BAYI
12 Mei 2020

Pentingnya Memperhatikan Berat Badan Bayi

Alasan umum di balik beberapa masalah pada berat badan bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Selain mengasah keahlian Si Kecil, Moms juga perlu memperhatikan perkembangan berat badan bayi telah berjalan sesuai dengan usianya.

Beberapa masalah yang muncul terkait berat badan bayi yang paling umum adalah berat badan bayi kurang atau berat badan bayi berlebih.

Fakta Masalah Berat Badan Bayi

Berikut ini fakta di balik masing-masing masalah berat badan bayi.

1. Berat Badan Umum

1 Berat Badan Umum.jpg

Foto: youaremom.com

Sebelum melihat fakta di balik masalah berat badan bayi, ketahui dahulu pedoman umum pertumbuhan bayi di tahun pertama.

Menurut mayoclinic.org, bayi baru lahir hingga usia enam bulan akan bertambah tinggi sekitar 1,5-2,5 cm sebulan dan mengalami kenaikan berat badan sekitar 140-200 gram seminggu.

Biasanya, di usia lima bulan, berat badan bayi mencapai dua kali berat lahirnya. Dari usia enam sampai 12 bulan, bayi akan bertambah tinggi sekitar 1 cm sebulan dan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 85-140 gram seminggu. Bayi akan mencapai tiga kali berat lahir pada usia satu tahun.

Baca Juga: Berat Badan Bayi Moms Normal? Yuk, Cek Di Sini

2. Berat Badan Bayi Kurang

2 Berat Badan Bayi Kurang.jpg

Foto: todaysparent.com

Berat badan bayi kurang dari standard yang sesuai dengan usianya itu berbeda dengan kondisi bayi tidak bertumbuh.

Jika secara berat badan bayi kurang, namun bayi masih berkembang baik, maka itu bukanlah masalah, terutama jika bayi berasal dari keluarga dengan ukuran tubuh relatif kecil.

Sebaliknya jika berat badan bayi kurang dan pertumbuhannya juga tidak berjalan baik, maka Dokter akan melihat apakah porsi makan dan minum bayi sudah cukup. “Biasanya, bayi yang kekurangan berat badan namun sehat, hanya kekurangan makan,” ungkap Asisten Direktur Medis Khusus di Carolinas HealthCare System, North Carolina, Karen E. Breach, MD, seperti dikutip dari thebump.com.

Bayi yang memiliki pola makan baik, namun tidak juga mengalami peningkatan berat badan, maka perlu dipantau mengenai kemungkinan mengalami penyakit celiac, masalah tiroid, atau fibrosis kistik.

Baca Juga: Apakah Berat Badan Bayi Moms Normal? Coba Cek Dulu Panduannya!

3. Berat Badan Bayi Berlebih

3 Berat Badan Bayi Berlebih.jpg

Foto: kevin liang – Unsplash.com

Kondisi ini biasanya terjadi sebagai akibat dari terlalu banyak makan atau minum, terutama pada bayi. Namun, “Kelebihan berat badan bayi yang ASI eksklusif sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan,” ungkap ahli menyusui dan Dokter anak asal Toronto, Jack Newman, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Karena bayi yang ASI eksklusif berhenti menyusui saat sudah kenyang (bukan saat susu dalam botol sudah habis), sehingga mereka dapat lebih mengatur asupan susunya sendiri.

Kabar baiknya, bayi yang mengalami kelebihan berat badan akan mulai berkurang seiring bayi mulai dapat berjalan, duduk, berguling, dan merangkak. Sangat jarang terjadi kelebihan berat badan bayi dihubungkan dengan beberapa masalah kesehatan, seperti kelainan endokrin.

Baca Juga: Bayi yang Lahir Caesar Cenderung Miliki Berat Badan Berlebih?

Dengan mengetahui masalah berat badan bayi, Moms juga dapat berkonsultasi dengan Dokter mengenai solusi terbaik mengatasi masalah tersebut.

Artikel Terkait