimalkan proses tumbuh kembang bayi.

Banyak Moms yang sudah mengetahui jenis makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi untuk memperlancar produksi ASI. Seperti rebusan daun katuk, kacang-kacangan, sup ayam, fenugreek, hingga pare.

Baca Juga: Agar ASI Lancar, Ini 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui Saat Puasa

ASI Sebagai KB Alami, Mitos atau Fakta?

proses menyusui

Selain itu, banyak pasangan yang menganggap bahwa proses menyusui merupakan KB alami yang dapat mencegah istri dari kehamilan. Tetapi, ini sebenarnya merupakan sebuah miskonsepsi.

Dalam acara yang sama, menurut dr. Ameetha Drupadi, menyusui dapat menjadi KB alami bila memenuhi tiga persyaratan, yaitu:

  • Ibu menyusui secara eksklusif
  • Bayi berumur kurang dari 6 bulan
  • Ibu belum mendapat menstruasi

Namun, bila salah satu dari tiga kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka Moms tetap perlu menggunakan kontrasepsi jika ingin terhindar dari kehamilan.

Baca Juga: Bisakah Memberi ASI Eksklusif Meskipun Ibu Menyusui Menderita Mastitis?

Bila kehamilan terjadi pada saat menyusui, maka dapat menyebabkan beberapa perubahan di dalam tubuh Moms, yaitu:

  • Kontraksi ringan pada rahim, karena rangsangan hormon oksitosin yang dilepaskan pada saat tubuh menyusui
  • ASI berubah menjadi kolostrum, sehingga rasanya lebih asin dan kurang manis, ini membuat bayi enggan untuk menyusui
  • Puting payudara akan merasa lebih sakit dan Moms akan merasa lebih lelah

“Untuk itu, sebaiknya penggunaan kontrasepsi dianjurkan oleh ibu menyusui pada saat setelah melahirkan, maupun segera setelah berakhirnya masa nifas” tutup dr. Ameetha.

Nah, jadi pastikan Dads turut terlibat dalam proses menyusui Moms dan Si Kecil, dan ubah sudut pandang bahwa masa menyusui Moms tidak selalu merupakan KB alami yang mencegah kehamilan. Selamat mengASIhi untuk para Moms!

Artikel Terkait