PARENTING
17 Oktober 2019

Pentingnya Memerhatikan Diri Sendiri Meskipun Sibuk Bekerja dan Mengurus Anak

Jangan lupa, kita sendiri juga butuh perhatian dan cinta yang kita berikan ke anak dan keluarga, lho!
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Oleh Ferina Tyas Hapsari (26 th), Ibu dari Feiyaz Aleesha (10 bln), Member dari WAG Working Moms.

Sebagai ibu, tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga. Tapi, apakah Moms sudah memberikan yang terbaik untuk diri sendiri?

Moms, tidak bisa dipungkiri bahwa mengurus anak itu sangat melelahkan, walaupun memang di satu sisi juga sangat menyenangkan bisa terlibat dalam setiap milestones anak.

Kita rela melakukan apapun demi kesehatan, kenyamanan, dan kebahagiaan buah hati kita.

Tapi Moms, jangan lupa bahwa diri kita sendiri juga membutuhkan perhatian dan cinta yang kita berikan ke anak dan keluarga lho, Moms.

1. Love Yourself First

love myself.JPG

Foto: Orami/Ferina Tyas Hapsari

Dalam memberikan cinta untuk anak dan keluarga, tentunya diri sendiri harus mempunyai "cadangan" cinta untuk diri sendiri yang bisa kita bagikan.

Tapi, bagaimana caranya kita dapat memberikan cinta yang berlimpah ke orang lain, kalau diri sendiri saja kekurangan cinta itu?

Aku selalu berusaha menjadi ibu yang lebih baik untuk anakku setiap harinya. Karena itu aku sadar, aku harus belajar menerima diriku sendiri terlebih dahulu.

Menerima bahwa being a mother does not turn me into a superhero!

Aku punya kelemahan yang harus terus diperbaiki, and it’s okay!

Dari penerimaan akan kekurangan diri ini, aku belajar menghargai dan mencintai diriku sendiri.

Baca Juga: Moms Ingin Punya Me-Time? Apakah Terlalu Egois? Tidak Sama Sekali

2. Take Me-Time

suami siaga1.jpg

Foto: Orami/Ferina Tyas Hapsari

Setiap hari berkutat dengan deadline pekerjaan, mengurus segala keperluan anak, belum lagi mengurus suami, kurang tidur, badan pegal-pegal dan semacamnya, jujur membuat aku penat dan lelah banget.

Tak jarang, terkadang aku suka senewen sendiri di rumah, yang mengakibatkan suasana rumah justru jadi enggak enak.

Aku pun meminta izin dengan suamiku untuk bisa punya me-time, setidaknya seminggu atau dua minggu sekali, disesuaikan dengan kondisi saja.

Alhamdulillah, suamiku sangat pengertian, ia mau menggantikan tugasku menjaga anak disaat aku pulang kantor telat untuk sekadar berkumpul dengan teman atau spa di akhir pekan.

Tentu saja, suamiku melakukan me-time juga dong. Hehehe.

Baca Juga: Gempa Palu Membuat Saya Tersadar untuk Punya Lebih Banyak Waktu dengan Si Kecil

3. We All Just an Ordinary Human Being

happy family.JPG

Foto: Orami/Ferina Tyas Hapsari

Jujur, awalnya aku merasa bersalah karena meninggalkan putriku di rumah dan malah memanjakan diri sendiri. But hey! Seorang ibu juga manusia biasa, yang butuh ruang dan waktu untuk diri sendiri.

By having my me time doesn't mean I forget my responsibility as her Mom.

Bukan berarti juga aku tidak peduli pada putriku. We all deserve everything we want so bad for our child, then make sure we give ourself just as much love as we give to our child.

Sepulang dari me-time pun, aku merasa segar kembali, punya semangat lagi, dan cinta yang lebih besar lagi untuk aku bagikan kepada putri dan suamiku.

Energi positif itu pun bisa dirasakan oleh putri dan suamiku yang akhirnya membuat suasana rumah menjadi begitu nyaman dan teduh, suami pun makin sayang. Alhamdulillah.

Baca Juga: Setelah Sekian Lama Mengalah, Aku Mencoba Menjadi Egois karena Ingin Berikan yang Terbaik untuk Anakku

Anakku adalah hal terpenting dalam hidupku, sama seperti diriku sendiri. Yes. No doubt. Aku sangat mencintai putriku, and I would give everything to raise her.

Tapi aku sadar, aku juga harus mencintai diriku sendiri. Semua pilihan yang aku ambil, entah itu bekerja, memulai bisnis, me-time, dan sebagainya, bukan karena aku tidak mau mengurus anakku atau karena aku tidak memerhatikan putriku.

Aku melakukan ini karena aku sadar bahwa dengan menjadi seorang ibu, bukan berarti aku melupakan kebutuhan diriku sendiri.

I’m just an ordinary human being.

Dengan semua pilihan yang kulakukan, I feel content, and I believe that a happy and content Mom, will raise a happy and confident child.

Artikel Terkait