3-12 BULAN
4 Desember 2019

Penyebab Biang Keringat pada Bayi yang Perlu Moms Tahu

Ketahui penyebabnya agar Moms bisa mengantisipasi biang keringat pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Setelah memasuki musim kemarau, bukan hanya Moms yang merasakan ketidaknyamanan, Si Kecil juga akan ikut merasakannya.

Bayi terlahir memiliki kulit halus dan lebih cenderung mengalami masalah kulit daripada orang dewasa. Salah satunya adalah kondisi bayi biang keringat.

Kondisi bayi biang keringat diawali oleh ruam, yakitu kulit yang memerah yang terjadi setelah kulit menjadi terlalu hangat. Ruam ini bisa terasa gatal, tidak nyaman, dan malah menyakitkan untuk bayi.

Tentu Moms tidak ingin Si Kecil mengalami biang keringat dan membuatnya tidak nyaman kan? Kita cari tahu penyebab bayi biang keringat di sini ya!

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Biang Keringat pada Balita

Apa Penyebab Bayi Biang Keringat?

Cari Tahu Penyebab Biang Keringat pada Bayi -1.jpg

Karena belum mampu mengatur suhu tubuh mereka sendiri daripada orang dewasa, kondisi bayi biang keringat sering sekali mudah ditemui.

Dilansir dari Johns Hopkins Hospital, biang keringat dapat muncul saat keringat terjebak di bawah kulit. Karena Si Kecil memiliki kelenjar keringat yang lebih kecil dan kurang mampu mengatur suhu tubunya, jadi bayi lebih rentan mengalami biang keringat daripada orang dewasa.

"Saat bayi berada dalam lingkungan yang hangat dan menggunakan pakaian yang berlapis berlebihan, akhirnya akan menyebabkan panas yang berlebihan," kata Lawrence F. Eichenfield, MD, profesor pediatri dan dermatologi di University of California, San Diego, dan kepala pediatrik dan dermatologi remaja di Rady Children's Hospital-San Diego.

Lawrence menambahkan, kondisi musim kemarau yang lembap ditambah dengan lingkungan rumah yang panas akan menyebabkan kondisi bayi biangk keringat semakin bertambah.

Penyebab bayi biang keringat:

- Kondisi bayi biang keringat bisa terjadi karena Si Kecil memiliki sedikit kendali atas lingkungannya, dan tidak bisa melepas pakaian tambahan atau menjauhi sumber panas,

- Tubuh bayi kurang efektif mengatur suhu,

- Bayi cenderung memiliki lebih banyak lipatan kulit, yang dapat membuat panas dan keringat terperangkap dan tidak bisa keluar dari kulit dengan sempurna.

Gejala biang keringat adalah:

- Ruam yang tampak merah

- Benjolan kecil berisi air seperti keringat pada area kulit yang luas

- Kulit bayi terasa panas

- Bayi sering terlihat menggaruk kulit mereka. Rasa gatal tersebut akan mengakibatkan benjolan merah kecil atau lecet pada bercak merah dan tampak iritasi.

Baca Juga: Tak Hanya Karena Biang Keringat, Kenali Penyebab Gatal Di Kulit Dan Cara Menanganinya

Jenis Biang Keringat

Cari Tahu Penyebab Biang Keringat pada Bayi -2.jpg

Setelah mengetahui penyebab biang keringat pada bayi, kita juga perlu tahu berbagai jenis biang keringat. Biang keringat memiliki nama ilmiah Miliaria. Terdapat beberapa jenis biang keringat yang bisa juga dialami oleh bayi;

1. Miliaria Ruba

Jenis ruam ini terjadi ketika ada penyumbatan pada kelenjar keringat di dekat permukaan kulit, atau epidermis, dan lapisan kedua kulit, atau dermis. Ini akan menyebabkan benjolan, perubahan warna seperti kemerahan, dan gatal-gatal.

2. Miliaria Crystallina

Miliara Crystallina termasuk jenis ruam yang parah. Itu akan terjadi ketika ada penyumbatan di kelenjar keringat di epidermis. Jenis keringat ini dapat menyebabkan kulit seperti melepuh.

3. Miliara Profunda

Miliaria Profunda adalah jenis ruam panas paling parah, tetapi jarang terjadi. Ketika keringat di dermis bocor, hal itu dapat menyebabkan sensasi terbakar pada kulit.

Bayi dengan miliaria profunda juga dapat mengalami tanda-tanda ruam yang dapat terinfeksi.

Ruam itu mungkin lebih mudah dilihat pada kulit yang terang dan lebih sulit dilihat pada kulit yang gelap, meskipun proses yang menyebabkan ruam sama.

Baca Juga: Ketahui 4 Obat Gatal Alami untuk Mengatasi Biang Keringat Anak

4. Miliaria Pustulosa

Miliaria Pustulosa selain menyebabkan ruam, dia juga bisa meradang dan membengkak. Jenis ruam panas ini lebih banyak terjadi pada bayi.

Bayi dengan miliaria pustulosa mungkin kurang bisa berkeringat, yang meningkatkan risiko penyakit terkait panas.

Dalam kebanyakan kasus bayi biang keringat, biasanya ruam tersebut akan hilang dengan sendirinya secara cepat.

Namun, jika biang keringat masih muncul dalam waktu lama dan semakin membuat bayi tidak nyaman, Moms harus segera membawa Si Kecil ke dokter.

(FAR)

Artikel Terkait