3-5 TAHUN
8 Oktober 2020

6 Penyebab Maag pada Anak, Waspada Moms!

Cegah maag pada anak dengan mengenal dan menghindari penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Jika Si Kecil sering mengeluhkan sakit di bagian abdomen yang umumnya terjadi di pagi hari, lalu sering merasa mual, dan bahkan sampai kehilangan nafsu makannya, coba periksakan ke dokter anak karena kemungkinan, Si Kecil mengidap penyakit maag.

Maag pada anak memang jarang terjadi apalagi untuk anak usia balita. Akan tetapi, beberapa bisa terjadi bahkan sampai menyebabkan heartburn atau munculnya sensasi perih dan panas di area dada.

Maag pada anak atau sering juga disebut sebagai dyspepsia ini sering dianggap enteng.

Tidak jarang anak dengan keluhan seperti di atas hanya diberikan obat-obatan umum yang sering kita lihat di iklan televisi. Padahal Moms, maag pada anak salah satu penyebabnya bisa juga karena mengkonsumsi obat-obatan yang salah.

Baca Juga: 5 Pencegahan Agar Anak Tidak Kena Sakit Maag

Maag kronis seringkali disebut juga sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung yang naik hingga kerongkongan. Yang terparah, jika maag pada anak tidak ditangani dengan baik juga bisa berujung pada kematian.

Tentunya kita sebagai orang tua tidak menghendaki itu terjadi ya Moms. Dikutip dari 700 Children’s Blog berjudul What to Do in Your Child Complains of Heartburn pada laman Nationwide Children’s Hospital, ada banyak pengobatan yang bisa menyembuhkan maag pada anak.

Tetapi, lagi-lagi tindakan pencegahan lebih baik daripada melakukan pengobatan. Maka dari itu, kita harus mengetahui penyebab maag pada anak untuk bisa menghindarinya terjadi.

Penyebab maag pada anak dibagi menjadi dua kategori yaitu penyebab umum dan masalah pada sistem pencernaan.

Penyebab Maag pada Anak

penyebab maag pada anak

Foto: healthychi.com

1. Makan Makanan Pedas

Salah satu yang sering ditemukan dokter saat mendiagnosis maag pada anak adalah kesalahan pada makanan yang dikonsumsi anak seperti misalnya makanan yang pedas, tinggi lemak, bersifat asam atau bahkan terlalu berserat.

Makanan yang terlalu berminyak juga bisa menjadi penyebab maag.

Wendy Anderson, MD, anggota Section of Primary Care Pediatrics di Nationwide Children’s Hospital Ohio mengatakan, “Saat ini banyak sekali anak-anak yang menyukai makanan yang pedas. Makanan seperti saus pedas, keripik pedas, dan cemilan pedas seringkali termasuk di daftar makanan anak-anak yang mengalami maag kronis.”

Makanan seperti kentang goreng, chicken nugget, saus tomat adalah makanan yang paling sering ditemukan pada diet anak dengan penyakit maag.

2. Terlambat Makan

Penyebab umum maag pada anak lainnya adalah terlambat makan.

Pada dasarnya lebih baik jika anak makan dengan porsi yang cukup, namun sering dan teratur daripada sekali makan dengan porsi banyak tapi melewati waktu makan selanjutnya karena alasan masih kenyang.

3. Obat-obatan Tertentu

Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu dan kurang istirahat juga dapat menyebabkan maag pada anak.

Obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen dapat melemahkan sistem pelindung di perut, sehingga zat asam bisa masuk dengan lebih mudah.

Baca Juga: Ini Perbedaan GER dan GERD pada Anak

4. Bakteri H.pylori

Maag pada anak juga bisa disebabkan oleh adanya masalah lain pada sistem pencernaan anak (gastrointestinal tract).

Dilansir dari Kids Health, bakteri Helicobacter pylori (H.pylori) menjadi salah satu penyebab masalah pada sistem pencernaan yang mengarah pada maag.

Infeksi bakteri H.pylori umum terjadi di masa kanak-kanak, biasanya melalui makanan dan air.

H. pylori tidak hanya menyebabkan maag, tapi juga bisa memicu tukak lambung dan kanker perut di kemudian hari.

5. Gastritis

Gastritis atau radang dan luka dinding lambung juga bisa menyebabkan maag pada anak.

Penyakit lain yang menjadi salah satu penyebab maag pada anak adalah irritable bowel syndrome atau penyakit yang menyerang usus besar.

Penyakit ini menyebabkan nyeri pada perut, kembung, gas, konstipasi, dan diare.

Melemahnya otot lambung (gastroparesis) juga menyebabkan maag pada anak karena kinerja sistem pencernaan menjadi terganggu.

Sistem pencernaan yang melambat ini menyebabkan penyakit asam lambung yang berujung pada maag.

6. Stres

Menurut penelitian, stres sebenarnya tidak bisa menyebabkan maag secara langsung.

“Tapi, saat sedang mengalami stres, tubuh jadi tidak bisa menyembuhkan diri sendiri. Hasilnya, kita mungkin akan jadi lebih berisiko mengalami maag,” ujar Dr. Tara Menon, dokter spesialis gastroenterologi di The Ohio State University Wexner Medical Center in Columbus, dilansir dari US News.

Baca Juga: Sering Mengeluh Sakit Perut, Apakah Mungkin Balita Sakit Maag?

Makanan Penyebab Maag pada Anak

makanan pedas jadi penyebab maag pada anak

Foto: ckphu.com

Seperti sudah dijelaskan di atas, makanan bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya maag pada anak.

Walau beberapa jenis makanan dan minuman bisa bikin sakit perut atau meningkatkan asam pada perut, tidak ada studi yang benar-benar membuktikan mereka bisa memperparah maag.

“Meski begitu, makanan-makanan ini bisa meningkatkan asam pada lambung dan menyebabkan iritasi pada perut,” ujar Olivia Vaughn, ahli gizi yang berfokus pada gastroenterologi di Ohio State University Wexner Medical Center, dikutip dari US News.

Nah, beberapa makanan dan minuman ini harus dihindari oleh Si Kecil ya, Moms!

  • Lada
  • Kafein
  • Soda
  • Teh
  • Peppermint
  • Cokelat
  • Tomat
  • Makanan pedas
  • Makanan asam

Tidak semua orang yang mengalami maag bermasalah dengan makanan-makanan tersebut.

“Tergantung pada masing-masing orangnya, jadi coba makan makanan dalam jumlah kecil untuk melihat mana yang mengiritasi perut,” jelas Vaughn.

Makan makanan berlebihan dan makan 2-3 jam sebelum tidur juga bisa memperburuk kondisi maag pada Si Kecil.

Baca Juga: Berikut 3 Cara Mengobati Sakit Maag pada Anak

Ingat ya Moms, mencegah maag pada anak lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, perhatikan penyebab di atas agar anak terhindar dari maag.

Artikel Terkait